Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Wajah Baru dalam Wacana Politik DPP IMM

Wajah Baru dalam Wacana Politik DPP IMM

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
  • visibility 802
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Tegar Lesmana, Aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah

Politik saat ini sedang berada di titik nadir, beberapa waktu yang lalu Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza melakukan kegiatan simbolik dengan membawa Ketua Umum sebelumnya Abdul Musawir Yahya kehadapan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Tindakan yang dilakukan oleh DPP  IMM telah menunjukan sebuah wajah baru politik bagi IMM, proses politik yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP IMM memberikan gambaran tentang tindakan yang memilukan sebab kehadiran DPP IMM yang selama ini diharapkan sebagai kompas moral untuk setiap kader, justru menggadaikan diri kepada gelanggang kekuasaan, agar lebih jelas ketua PSI merupakan anak kandung Presiden Joko Widodo dan juga adik kandung dari Wakil Presiden terpilih 2024-2029, gelagat gerakan yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza tidak menggambarkan High Politics yang dicanangkan oleh Muhammadiyah. Kerangka moral pemikiran politik Muhammadiyah tidak lagi menjadi rujukan kader, seperti Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza.

DPP IMM saat ini hanya merupakan bentuk dari batu loncatan agar kedepannya. Kader-kader yang telah berada di dalam struktural DPP IMM dapat dilirik oleh petinggi-petinggi politik. Hal ini dapat meningkatan tingkah laku yang buruk dalam upaya untuk menjaga nilai-nilai perjuangan IMM, ciri-ciri kader IMM yang seharusnya menjadi cendekiawan islam yang selalu mengutamakan umat, justru telah pelan menuju kearah pragmatism yang membabi buta, mengamankan kepentingan individu dan kepentingan kelompok sendiri.

Tragisnya, tindakan yang dilakukan oleh DPP IMM tampak dibiarkan begitu saja oleh kader dan bahkan beberapa justru mendukung penuh, dengan argumentasi bahwa sudah seharusnya IMM mengisi pos-pos strategis, argumentasi yang permisif ini menunjukan bahwa sebagian dari kader IMM memiliki kelakar yang menghalalkan tindakan nir moral. Selaras dengan upaya menidurkan perilaku kritis dari kader. Nilai moral pelan. Namun, pasti telah menuju pada ujung kematian saat ketika kader tidak mampu lagi untuk berpikir secara rasional dan kemudian mengkultuskan personalia seseorang tokoh politik

Menilik dari perilaku Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza dapat digelarkan pula pada dirinya sebagai the root of evil (akar kejahatan) hal ini berkesinambungan dengan upaya-upaya politik pragmatis Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza, beradasarkan rekam jejak yang dapat disaksikan secara vulgar oleh setiap kader.

Realisme politik tanpa memperdulikan etika dan moral, telah menjadi konsumsi yang lumrah di negara Indonesia, dikarenakan percontohan dari rezim saat ini, DPP IMM tanpa terkecuali juga ikut serta mengaminkan tindakan-tindakan binal. Riyan Betra Delza menjadi sebuah simbol sosok penjilat kekuasaan.

Politik balas budi menjadi faktor, mengapa kemudian Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza menggadaikan diri dan membawa ikatan kehadapan politisi dengan mengantarkan Mantan Ketua Umum DPP IMM Abdul Musawir Yahya. Terpilihnya sosok Riyan Betra Delza tidak lepas dengan tangan besi elite-elite IMM yang salah satunya adalah Abdul Musawir Yahya, upaya mobilisasi massa yang besar untuk mendukung Riyan Betra Delza, maka peringai untuk membalas budi tersebut dengan menggunakan IMM sebagai lokomotif Abdul Musawir Yahya untuk menunjukkan diri kepada Ketua Partai PSI Kaesang Pangarep.

Kebenaran yang telah hilang digantikan oleh, akomodasi kepentingan material, telah menjadi aktor utama proses-proses politik yang brutal dan bengis kali ini, karakteristik perpolitikan tidak hanya memengaruhi para petinggi partai, akan tetapi telah meracuni banyak elemen masyarakat, dan DPP IMM telah terjangkit penyakit tersebut. Menghadapkan diri kepada seorang sosok yang melanggengkan politik dinasti, memberikan petanda bahwa secara perlahan DPP IMM akan membuat kader tidur dengan musuh (sleeping with the enemy).

Upaya menemukan kembali arah gerakan IMM menjadi tajuk utama kedepannya kader-kader, kiranya sosok pemimpin yang kerdil menciptakan benih-benih kekuataan, dari sebuah keterpurukan. Congkak perlawan yang sudah menjadi tanggung jawab moral kader dalam melihat fenomena tingkah laku petinggi-petinggi IMM, dapat diibaratkan sebagai wacana politik yang menginginkan kembalinya DPP IMM ke jalan yang lurus.

