Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Wajah Baru dalam Wacana Politik DPP IMM

Wajah Baru dalam Wacana Politik DPP IMM

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
  • visibility 755
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Tegar Lesmana, Aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah

Politik saat ini sedang berada di titik nadir, beberapa waktu yang lalu Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza melakukan kegiatan simbolik dengan membawa Ketua Umum sebelumnya Abdul Musawir Yahya kehadapan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Tindakan yang dilakukan oleh DPP  IMM telah menunjukan sebuah wajah baru politik bagi IMM, proses politik yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP IMM memberikan gambaran tentang tindakan yang memilukan sebab kehadiran DPP IMM yang selama ini diharapkan sebagai kompas moral untuk setiap kader, justru menggadaikan diri kepada gelanggang kekuasaan, agar lebih jelas ketua PSI merupakan anak kandung Presiden Joko Widodo dan juga adik kandung dari Wakil Presiden terpilih 2024-2029, gelagat gerakan yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza tidak menggambarkan High Politics yang dicanangkan oleh Muhammadiyah. Kerangka moral pemikiran politik Muhammadiyah tidak lagi menjadi rujukan kader, seperti Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza.

DPP IMM saat ini hanya merupakan bentuk dari batu loncatan agar kedepannya. Kader-kader yang telah berada di dalam struktural DPP IMM dapat dilirik oleh petinggi-petinggi politik. Hal ini dapat meningkatan tingkah laku yang buruk dalam upaya untuk menjaga nilai-nilai perjuangan IMM, ciri-ciri kader IMM yang seharusnya menjadi cendekiawan islam yang selalu mengutamakan umat, justru telah pelan menuju kearah pragmatism yang membabi buta, mengamankan kepentingan individu dan kepentingan kelompok sendiri.

Tragisnya, tindakan yang dilakukan oleh DPP IMM tampak dibiarkan begitu saja oleh kader dan bahkan beberapa justru mendukung penuh, dengan argumentasi bahwa sudah seharusnya IMM mengisi pos-pos strategis, argumentasi yang permisif ini menunjukan bahwa sebagian dari kader IMM memiliki kelakar yang menghalalkan tindakan nir moral. Selaras dengan upaya menidurkan perilaku kritis dari kader. Nilai moral pelan. Namun, pasti telah menuju pada ujung kematian saat ketika kader tidak mampu lagi untuk berpikir secara rasional dan kemudian mengkultuskan personalia seseorang tokoh politik

Menilik dari perilaku Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza dapat digelarkan pula pada dirinya sebagai the root of evil (akar kejahatan) hal ini berkesinambungan dengan upaya-upaya politik pragmatis Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza, beradasarkan rekam jejak yang dapat disaksikan secara vulgar oleh setiap kader.

Realisme politik tanpa memperdulikan etika dan moral, telah menjadi konsumsi yang lumrah di negara Indonesia, dikarenakan percontohan dari rezim saat ini, DPP IMM tanpa terkecuali juga ikut serta mengaminkan tindakan-tindakan binal. Riyan Betra Delza menjadi sebuah simbol sosok penjilat kekuasaan.

Politik balas budi menjadi faktor, mengapa kemudian Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza menggadaikan diri dan membawa ikatan kehadapan politisi dengan mengantarkan Mantan Ketua Umum DPP IMM Abdul Musawir Yahya. Terpilihnya sosok Riyan Betra Delza tidak lepas dengan tangan besi elite-elite IMM yang salah satunya adalah Abdul Musawir Yahya, upaya mobilisasi massa yang besar untuk mendukung Riyan Betra Delza, maka peringai untuk membalas budi tersebut dengan menggunakan IMM sebagai lokomotif Abdul Musawir Yahya untuk menunjukkan diri kepada Ketua Partai PSI Kaesang Pangarep.

Kebenaran yang telah hilang digantikan oleh, akomodasi kepentingan material, telah menjadi aktor utama proses-proses politik yang brutal dan bengis kali ini, karakteristik perpolitikan tidak hanya memengaruhi para petinggi partai, akan tetapi telah meracuni banyak elemen masyarakat, dan DPP IMM telah terjangkit penyakit tersebut. Menghadapkan diri kepada seorang sosok yang melanggengkan politik dinasti, memberikan petanda bahwa secara perlahan DPP IMM akan membuat kader tidur dengan musuh (sleeping with the enemy).

Upaya menemukan kembali arah gerakan IMM menjadi tajuk utama kedepannya kader-kader, kiranya sosok pemimpin yang kerdil menciptakan benih-benih kekuataan, dari sebuah keterpurukan. Congkak perlawan yang sudah menjadi tanggung jawab moral kader dalam melihat fenomena tingkah laku petinggi-petinggi IMM, dapat diibaratkan sebagai wacana politik yang menginginkan kembalinya DPP IMM ke jalan yang lurus.

