Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Bukan Untuk Setara

Bukan Untuk Setara

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
  • visibility 497
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rodiatun Mardiah*

“mampukah tuhan yang maha pencipta, menciptakan pencipta yang setara dengan dia?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang bisa saja menodai keyakinan dalam kebingungan dan keraguan tatkala mencoba untuk mencari jawabannya.

Kita analogikan seperti seseorang yang membuat kue misalnya. ia sangat handal dalam membuat kue dan juga manajemen produknya dengan berbagai sarana pendukung, sehingga menjadikan produk kue yang sempurna dan terkenal dimana-mana. Lantas, apakah hal itu berarti produk kuenya itu akhirnya setara dengan dia? Jelas tidak, karena sesempurna apapun produk kue itu, ia tetaplah dibuat oleh si pembuatnya.

Akan tetapi manusia sebagai makhluk dua dimensi, memungkinkan ia untuk mengenal dan berkomunikasi baik dengan entitas fisik ataupun supranatural. Begitu banyak sarana yang hanya diberikan sang pencipta hanya kepada manusia. Sebagaimana juga yang di analogikan oleh Jalaludin Rumi, selayaknya pohon pisang yang tumbuh kemudian berbuah lalu mati. Buahnya adalah manusia, yang dimana pohon pisang yang bertumbuh baik itu daunnya, batangnya, jantungnya, adalah dipersiapkan untuk buahnya.

Keadaan yang nyaris sempurna inilah yang tak jarang menimbulkan rasa tinggi hati atau kekeliruannya dalam mengkritisi ciptaan Tuhan yang lainnya, atau bahkan Tuhan itu sendiri. Padahal perlu dipahami bahwa penciptaan manusia dengan berbagai kelebihan yang tidak di berikan kepada makhluk lainnya ini adalah sebagai sarana dari Tuhan untuk manusia bisa melaksanakan tujuannya diciptakan.

Manusia itu berbeda

Tentu saja kita akan mencapai kesepakatan bahwa manusia itu berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Tidak hanya berbeda akan tetapi justru sangat istimewa. Bagaimana tidak? Manusia nyaris memiliki segala unsur alam semesta didalam dirinya, baik itu unsur biologis, kimia, mineral bahkan sampai unsur hewan dan tumbuhan juga ada dalam satu objek ciptaan Tuhan yang disebut manusia ini.

Dan tentunya unsur yang paling istimewa dan tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain namun dimiliki oleh manusia adalah akal. Tuhan mengistimewakan manusia dengan srana yang luar biasa itu. Hal ini pula yang membuat manusia kadang disebut sebagai hewan yang berpikir, atau hewan yang berbicara. Keberadaan akal inilah yang menuntun manusia untuk mampu berkomunikasi, berekspresi, dalam bentuk sombol yang berbeda dengan makhluk lainnya.

Tiga sarana istimewa

Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya dianugerahi sarana-sarana istimewa, yaitu akal, hati atau intuisi dan wahyu.

Secara fungsional, akal dibagi mnjadi dua, yakni akal kognitif atau teoritis dan akal manajerial atau praktis. Dimana akal kognitif atau akal teoritis adalah akal yang membantu manusia untuk meraih atau menyusun ilmu pengetahuan dengan mengabstraksi makna, baik itu dari data-data yang diperoleh melalui indra ataupun konsep-konsep mentaldengan mengelompokkannya kedalam kategori-kategori tertentu membentuk konsep-konsep universersal. Dan kemampuan mengabstraksikan makna melalui konsep-konsep mental yang abstrak hanya dimiliki oleh manusia. Dengan proses penyusunan data-data baik melalui indra ataupun konsep mental inilah manusia dapat menghasilkan suatu ilmu dan berbagai klasifikasinya.

Kemudian ada akal manajerial atau praktis yang tentu tidak kalah pentingnya. Bagaimana tidak, komposisinya yang terdiri dari nafsu syahwat, nafsu amarah dan nafsu rasional apabila tidak dikelola dengan baik dan seimbang maka akan berpengaruh fatal pada jiwa manusia sehingga mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

Sebagaimana halnya akal, hati atau intuisi yang juga merupakan sarana istimewa dari tuhan untuk manusia juga mampu untuk menangkap objek-objek immaterial, hanya saja dengan cara yang berbeda. Dan keberadaan hati ini pula yang memungkinkan manusia menjadi makhluk dua dimensi, karena ia berpotensi untuk menjadi media komunikasi antara manusia dengan entitas spiritual atau ruhani, serta menerima ilham dan wahyu.

Wahyu merupakan pedoman yang berupa firman dari Tuhan. Berbeda dengan akal dan hati, wahyu merupakan sarana tambahan yang haya diberikan Tuhan kepada manusia pilihan-Nya baik secara langsung maupun tidak. Akal, wahyu dan hati tentunya saling terhubung. Dimana akal jelas diberikan tuhan agar manusia mampu untuk memahami wahyu dan wahyu yang hadir untuk mengarahkan dna meluruskan kerja akal.

Lantas apa tujuan diciptakannya manusia?

