Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Bukan Untuk Setara

Bukan Untuk Setara

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
  • visibility 428
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rodiatun Mardiah*

“mampukah tuhan yang maha pencipta, menciptakan pencipta yang setara dengan dia?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang bisa saja menodai keyakinan dalam kebingungan dan keraguan tatkala mencoba untuk mencari jawabannya.

Kita analogikan seperti seseorang yang membuat kue misalnya. ia sangat handal dalam membuat kue dan juga manajemen produknya dengan berbagai sarana pendukung, sehingga menjadikan produk kue yang sempurna dan terkenal dimana-mana. Lantas, apakah hal itu berarti produk kuenya itu akhirnya setara dengan dia? Jelas tidak, karena sesempurna apapun produk kue itu, ia tetaplah dibuat oleh si pembuatnya.

Akan tetapi manusia sebagai makhluk dua dimensi, memungkinkan ia untuk mengenal dan berkomunikasi baik dengan entitas fisik ataupun supranatural. Begitu banyak sarana yang hanya diberikan sang pencipta hanya kepada manusia. Sebagaimana juga yang di analogikan oleh Jalaludin Rumi, selayaknya pohon pisang yang tumbuh kemudian berbuah lalu mati. Buahnya adalah manusia, yang dimana pohon pisang yang bertumbuh baik itu daunnya, batangnya, jantungnya, adalah dipersiapkan untuk buahnya.

Keadaan yang nyaris sempurna inilah yang tak jarang menimbulkan rasa tinggi hati atau kekeliruannya dalam mengkritisi ciptaan Tuhan yang lainnya, atau bahkan Tuhan itu sendiri. Padahal perlu dipahami bahwa penciptaan manusia dengan berbagai kelebihan yang tidak di berikan kepada makhluk lainnya ini adalah sebagai sarana dari Tuhan untuk manusia bisa melaksanakan tujuannya diciptakan.

Manusia itu berbeda

Tentu saja kita akan mencapai kesepakatan bahwa manusia itu berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Tidak hanya berbeda akan tetapi justru sangat istimewa. Bagaimana tidak? Manusia nyaris memiliki segala unsur alam semesta didalam dirinya, baik itu unsur biologis, kimia, mineral bahkan sampai unsur hewan dan tumbuhan juga ada dalam satu objek ciptaan Tuhan yang disebut manusia ini.

Dan tentunya unsur yang paling istimewa dan tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain namun dimiliki oleh manusia adalah akal. Tuhan mengistimewakan manusia dengan srana yang luar biasa itu. Hal ini pula yang membuat manusia kadang disebut sebagai hewan yang berpikir, atau hewan yang berbicara. Keberadaan akal inilah yang menuntun manusia untuk mampu berkomunikasi, berekspresi, dalam bentuk sombol yang berbeda dengan makhluk lainnya.

Tiga sarana istimewa

Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya dianugerahi sarana-sarana istimewa, yaitu akal, hati atau intuisi dan wahyu.

Secara fungsional, akal dibagi mnjadi dua, yakni akal kognitif atau teoritis dan akal manajerial atau praktis. Dimana akal kognitif atau akal teoritis adalah akal yang membantu manusia untuk meraih atau menyusun ilmu pengetahuan dengan mengabstraksi makna, baik itu dari data-data yang diperoleh melalui indra ataupun konsep-konsep mentaldengan mengelompokkannya kedalam kategori-kategori tertentu membentuk konsep-konsep universersal. Dan kemampuan mengabstraksikan makna melalui konsep-konsep mental yang abstrak hanya dimiliki oleh manusia. Dengan proses penyusunan data-data baik melalui indra ataupun konsep mental inilah manusia dapat menghasilkan suatu ilmu dan berbagai klasifikasinya.

Kemudian ada akal manajerial atau praktis yang tentu tidak kalah pentingnya. Bagaimana tidak, komposisinya yang terdiri dari nafsu syahwat, nafsu amarah dan nafsu rasional apabila tidak dikelola dengan baik dan seimbang maka akan berpengaruh fatal pada jiwa manusia sehingga mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

Sebagaimana halnya akal, hati atau intuisi yang juga merupakan sarana istimewa dari tuhan untuk manusia juga mampu untuk menangkap objek-objek immaterial, hanya saja dengan cara yang berbeda. Dan keberadaan hati ini pula yang memungkinkan manusia menjadi makhluk dua dimensi, karena ia berpotensi untuk menjadi media komunikasi antara manusia dengan entitas spiritual atau ruhani, serta menerima ilham dan wahyu.

Wahyu merupakan pedoman yang berupa firman dari Tuhan. Berbeda dengan akal dan hati, wahyu merupakan sarana tambahan yang haya diberikan Tuhan kepada manusia pilihan-Nya baik secara langsung maupun tidak. Akal, wahyu dan hati tentunya saling terhubung. Dimana akal jelas diberikan tuhan agar manusia mampu untuk memahami wahyu dan wahyu yang hadir untuk mengarahkan dna meluruskan kerja akal.

Lantas apa tujuan diciptakannya manusia?