Wacana politik saat ini yang telah menjerumus pada tata kelola yang sifatnya hanya bicara tentang materialism tidak lagi bicra mengenai esensi. Wacana high politics Muhammadiyah yang menjadi rujukan oleh kader-kader terutama pada tataran mahasiswa, telah di kotori oleh kekerdilan jiwa yang dimiliki nahkoda Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza. Ketua Umum sudah seharusnya menjadi Uswatun Hasanah sebagai percontohan bagi yang dibawah, iklim yang dibangun oleh Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza merendahkan martabat dan kedudukan IMM yang telah di bangun dengan besar oleh tokoh-tokoh sebelumnya.

Nurani ikatan menjadi corak utama agar rasa keinginan untuk melakukan ikhtiar bersama dalam rangka mengkritisi tindakan yang merusak nilai-nilai ikatan, sekalipun kader perlu untuk mawas diri terhadap perilaku-perilaku yang sekiranya menyeleweng dari yang sebenarnya. “Buta terburuk adalah buta politik”. Kata Bertolt Brecht.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Kelompok 09 Desa Purut UMSURA Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta PHBS

    Mahasiswa KKN Kelompok 09 Desa Purut UMSURA Gelar Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta PHBS

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PROBOLINGGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri Purut 1, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, mulut, dan lingkungan sejak […]

  • Tajdid : Solusi Problematika Kontemporer

    Tajdid : Solusi Problematika Kontemporer

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 181
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Di tengah acara Munas Tarjih ke-32, Al Yasa Abubakar salah satu pemateri dalam acara tersebut mengatakan bahwa, Dinamika Pengembangan Manhaj Istinbath Hukum Islam dalam Merespons Problematika Kontemporer menjadi tema yang diberikan panitia kepadanya. Menurut Yasa, tema ini relatif sangat luas di samping tentu sangat menarik, karena dapat dimaknai sebagai upaya tajdid (pembaharuan) […]

  • UMS Raih Predikat Unggul SIMKATMAWA 2025, Bukti Tata Kelola Kemahasiswaan Berkualitas

    UMS Raih Predikat Unggul SIMKATMAWA 2025, Bukti Tata Kelola Kemahasiswaan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu kemahasiswaan dengan diraihnya predikat Unggul dalam penilaian SIMKATMAWA (Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan Perguruan Tinggi) pada capaian tahun 2025. Capaian ini berdasarkan Surat Pengumuman Kemendikti Saintek nomor: 4774/B2/DT.01.01/2025 yang menjadi indikator bahwa UMS berhasil menjalankan tata kelola kemahasiswaan yang terstruktur, […]

  • Raih Medali Emas, Taqwa Torehkan Prestasi Membanggakan Pada Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament  2020

    Raih Medali Emas, Taqwa Torehkan Prestasi Membanggakan Pada Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament 2020

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – International Pencak Silat Federation (IPSF) atau Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat) menggelar turnamen tingkat internasional bertajuk “Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament  2020”, 15-17 Agustus.  Turnamen tersebut digelar sebagai salah satu promosi cabang olahraga pencak silat sehingga bisa lebih dikenal dunia, yang nantinya akan memudahkan untuk diimplementasikan pada ajang Olimpiade. Dengan diikuti […]

  • WikiMu: Ensiklopedia Digital Berbasis Keislaman dan Kemuhammadiyahan Menuju Islam Rahmatan Lil Alamiin

    WikiMu: Ensiklopedia Digital Berbasis Keislaman dan Kemuhammadiyahan Menuju Islam Rahmatan Lil Alamiin

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Oleh: Rio Ahmad Ghofarudin, Mahasiswa Univesirtas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kemajuan teknologi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap interaksi masyarakat. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat langsung diketahui akibat kemajuan teknologi (globalisasi). Pada zaman dahulu untuk mengabarkan suatu informasi membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat dilakukan hanya sekian detik saja. Cepatnya akses informasi di […]

  • Prodi Arsitektur UMS Matangkan Kurikulum Internasional Menuju Akreditasi KAAB

    Prodi Arsitektur UMS Matangkan Kurikulum Internasional Menuju Akreditasi KAAB

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyiapkan kurikulum bertaraf internasional sebagai langkah strategis menuju akreditasi dari Korean Architecture Accreditation Board (KAAB). Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Prodi Arsitektur UMS menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kurikulum Internasional (4+1)” pada Senin, 19 Mei 2025 di […]

expand_less