Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Sinergi Muhammadiyah–Polda Kaltim: Cegah Narkoba Mulai dari Sekolah

Sinergi Muhammadiyah–Polda Kaltim: Cegah Narkoba Mulai dari Sekolah

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertemuan antara PWM Kaltim dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim pada Senin (20/10/2025) di Sekretariat PWM Kaltim, Samarinda, menghasilkan gagasan penting: pencegahan penyalahgunaan narkoba harus menyentuh dunia pendidikan.

Sekretaris PWM Kaltim, Ir. H. Amir Hady, mengungkapkan bahwa Muhammadiyah memiliki jaringan sekolah dari tingkat dasar hingga menengah yang dapat menjadi sarana efektif sosialisasi bahaya narkoba.

Dalam suasana hangat, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim bersilaturahim ke Sekretariat PWM Kaltim di Samarinda, Senin (20/10/2025).

“Sangat baik bila upaya pencegahan ini disosialisasikan kepada para pelajar Muhammadiyah. Kami siap menindaklanjuti dengan kerja sama resmi antara PWM dan Polda Kaltim,” jelasnya.

 

PWM Kaltim juga menyiapkan Korps Muballigh Muhammadiyah untuk ikut serta menyampaikan pesan anti-narkoba dalam pengajian dan ceramah di masyarakat.

“Para muballigh bisa menyampaikan bahaya narkoba sebagai bagian dari materi dakwah di masjid dan majelis taklim,” imbuhnya.

 

Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga tatanan sosial dan moral bangsa.

“Kami sangat prihatin melihat banyaknya korban narkoba. Karena itu, kerja sama lintas lembaga menjadi keharusan agar bisa diatasi secara komprehensif,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kombes Pol Arif Bastari, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, mengapresiasi dukungan dari Muhammadiyah. Ia menilai sinergi dengan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah sangat penting untuk memperluas jangkauan pencegahan.

“Masukan dari tokoh agama dan masyarakat sangat kami butuhkan. Kami ingin membangun kerja sama nyata, termasuk di bidang edukasi,” katanya.

 

Dengan sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda yang lebih sadar akan bahaya narkoba, serta tercipta lingkungan sekolah dan masyarakat yang bersih dari pengaruh barang haram tersebut.(Ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CARA MENANGANI NARKOBA DALAM ISLAM

    CARA MENANGANI NARKOBA DALAM ISLAM

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 206
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Pada puasa hari ke-6 ini, Masjid Islamic Center kembali mengadakan kajan jelang buka puasa dengan lancar. Jamaah kajian disuguhkan dengan tema kajian yang menarik yaitu “Hukum dalam Islam” dengan fokus pembahasan “Hukum Narkotika”  yang disampaikan oleh pemateri yang sangat luar biasa, Bapak Dr. Gatot Sugiarto, S.H., M.H. selaku Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • Gas Poll Dakwah! BikersMu Chapter Sragen Korwil Jateng Sukses Taklukkan Jalur Jatim Selama Tiga Hari

    Gas Poll Dakwah! BikersMu Chapter Sragen Korwil Jateng Sukses Taklukkan Jalur Jatim Selama Tiga Hari

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 895
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SRAGEN – Komunitas dakwah Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Sragen sukses menggelar kegiatan touring dakwah selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat (3/7) hingga Ahad (5/7). Diikuti oleh 43 peserta, perjalanan ini terasa spesial karena didampingi langsung oleh 5 orang Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, yaitu: KH. Muh Sauman, KH. Mustaqim, KH. Budi Santoso, KH. […]

  • Akhir Periode, HMP IQT UMS Sukses adakan Kajian Akbar dengan Tema “Dzikrul Maut”

    Akhir Periode, HMP IQT UMS Sukses adakan Kajian Akbar dengan Tema “Dzikrul Maut”

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 365
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Kamis, 14 Desember 2023, Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Quran dan Tafsir (HMP IQT) Fakultas Agama Islam UMS selenggarakan kajian akbar dengan tema “Dzikrul Maut (cukuplah kematian sebagai nasihat)”. Acara tersebut merupakan salah satu program kerja dari Bidang Kajian Quran dan Dakwah HMP IQT yang rutin diadakan satu tahun sekali. Sebanyak kurang lebih […]

  • Bukan Untuk Setara

    Bukan Untuk Setara

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 500
    • 1Komentar

    Oleh: Rodiatun Mardiah* “mampukah tuhan yang maha pencipta, menciptakan pencipta yang setara dengan dia?” Sebuah pertanyaan sederhana yang bisa saja menodai keyakinan dalam kebingungan dan keraguan tatkala mencoba untuk mencari jawabannya. Kita analogikan seperti seseorang yang membuat kue misalnya. ia sangat handal dalam membuat kue dan juga manajemen produknya dengan berbagai sarana pendukung, sehingga menjadikan […]

  • PCM Grogol Gelar Tarhib Ramadhan, Teguhkan Persaudaraan dan Pemahaman Kalender Hijriyah

    PCM Grogol Gelar Tarhib Ramadhan, Teguhkan Persaudaraan dan Pemahaman Kalender Hijriyah

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Tarhib Ramadhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grogol digelar pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Sukoharjo. Masjid yang sejuk dan nyaman tersebut menjadi lokasi utama kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh seluruh pimpinan Cabang Muhammadiyah, ’Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), serta […]

expand_less