Wacana politik saat ini yang telah menjerumus pada tata kelola yang sifatnya hanya bicara tentang materialism tidak lagi bicra mengenai esensi. Wacana high politics Muhammadiyah yang menjadi rujukan oleh kader-kader terutama pada tataran mahasiswa, telah di kotori oleh kekerdilan jiwa yang dimiliki nahkoda Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza. Ketua Umum sudah seharusnya menjadi Uswatun Hasanah sebagai percontohan bagi yang dibawah, iklim yang dibangun oleh Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza merendahkan martabat dan kedudukan IMM yang telah di bangun dengan besar oleh tokoh-tokoh sebelumnya.

Nurani ikatan menjadi corak utama agar rasa keinginan untuk melakukan ikhtiar bersama dalam rangka mengkritisi tindakan yang merusak nilai-nilai ikatan, sekalipun kader perlu untuk mawas diri terhadap perilaku-perilaku yang sekiranya menyeleweng dari yang sebenarnya. “Buta terburuk adalah buta politik”. Kata Bertolt Brecht.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Milad IPM ke-63, PP IPM Akan Gelar Resepsi Termegah

    Semarak Milad IPM ke-63, PP IPM Akan Gelar Resepsi Termegah

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 286
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Dalam rangka mewarnai semarak Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajaran Muhammadiyah (PP IPM) akan mengadakan Resepsi Milad IPM ke-63, pada Selasa (30/7/2024) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Acara Resepsi Milad ke-63 ini berkenaan akan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Perdagangan […]

  • LDK PP Muhammadiyah Merangkul Komunitas Disabilitas dengan Dakwah Inklusif

    LDK PP Muhammadiyah Merangkul Komunitas Disabilitas dengan Dakwah Inklusif

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta Barat – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan kegiatan pembinaan keagamaan yang menggugah dan menyentuh hati bagi Komunitas Disabilitas di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat (17/5). Melalui program ini, LDK Muhammadiyah menunjukkan komitmen kuat bahwa dakwah harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dengan penuh […]

  • Program Kerja Mengajar Ngaji KKN Kelompok 09 UMSURA di TPQ Baitul Haq Desa Purut

    Program Kerja Mengajar Ngaji KKN Kelompok 09 UMSURA di TPQ Baitul Haq Desa Purut

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Probolinggo, – Bertempat di Gedung Utama TPQ Baitul Haq yang beralamat di Desa Purut, telah diselenggarakan kegiatan Penutupan Resmi Program Kerja Mengajar Ngaji oleh Mahasiswa KKN Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya. Program mengajar ngaji dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, yaitu pada 18–19 Juli 2026 dan 25–26 Juli 2026, karena pada hari-hari tersebut ustadz dan ustadzah […]

  • Fokal IMM Dukung Langkah IMM Kaltim Wujudkan Muktamar IMM ke-XXI di Samarinda

    Fokal IMM Dukung Langkah IMM Kaltim Wujudkan Muktamar IMM ke-XXI di Samarinda

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SAMARINDA — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menyiapkan langkah besar untuk mewujudkan penyelenggaraan Muktamar IMM ke-XXI tingkat nasional di Kota Samarinda pada tahun 2026. Bagi IMM Kaltim, rencana ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan gerakan strategis untuk meneguhkan eksistensi dan kebangkitan mahasiswa Muhammadiyah dari tanah Borneo. Terlebih rencana itu mendapat dukungan […]

  • MPKSDI PP Muhammadiyah Salurkan Beasiswa Modal Usaha bagi 50 Kader Entrepreneur

    MPKSDI PP Muhammadiyah Salurkan Beasiswa Modal Usaha bagi 50 Kader Entrepreneur

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) menggelar acara Pentasyarufan Beasiswa Kader Sarjana Wirausaha Muhammadiyah 2025 di Ruang Sidang Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (29/7/26). Sebanyak 50 kader yang memiliki talenta entrepreneur di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpilih untuk menerima beasiswa berupa modal usaha. […]

  • LDK PP Muhammadiyah Audiensi ke Kemendikdasmen, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

    LDK PP Muhammadiyah Audiensi ke Kemendikdasmen, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) pada Kamis, 30 Juli 2025, bertempat di kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, LDK PP Muhammadiyah diwakili oleh Drs. Agus Tri Sundani, M.Si. selaku Wakil Ketua, Mufid Habib Musthofa, M.Si. selaku Bendahara, […]

expand_less