Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » DPP IMM SEBUT TAMBANG EMAS DI LATIMOJONG DI KUASAI OLIGARKI

DPP IMM SEBUT TAMBANG EMAS DI LATIMOJONG DI KUASAI OLIGARKI

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muh Idil, Ketua Bidang ESDM DPP IMM

Kawasan pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kian menjadi medan kontestasi kepentingan segelintir elite ekonomi. Di balik tambang emas yang menjanjikan kemakmuran itu, tersingkap praktik lama kapitalisme ekstraktif yang bertahan dalam rupa baru: kemitraan antarperusahaan tambang yang disokong oligarki, difasilitasi negara, dan dibungkam melalui bahasa pembangunan.

PT Masmindo Dwi Area, perusahaan pemegang konsesi tambang emas di Latimojong, dalam rilis resminya menyebutkan dua mitra kontraktor besar: PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia. Namun, di balik nama-nama ini, berdiri gurita kuasa modal yang sudah lama mengukir jejak dalam eksploitasi sumber daya alam Indonesia.

Di Balik Laporan Keuangan: Jejak Kuasa Modal

Laporan Keuangan Konsolidasian PT Petrosea Tbk tertanggal 27 Maret 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, dan ditandatangani oleh Presiden Direktur Michael, mengungkap benang merah lama antara korporasi tambang dan konglomerasi.

Hingga 2022, PT Indika Energy Tbk milik Arsjad Rasjid dan Agus Lasmono pernah menjadi pemegang saham Petrosea. Dalam periode inilah Petrosea dan PT Masmindo meneken kontrak jumbo, termasuk proyek FEED senilai lebih dari Rp185 miliar dan Notice to Proceed sebesar Rp58 miliar. Bahkan, kontrak perpanjangan senilai Rp95 miliar diteken pada 2022, dengan masa berlaku hingga Agustus 2025.

Walau Indika kini resmi lepas dari Petrosea, tidak berarti gurita kuasa telah putus. Justru, relasi bisnis tambang tetap berlangsung di antara mereka yang sejak awal sudah menguasai denyut ekonomi ekstraktif di republik ini.

Oligarki di Ruang Kendali

Siapa sebenarnya pemilik dari perusahaan-perusahaan ini?

Petrosea kini berada dalam kendali PT Kreasi Jaya Persada milik Prajogo Pangestu—orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024. Sementara PT Macmahon Indonesia, meski berbendera Australia, sepenuhnya dikuasai pihak Indonesia melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Di dalamnya, terbenam kepemilikan Salim Group melalui PT Sumber Gemilang Persada (45,18%), PT Medco milik Agoes Projosasmito, dan AP Investment yang juga terhubung dengan elite tambang nasional.

Jaringan saham berlapis itu tidak berhenti pada nama-nama besar tersebut. Happy Hapsoro, suami Ketua DPR Puan Maharani, juga disebut memiliki saham di Petrosea. Demikian pula Romo Nitiyudo, pemilik Indotan Group yang sebelumnya terlibat dalam sengketa tambang di Blok Wabu, Papua.

Skema Proxy: Kuasa Tanpa Tanda Tangan

Apa yang terjadi di Latimojong bukan hanya cerita tentang kontrak, melainkan tentang bagaimana oligarki menyamarkan kuasa melalui skema proxy business. Skema ini melibatkan

perusahaan cangkang, perantara kepemilikan, hingga rekayasa struktur saham untuk menyamarkan pengaruh nyata. Hasilnya: penguasaan tambang berlangsung tanpa jejak langsung, sementara tanggung jawab sosial dan ekologis dilemparkan ke pihak-pihak ketiga.

Praktik ini melanggengkan apa yang disebut David Harvey sebagai accumulation by dispossession—akumulasi modal melalui perampasan. Tanah dan hutan disulap menjadi “aset” tambang; rakyat kehilangan ruang hidup, sementara perusahaan panen dividen.

Tambang Murah, Bencana Mahal

Masyarakat Luwu telah lama memendam keresahan. Model tambang terbuka (open pit mining) yang direncanakan Masmindo merupakan metode murah bagi korporasi, tapi mahal bagi lingkungan dan masyarakat. Risiko longsor, banjir, dan rusaknya sumber mata air kini menjadi harga yang tak dibayar dalam neraca laba rugi perusahaan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sempat meminta agar metode ini dikaji ulang. Namun, tanpa tindak lanjut konkret, pernyataan itu hanya menjadi kosmetik populis di tengah derasnya tekanan modal.

Jika pemerintah benar berpihak pada rakyat, seharusnya dibentuk tim evaluasi independen yang melibatkan akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas adat. Namun, hingga kini, suara-suara dari bawah seolah dikubur bersama tanah-tanah yang digali.

