Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Bukan Untuk Setara

Bukan Untuk Setara

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
  • visibility 499
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rodiatun Mardiah*

“mampukah tuhan yang maha pencipta, menciptakan pencipta yang setara dengan dia?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang bisa saja menodai keyakinan dalam kebingungan dan keraguan tatkala mencoba untuk mencari jawabannya.

Kita analogikan seperti seseorang yang membuat kue misalnya. ia sangat handal dalam membuat kue dan juga manajemen produknya dengan berbagai sarana pendukung, sehingga menjadikan produk kue yang sempurna dan terkenal dimana-mana. Lantas, apakah hal itu berarti produk kuenya itu akhirnya setara dengan dia? Jelas tidak, karena sesempurna apapun produk kue itu, ia tetaplah dibuat oleh si pembuatnya.

Akan tetapi manusia sebagai makhluk dua dimensi, memungkinkan ia untuk mengenal dan berkomunikasi baik dengan entitas fisik ataupun supranatural. Begitu banyak sarana yang hanya diberikan sang pencipta hanya kepada manusia. Sebagaimana juga yang di analogikan oleh Jalaludin Rumi, selayaknya pohon pisang yang tumbuh kemudian berbuah lalu mati. Buahnya adalah manusia, yang dimana pohon pisang yang bertumbuh baik itu daunnya, batangnya, jantungnya, adalah dipersiapkan untuk buahnya.

Keadaan yang nyaris sempurna inilah yang tak jarang menimbulkan rasa tinggi hati atau kekeliruannya dalam mengkritisi ciptaan Tuhan yang lainnya, atau bahkan Tuhan itu sendiri. Padahal perlu dipahami bahwa penciptaan manusia dengan berbagai kelebihan yang tidak di berikan kepada makhluk lainnya ini adalah sebagai sarana dari Tuhan untuk manusia bisa melaksanakan tujuannya diciptakan.

Manusia itu berbeda

Tentu saja kita akan mencapai kesepakatan bahwa manusia itu berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Tidak hanya berbeda akan tetapi justru sangat istimewa. Bagaimana tidak? Manusia nyaris memiliki segala unsur alam semesta didalam dirinya, baik itu unsur biologis, kimia, mineral bahkan sampai unsur hewan dan tumbuhan juga ada dalam satu objek ciptaan Tuhan yang disebut manusia ini.

Dan tentunya unsur yang paling istimewa dan tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain namun dimiliki oleh manusia adalah akal. Tuhan mengistimewakan manusia dengan srana yang luar biasa itu. Hal ini pula yang membuat manusia kadang disebut sebagai hewan yang berpikir, atau hewan yang berbicara. Keberadaan akal inilah yang menuntun manusia untuk mampu berkomunikasi, berekspresi, dalam bentuk sombol yang berbeda dengan makhluk lainnya.

Tiga sarana istimewa

Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya dianugerahi sarana-sarana istimewa, yaitu akal, hati atau intuisi dan wahyu.

Secara fungsional, akal dibagi mnjadi dua, yakni akal kognitif atau teoritis dan akal manajerial atau praktis. Dimana akal kognitif atau akal teoritis adalah akal yang membantu manusia untuk meraih atau menyusun ilmu pengetahuan dengan mengabstraksi makna, baik itu dari data-data yang diperoleh melalui indra ataupun konsep-konsep mentaldengan mengelompokkannya kedalam kategori-kategori tertentu membentuk konsep-konsep universersal. Dan kemampuan mengabstraksikan makna melalui konsep-konsep mental yang abstrak hanya dimiliki oleh manusia. Dengan proses penyusunan data-data baik melalui indra ataupun konsep mental inilah manusia dapat menghasilkan suatu ilmu dan berbagai klasifikasinya.

Kemudian ada akal manajerial atau praktis yang tentu tidak kalah pentingnya. Bagaimana tidak, komposisinya yang terdiri dari nafsu syahwat, nafsu amarah dan nafsu rasional apabila tidak dikelola dengan baik dan seimbang maka akan berpengaruh fatal pada jiwa manusia sehingga mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

Sebagaimana halnya akal, hati atau intuisi yang juga merupakan sarana istimewa dari tuhan untuk manusia juga mampu untuk menangkap objek-objek immaterial, hanya saja dengan cara yang berbeda. Dan keberadaan hati ini pula yang memungkinkan manusia menjadi makhluk dua dimensi, karena ia berpotensi untuk menjadi media komunikasi antara manusia dengan entitas spiritual atau ruhani, serta menerima ilham dan wahyu.

Wahyu merupakan pedoman yang berupa firman dari Tuhan. Berbeda dengan akal dan hati, wahyu merupakan sarana tambahan yang haya diberikan Tuhan kepada manusia pilihan-Nya baik secara langsung maupun tidak. Akal, wahyu dan hati tentunya saling terhubung. Dimana akal jelas diberikan tuhan agar manusia mampu untuk memahami wahyu dan wahyu yang hadir untuk mengarahkan dna meluruskan kerja akal.

Lantas apa tujuan diciptakannya manusia?