Dalam QS. Al-Dzariyat ayat 56, Allah berfirman bahwasanya manusia dan jin diciptakan untuk beribadah. Tentusaja tidak hanya manusia dan jin, akan tetapi alam semesta diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimaa firman-Nya dalam QS. Al-Hasyr ayat 24. Akan tetapi, ada satu tujuan penciptaan yang hanya dikhususkan kepada manusia. Yakni untuk menjadi khalifah (QS. Al-Baqarah ayat 31).

Manusialah satu-satunya yang dimandatkan tugas untuk melaksanakan kehendak-kehendak Tuhan dimuka bumi. Tentu saja bentuk literal pelaksanaannya adalah untuk memakmurkan bumi dan bentuk kontekstualnya dengan membangun peradaban dan kebudayaan

Dan tentunya dengan dibekali sarana VVIP berupa akal, hati dan wahyu manusia pantas dan berpotensi untuk menjalankan mandat Tuhan untuk menjadi khalifah dimuka bumi, guna memakmurkan bukan merusak dengan berbagai perbuatan tercela. Dan selalu berpegang kepada ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan. Gunakan berbagai fasilitas istimewa untuk meneropong ayat-ayat Tuhan guna memahami dan melaksakan perintahnya, bukan justru untuk dimanfaatkan sebagai sarana memenuhi harapan atau bahkan bersikap seolah setara dengan Tuhan.

*Penulis adalah Kader PK IMM FAI UMY, Alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • Registrera

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

    17 October 2026 9:19 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammadiyah dan Tantangan Ekonomi 4.0: Meningkatkan Literasi Digital Umat

    Muhammadiyah dan Tantangan Ekonomi 4.0: Meningkatkan Literasi Digital Umat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Oleh: Andriansyah Ramadan Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut semua pihak untuk dapat berkompetensi agar tidak tergerus dan terlindas oleh zaman. Digitalisasi di seluruh belahan dunia memaksa kita untuk ikut andil dan ambil peran di dalamnya jika tidak ingin mengalami ketertinggalan. Era industri 4.0 telah menghadirkan fenomena disrupsi pada berbagai sendi kehidupan. Peran manusia akan […]

  • IMM Balikpapan Kupas Makna Kurban sebagai Kritik terhadap Nafsu Kekuasaan

    IMM Balikpapan Kupas Makna Kurban sebagai Kritik terhadap Nafsu Kekuasaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai sarana refleksi sosial dan politik. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Diskusi Panel bertajuk “Menyembelih Nafsu Kekuasaan di Hari Raya Kurban” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Balikpapan, Sabtu (30/5/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. […]

  • Transformasi Pendidikan: FKIP UMS Dampingi Guru MTsN 1 Sragen Hadapi Era Digital

    Transformasi Pendidikan: FKIP UMS Dampingi Guru MTsN 1 Sragen Hadapi Era Digital

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah arus perubahan pendidikan yang kian cepat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas guru melalui program penguatan kompetensi yang berkelanjutan. Melalui Balai Pengembangan dan Penguatan Guru dan Tenaga Kependidikan (BP2GTK), FKIP UMS menggandeng MTs Negeri 1 Sragen dalam sebuah in-house training […]

  • Pengukuhan Pengurus Bikers Muhammadiyah Sleman: Sinergi Dakwah dan Kepedulian Sosial di Jalan Raya

    Pengukuhan Pengurus Bikers Muhammadiyah Sleman: Sinergi Dakwah dan Kepedulian Sosial di Jalan Raya

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sleman, 27 Juli 2025 — Dalam semangat dakwah berkemajuan dan membangun sinergi antara komunitas otomotif dengan gerakan sosial keumatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) menggelar kegiatan Pengukuhan Pengurus Bikers Muhammadiyah Sleman pada Ahad, 27 Juli 2025. Acara diawali dengan kegiatan touring bersama yang mengambil titik start dari Rumah Sakit […]

  • Muhammadiyah Cabang Majenang Gelar Tabligh Akbar di Alun-Alun Kecamatan Majenang

    Muhammadiyah Cabang Majenang Gelar Tabligh Akbar di Alun-Alun Kecamatan Majenang

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 230
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Sekretaris PWM Jawa Tengah memberikan Tausyiah pada arena Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Majenang Cilacap di Alun-alun Kecamatan Majenang, Ahad, (24/9/2023/10 Robiul Awal 1445 H). Acara bersejarah bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Majenang yang dilaksanakan di alun-alun Kecamatan Majenang ini berlangsung sangat hikmat dan ikuti oleh ribuan jama’ah persyarikatan. H. […]

  • BikersMu Chapter Depok Gelar Nobar Film Hanya Namamu dalam Doaku di CGV D’Mall

    BikersMu Chapter Depok Gelar Nobar Film Hanya Namamu dalam Doaku di CGV D’Mall

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Depok, 22 Agustus 2025 – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film Hanya Namamu dalam Doaku yang digelar komunitas motor BikersMu Chapter Depok di CGV D’Mall, Jumat malam (22/8). Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini sukses menghadirkan 308 peserta, terdiri dari anggota BikersMu, keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, hingga […]

expand_less