Emas untuk Mereka, Lumpur untuk Rakyat

Pertanyaannya sederhana: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari tambang emas Latimojong?

Jawabannya, lagi-lagi: segelintir elit ekonomi-politik yang menguasai tambang di berbagai pelosok negeri. Dari Papua hingga Sulawesi, dari Wabu hingga Latimojong, pola relasi kuasa tetap sama: rakyat dijanjikan kesejahteraan, tapi hanya diberi upah murah, polusi, dan konflik agraria.

Di tengah hiruk-pikuk narasi “hilirisasi” dan “investasi hijau”, tambang Latimojong menunjukkan bahwa model ekonomi ekstraktif belum berubah. Ini bukan tentang emas, tapi tentang bagaimana negara terus gagal menjadi pelindung rakyat dari kuasa kapital.

Negara, Untuk Siapa?

Negara seharusnya berdiri sebagai penyeimbang antara kepentingan rakyat dan kekuatan modal. Namun ketika negara justru menjadi fasilitator akumulasi, maka pertanyaan dasarnya bukan lagi soal tambang—melainkan soal legitimasi: negara ini milik siapa?

Latimojong bukan sekadar lanskap geografis. Ia adalah cermin telanjang dari politik sumber daya di Indonesia: rakyat menunggu keadilan, sementara oligarki terus menambang, menambang, dan menambang.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Kebangsaan DPP IMM Lahirkan 7 Rekomendasi Strategis untuk Demokrasi yang Bermutu

    Forum Kebangsaan DPP IMM Lahirkan 7 Rekomendasi Strategis untuk Demokrasi yang Bermutu

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyelenggarakan Forum Kebangsaan bertajuk “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme” di Jakarta sebagai ruang dialog strategis untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia. Forum ini menghadirkan akademisi, praktisi, pengambil kebijakan, dan aktivis guna merumuskan rekomendasi kebijakan yang […]

  • Lazismu Demak Salurkan Bantuan Benah Rumah untuk Warga Mutih Wetan

    Lazismu Demak Salurkan Bantuan Benah Rumah untuk Warga Mutih Wetan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Demak – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Demak kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi sosial masyarakat dengan menyalurkan bantuan melalui program Benah Rumah kepada salah satu warga di Desa Mutih Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Bantuan tersebut diberikan kepada Ibu Debora Valentina pada Jumat, 15 Agustus 2025. Penyerahan bantuan berlangsung di rumah […]

  • Pencerdasan di Bulan Ramadhan, IMM Shabran UMS Gelar Kantin Bu Hajjah

    Pencerdasan di Bulan Ramadhan, IMM Shabran UMS Gelar Kantin Bu Hajjah

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 155
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS menyelenggarakan kegiatan Kajian Rutin dua bulanan Pondok Hajjah Nuriyah Shabran (Kantin Bu Hajjah). Kegiatan tersebut diadakan pada hari Selasa sore, 12 Maret 2024, bertepatan di Masjid Ma’had Abu Bakar UMS. Acara yang dilaksanakan dalam […]

  • Hijaukan Desa Padangan: Kelompok 11 KKN UIN Syekh Wasil Kediri Refleksikan Semangat Ekoteologi Melalui Penanaman Bibit Pohon

    Hijaukan Desa Padangan: Kelompok 11 KKN UIN Syekh Wasil Kediri Refleksikan Semangat Ekoteologi Melalui Penanaman Bibit Pohon

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KEDIRI – Dalam rangka mengimplementasikan program strategis Kementerian Agama sekaligus mewujudkan kepedulian lingkungan, Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syekh Wasil Kediri melangsungkan seremonial simbolis penanaman bibit pohon produktif di Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, pada Kamis (15/01). Kegiatan bertajuk “Bumi Lestari” ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa untuk mengabdi secara nyata […]

  • UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Intercultural Sharing Session, yang menghadirkan mahasiswa internasional dari Uzbekistan, serta mahasiswa UMS dari berbagai program studi. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik dan budaya antar mahasiswa lintas negara. UMS mengadakan Program Inbound Mobility […]

  • Fun Labwork Experience Jadi Daya Tarik Pembelajaran Praktikum Biologi di UMS

    Fun Labwork Experience Jadi Daya Tarik Pembelajaran Praktikum Biologi di UMS

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat perannya dalam mendekatkan dunia perkuliahan kepada siswa SMA melalui program Fun Labwork Experience (FLE) yang kini telah memasuki seri kelima. Program FLE menjadi salah satu agenda unggulan Pendidikan Biologi UMS dalam memberikan pengalaman belajar berbasis praktikum […]

expand_less