Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Proses Manusia Memanusiakan Manusia

Proses Manusia Memanusiakan Manusia

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
  • visibility 500
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Baso Muhammad Wahidin
Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS

Penting untuk diingat bahwa setiap manusia memiliki pengalaman dan jalan hidup yang yang beraneka ragam keunikannya. Keberhasilan sebagai manusia tidak selalu bergantung pada pandangan orang lain. Konsep identitas manusia telah lama menjadi pusat perhatian dalam berbagai bidang ilmu, budaya dan agama. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki beragam dimensi yang membentuk identitasnya, baik dari segi fisik, sosial maupun psikologi.

Pesan Kemanusiaan Baginda Nabi

Manusia dan kemanusiaan menjadi perhatian yang serius dalam Islam. Ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali mensyi’arkan agama Islam, kondisi negeri arab sedang mengalami kebejatan moral dan pelecehan nilai-nilai kemanusiaan yang parah. Perang dan pertumpahan darah karena fanatisme antarsuku terjadi di mana-mana. Kaum hawa diinjak-injak martabatnya, mengubur hidup-hidup bayi perempuan karena dianggap tidak berguna dan memalukan keluarga.

Pesan kemanusiaan juga sangat jelas disampaikan Rasulullah dalam haji wada’ pada tahun ke-10 Hijriah. Saat itu Rasulullah seperti memberi isyarat malalui pidato tentang tanda-tanda bahwa beliau akan meninggalkan dunia ini. Para sahabat yang peka akan tanda-tanda itu tidak kuasa membendung air mata dan haji wada’ itupun dibanjiri air mata dan kesan yang mendalam. Di tengah suasana haru tersebut, sebuah pesan keluar dari lisan Rasulullah SAW:

“Wahai manusia, ingatlah, sesungguhnya tuhanmu adalah satu dan nenek moyangmu juga satu. Tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa lain. Tidak ada kelebihan bangsa lain terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah terhadap orang yang berkulit hitam. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit hitam terhadap yang berkulit merah. Kecuali yang membedakan adalah dengan takwanya.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi dan Haitsami).

Pidato Rasulullah tersebut mengandung pesan yang mendalam atas nilai-nilai kemanusiaan. Manusia bersumber dari satu leluhur yang dimuliakan Allah sehingga tidak boleh seorang pun merasa dirinya istimewa karena bangsanya, rasnya, asal daerahnya, bentuk fisiknya dibandingkan orang lain.  Soal derajat kemanusiaan, Islam memberi kriteria khusus, yaitu tingkatan takwa. Artinya, segala sesuatu tentang derajat manusia diukur dan dikembalikan kepada Allah SWT.

Faktor-faktor lingkungan, sosial dan budaya menjadi peran penting dalam proses menjadi manusia yang berkualitas. Untuk mencapai hal itu perlu melibatkan pemahaman diri, nilai-nilai personal serta tujuan hidup.  Melalui refleksi dan berbagai pengalaman hidup, seseorang akan membentuk prinsip-prinsip dasar interaksi dengan manusia lain.

Memanusiakan Manusia

Interaksi sosial memainkan peran penting dalam memvalidasi status manusia. Melalui koneksi dan komunikasi dengan orang lain, kita akan membangun relasi dan memahami dinamika dalam kehidupan bermasyarakat dengan baik. Memahami pandangan orang lain dan menghormati perbedaan menjadi elemen penting dalam menjadi manusia yang dihargai oleh sesama. Menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi sesama melalui pekerjaan, inovasi atau sukarela adalah beberapa cara untuk dinggap sebagai manusia yang bernilai dan  berharga.

Manusia akan diakui oleh manusia lain karena telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Makna hidup inilah yang akan mengembangkan bakat dan kemampuan sosial untuk kepentingan bersama. Salah satu komponen penting dalam menjadi manusia adalah empati. Kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain memungkinkan kita untuk berhubungan secara lebih mendalam dan menghargai perasaan dan pengalaman hidup mereka. Dengan merasakan emosi orang lain, kita dapat memberikan dukungan, mengatasi konflik, dan membangun hubungan yang lebih intensif. Empati juga mendorong kita untuk bertindak secara bijaksana, menghindari menyakiti perasaan orang lain dan lebih mementingkan kesejahteraan bersama.