Dalam QS. Al-Dzariyat ayat 56, Allah berfirman bahwasanya manusia dan jin diciptakan untuk beribadah. Tentusaja tidak hanya manusia dan jin, akan tetapi alam semesta diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimaa firman-Nya dalam QS. Al-Hasyr ayat 24. Akan tetapi, ada satu tujuan penciptaan yang hanya dikhususkan kepada manusia. Yakni untuk menjadi khalifah (QS. Al-Baqarah ayat 31).

Manusialah satu-satunya yang dimandatkan tugas untuk melaksanakan kehendak-kehendak Tuhan dimuka bumi. Tentu saja bentuk literal pelaksanaannya adalah untuk memakmurkan bumi dan bentuk kontekstualnya dengan membangun peradaban dan kebudayaan

Dan tentunya dengan dibekali sarana VVIP berupa akal, hati dan wahyu manusia pantas dan berpotensi untuk menjalankan mandat Tuhan untuk menjadi khalifah dimuka bumi, guna memakmurkan bukan merusak dengan berbagai perbuatan tercela. Dan selalu berpegang kepada ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan. Gunakan berbagai fasilitas istimewa untuk meneropong ayat-ayat Tuhan guna memahami dan melaksakan perintahnya, bukan justru untuk dimanfaatkan sebagai sarana memenuhi harapan atau bahkan bersikap seolah setara dengan Tuhan.

*Penulis adalah Kader PK IMM FAI UMY, Alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • Registrera

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

    17 October 2026 9:19 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajian Publik IMM Malang Raya: Memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Mendorong Perubahan Sosial

    Kajian Publik IMM Malang Raya: Memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Mendorong Perubahan Sosial

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 173
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Malang – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menyelenggarakan Kajian Publik dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) pada Jum’at (29/11/2024) di Kampung Mahasiswa PJE, Malang. Kajian yang mengangkat tema “Mengingat Sejarah, Menggerakkan Aksi: Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan sebagai Momentum Perubahan” tersebut berlangsung dengan mengundang Kepala Prodi Sosiologi […]

  • SUICIDE BOMBING : SELAMATKAN PERSATUAN!

    SUICIDE BOMBING : SELAMATKAN PERSATUAN!

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 948
    • 0Komentar

    Oleh : Andi Rezti Maharani Kabar terorisme mulai menyapa kita lagi. Telah terjadi pengeboman di Gereja Katedral, Makassar pada Ahad pagi. Sontak, kejadian ini pun memicu banyak kontroversi. Guys, tentu kita tau bahwa terorisme selalu dikaitkan dengan seruan Jihad. Kalau kataku, terorisme itu bukan Jihad tapi Jahad. Kenapa jahad? Karena terorisme merupakan tindakan yang menciptakan […]

  • Putus Asa: Bukti Cinta Allah terhadap Hamba

    Putus Asa: Bukti Cinta Allah terhadap Hamba

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Oleh: Rizky Aldiansyah Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Dalam berkehidupan pasti ada sebuah keinginan dan tujuan serta ada harapan yang ingin dicapai dalam berkehidupan di dunia, tetapi untuk mendapatkan dan menjalani serta melewati tujuan tersebut tidaklah mudah tidaklah sebatas apa yang dipikirkan lewat pikiran apa yang dikhayalkan semata. mendapatkan sebuah keinginan dan tujuan […]

  • Perkuat Ideologi Kader, PDPM Sumbawa Gelar Baitul Arqam Pra-pelantikan Pengurus Baru

    Perkuat Ideologi Kader, PDPM Sumbawa Gelar Baitul Arqam Pra-pelantikan Pengurus Baru

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 965
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sumbawa Besar – Jum’at hingga ahad  (16-18/10/2020),  bertempat di aula universitas Samawa telah dilaksanakan perkaderan Baitul Arqam oleh PDPM Sumbawa. Meski sempat tertunda, kegiatan yang diikuti oleh 36 peserta ini akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Panitia mengusung tema “Menguatkan Ideologi untuk Membentuk Kader yang Berkarakter”. “Tema yang kami angkat sangat relevan dengan kondisi karakter […]

  • Bikersmu Chapter Batam Rihlah Dakwah ke Tanjungpinang

    Bikersmu Chapter Batam Rihlah Dakwah ke Tanjungpinang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TANJUNG PINANG – Bikersmu Chapter Batam Korwil Kepulauan Riau dan Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Batam menyelenggarakan kegiatan Rihlah Dakwah dari Batam ke Tanjungpinang via Tanjunguban, Bintan, dengan menaiki kapal Roro pada 1-2 November 2025. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batam, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Batam, dan LazisMu […]

  • Mahasantri Pondok Shabran UMS Gencarkan Dakwah Muhammadiyah di Sangihe, Sulawesi Utara

    Mahasantri Pondok Shabran UMS Gencarkan Dakwah Muhammadiyah di Sangihe, Sulawesi Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dai Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hanif Syairafi, S.Pd., menjadi pembicara utama dalam pengajian rutinan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ibu-ibu Desa Tariang Baru, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Meskipun hujan mengguyur wilayah dataran tinggi dan menyebabkan sebagian jamaah tidak dapat hadir, semangat para ibu majelis taklim […]

expand_less