Dalam QS. Al-Dzariyat ayat 56, Allah berfirman bahwasanya manusia dan jin diciptakan untuk beribadah. Tentusaja tidak hanya manusia dan jin, akan tetapi alam semesta diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimaa firman-Nya dalam QS. Al-Hasyr ayat 24. Akan tetapi, ada satu tujuan penciptaan yang hanya dikhususkan kepada manusia. Yakni untuk menjadi khalifah (QS. Al-Baqarah ayat 31).

Manusialah satu-satunya yang dimandatkan tugas untuk melaksanakan kehendak-kehendak Tuhan dimuka bumi. Tentu saja bentuk literal pelaksanaannya adalah untuk memakmurkan bumi dan bentuk kontekstualnya dengan membangun peradaban dan kebudayaan

Dan tentunya dengan dibekali sarana VVIP berupa akal, hati dan wahyu manusia pantas dan berpotensi untuk menjalankan mandat Tuhan untuk menjadi khalifah dimuka bumi, guna memakmurkan bukan merusak dengan berbagai perbuatan tercela. Dan selalu berpegang kepada ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan. Gunakan berbagai fasilitas istimewa untuk meneropong ayat-ayat Tuhan guna memahami dan melaksakan perintahnya, bukan justru untuk dimanfaatkan sebagai sarana memenuhi harapan atau bahkan bersikap seolah setara dengan Tuhan.

*Penulis adalah Kader PK IMM FAI UMY, Alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sonia, Siswa SMP Muhammadiyah 3 Al-Mujahidin Tembus Final Nasional

    Sonia, Siswa SMP Muhammadiyah 3 Al-Mujahidin Tembus Final Nasional

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 737
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, semangat santri Pesantren Al-Mujahidin, Balikpapan, untuk berprestasi terus bermunculan. Yang terbaru, Santri bernama Sonia Salma Hasan berhasil lolos ke babak final nasional lomba bercerita dalam bahasa Inggris. Hal itu berdasarkan pengumuman resmi pihak panitia MBF yang menyatakan ada 10 peserta yang lolos ke final secara nasional. Dalam […]

  • FMIPA Unmul dan PW ‘Aisyiyah Kaltim Perkuat Kemitraan Bersama SMAN 8 Balikpapan, Dukung Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Mangrove

    FMIPA Unmul dan PW ‘Aisyiyah Kaltim Perkuat Kemitraan Bersama SMAN 8 Balikpapan, Dukung Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Mangrove

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan organisasi masyarakat kembali diperkuat untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Kalimantan Timur sepakat memperluas kemitraan dalam bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan melalui program penguatan literasi lingkungan serta penanaman mangrove di lingkungan […]

  • ECO BHINNEKA MUHAMMADIYAH GELAR SOSIALISASI INKLUSIF DIFABEL JELANG KAMPANYE WALK FOR PEACE AND CLIMATE JUSTICE

    ECO BHINNEKA MUHAMMADIYAH GELAR SOSIALISASI INKLUSIF DIFABEL JELANG KAMPANYE WALK FOR PEACE AND CLIMATE JUSTICE

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Menjelang kampanye “Walk for Peace and Climate Justice” bulan depan, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi Interaksi Bersama Kelompok Difabel, kegiatan ini bertempat di Aula Lantai 1 Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (28/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran lintas komunitas dan pemuda lintas iman dalam menciptakan ruang […]

  • Jarak Antara Nilai dan Realitas dalam Tubuh Ikatan

    Jarak Antara Nilai dan Realitas dalam Tubuh Ikatan

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Oleh: Teguh Jairyanur Akbar, Ketua Umum IMM FEB UMS “Il n’y a pas des sots si incommodes que ceux qui ont de l’esprit – Tidak ada orang bodoh yang menyulitkan daripada yang punya sedikit akal” -Sherlock Holmes Dengan menyebut nama Allah. Tuhan segala alam yang menentukan awal dan yang menggariskan akhir. Dengan ini, kami persembahkan […]

  • Stadium Generale Baitul Arqam UAD: Kepribadian Kader Muhammadiyah yang ideal

    Stadium Generale Baitul Arqam UAD: Kepribadian Kader Muhammadiyah yang ideal

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Stadium Generale menjadi materi pertama dalam kegiatan Baitul Arqam sesi 1 Mahasiswa UAD angkatan 2023 pada hari Sabtu, 14 Desember 2024 di Masjid Islamic Center UAD Kampus 4 disiarkan secara offline dan online pada kanal Youtube LPSI UAD. Stadium Generale ini tidak hanya dibersamai dengan pemateri yang memberikan informasi materi yang ada […]

  • 8 Kambing di Tahun Kedua, BikersMu Kota Blitar Tegaskan Dakwah Bukan Sekadar Touring

    8 Kambing di Tahun Kedua, BikersMu Kota Blitar Tegaskan Dakwah Bukan Sekadar Touring

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blitar — Langkah dakwah BikersMu Chapter Kota Blitar terus melaju. Memasuki tahun kedua pelaksanaan program qurban, komunitas pengendara Muhammadiyah ini mencatat peningkatan yang signifikan. Jika pada tahun sebelumnya hanya menyembelih dua ekor kambing, tahun ini BikersMu Kota Blitar berhasil menghimpun dan menyembelih delapan ekor kambing dalam program Qurban Bareng BikersMu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada […]

expand_less