Selain itu, etika dan moral juga mamainkan peran penting dalam pembentukan citra manusia. Menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral dalam hubungan dengan orang lain dan menjaga integritas pribadi adalah langkah rumit dalam menjadi manusia yang dihormati. Manusia dianggap manusia oleh sesama manusia ketika mereka menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral seperti kejujuran, rasa hormat dan empati. Ini memungkinkan kita sebagai manusia untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab dan mempertimbangkan dampak tindakan manusia kepada manusia yang lain dan terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, proses menjadi manusia yang dianggap manusia oleh manusia banyak melibatkan penyesuaian dengan norma dan nilai yang berlaku dalam lingkungan sosial. Tentu pandangan bahwa seseorang perlu dianggap sebagai manusia oleh orang lain untuk merasa berharga bisa menjadi beban yang berat. Memang kita hidup dalam masyrakat dengan norma dan nilai-nilai tertentu. Tetapi makna dan identitas seseorang seharusnya lebih dari dari persepsi eksternal.

Bagian terpenting adalah bagaimana kita bisa menghargai diri kita sendiri, bagaimana kita bisa berkontribusi dalam hidup kita dan bagaimana kita memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia. Menghargai diri sendiri tanpa terlalu banyak mengandalkan validasi eksternal dapat membantu mengurangi stress, tekanan darah dan meraih kebahagiaan yang lebih dalam.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftar UMS 2025 Naik Hampir 30 Persen, Catat Tren Positif Penerimaan Mahasiswa Baru

    Pendaftar UMS 2025 Naik Hampir 30 Persen, Catat Tren Positif Penerimaan Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Tren jumlah pendaftar mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS, terjadi kenaikan hampir 30 persen dari tahun 2023 hingga 2025. Hal ini disampaikan oleh Staf Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS, Fefy Sheilla Putri, S.I.Kom., saat ditemui di ruang […]

  • GELAR MUSYCAB KE-VI, PCA PERUMNAS JEMBRANA TEGASKAN ISU-ISU KEPEREMPUANAN

    GELAR MUSYCAB KE-VI, PCA PERUMNAS JEMBRANA TEGASKAN ISU-ISU KEPEREMPUANAN

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 301
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jembrana – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Perumnas Baler Bale Agung Negara, Jembrana menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) pada Ahad (26/11). Bertempat di TK ABA Perumnas, Musycab ini mengangkat tema “Semangat Perempuan Islam Berkemajuan, Bergembira Mencerahkan Bumi Jembrana.” Acara ini diawali dengan penampilan seru dari murid-murid TK ABA Perumnas. Pada pembukaan Musycab ke-VI ini turut hadir […]

  • Sinergitas Saudara, Atlet Kembar UMS Raih Medali Emas The First Muhammadiyah Games Cabor Pencak Silat

    Sinergitas Saudara, Atlet Kembar UMS Raih Medali Emas The First Muhammadiyah Games Cabor Pencak Silat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Penampilan fantastis Dika Dwi Pratama Putra dan Diky Tri Nugroho Putro, sukses mengantar atlet berdarah kembar asal kontingen Tapak Suci (TS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih medali emas di ajang The First Muhammadiyah Games Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat kategori Seni Ganda Putra. Dika dan Diky-sapaan akrabnya merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani […]

  • Ramadhan Bersama Gaza, Masjid Besar Al-Ikhlash Semin Hadirkan Syekh dari Gaza

    Ramadhan Bersama Gaza, Masjid Besar Al-Ikhlash Semin Hadirkan Syekh dari Gaza

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 259
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Gunungkidul – Pengajian Ahad Pagi yang dilaksanakan rutin oleh PCM Semin dibawah binaan Majelis Tabligh bekerja sama dengan Ta’mir Masjid Al Ikhlas Kota Semin pada hari Ahad 24 Maret 2024 mengambil tema khusus yaitu Ramadhan Bersama Gaza. Kajian ahad pagi ini dilaksanakan pukul 06.00-07.30 WIB. Pengajian rutin kali ini mengambil tema “Ramadhan Bersama Gaza” […]

  • Teori Kebahagiaan Ala Abdul Mu’ti

    Teori Kebahagiaan Ala Abdul Mu’ti

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 405
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo mengadakan resepsi Milad Muhammadiyah yang ke 111 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada Ahad 19 November 2023. Serangkaian acaranya meliputi tausiyah akbar bersama sekretaris umum pimpinan pusat muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed. Selain itu terdapat 5000 nasi pecel gratis, stand jajanan tradisional gratis. hiburan seni […]

  • Kesulitan dan Musibah Hasil dari Dosa dan Maksiat

    Kesulitan dan Musibah Hasil dari Dosa dan Maksiat

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 4.752
    • 0Komentar

    Oleh: Sabilla Qurratu Aini* Ketika musibah dan bencana datang menghampiri, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya. Ketika kita terdzholimi oleh orang lain kadang yang jadi sasaran untuk disalahkan pertama adalah tingkah orang bahkan langsung mencela sikap dan sifatnya. […]

expand_less