Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Alhamdulillah, membersamai teman-teman di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar bertajuk, “Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan, Rabu, 31 Mei 2023 yang lalu. Hadir menyampaikan pidato kunci Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor), dan Prof. Dr. M. Abdul Fattah Santoso, sebagai narasumber.

Beberapa catatan dan pokok pikiran yang sempat saya sampaikan sebagai berikut:

1) KH Ahmad Dahlan lebih mempresentasikan sosok “man of action” daripada “man of thought”. Kisah pengajaran surah Al-Ma’un berbulan-bulan sampai menjadi “tafsir ‘amali” menjadi bukti nyata. Menjadikan Al-Qur’an sebagai aktivitas (praksis-sosial), dan tak semata-mata sebagai kata-kata suci. Beliau berhasil memadukan secara indah antara teosentrisme dan aktivisme social kemanusiaan. Hal ini memerlukan etos kerja dan mobilitas sosial yang berorientasi menebar manfaat dalam amal-amal sosial yang kongkret (al-itsar; altruistik); “membumikan Islam”, dan bukan slogan hampa.

2) KH Ahmad Dahlan mendirikan “voluntary association” agar dakwah tidak terpusat dan tergantung pada tokoh sentral, tetapi sistem. Selain itu beliau mengajarkan makna “ijtihad” : the idea of progress, sejarah yang selalu bergerak maju. Semuanya dalam bingkai “tajdid” : keseimbangan antara purifikasi (tsawabit) dan dinamisasi (mutaghayyirat).

3) Rasionalisasi yang dikembangkannya tak lain dari kritik terhadap nativisme yang tidak sesuai dengan ajaran Wahyu, serta bertentangan akal sehat manusia. Sebab itu pula, Sang Kiai melakukan “demistifikasi” dalam makna mengutamakan akhlaq karimah daripada klaim kesucian manusia yang hampa seperti pengakuan sepihak “oknum” aliran tasawuf yang menyimpang.

4) Dengan demikian, narasi dan praksis gerakan Kiai Dahlan sangatlah “Quráni”; dan murni digerakkan oleh spirit Wahyu; bukan filsafat, dan tidak pula ideologi pembebasan sekuler, meskipun dalam perjalanan sejarah gerakan pembaharuan ini sangat kaya dengan dinamika dan dialektika pemikiran.

5) Inti dari narasi yang digagas dan dilaksana- kan dalam praksis gerakan Kiai Dahlan dapat diringkas dalam satu kata “kemaju- an” (taqaddum ílmiy; hadlârah), lawan kata “kemunduran” (takhalluf/badâwah).

6) Pandangan hidup yang berhadap- hadapan dengan ruh tauhid, ilmu pengetahuan, dan kemajuan disebut sebagai “jahiliyah”, nisbah kepada karakter kejahilan permanen yang dimaknai sebagai suatu realitas buruk yang menghegemoni kehidupan masyarakat pra-kenabian berupa kejahilan manusia tentang ketuhanan Allah Taála, dan kebodohan mengenai the way of life para Rasul álaihimussalam.

7) Dalam Al-Qurán, terdapat empat makna yang terkandung dalam kata “jahiliyah”: a) “Dhannul jāhiliyah” [Ālu ‘Imrān:154]. Dimaknai sebagai kerancauan epistemologis; framework pemikiran spekulatif, skeptik; b) “Hukmul jahili- yah” [Al-Maídah:49-50] yaitu kejahiliahan dalam sistem politik dan pranata hukum; c) “Tabarrujul jahili- yah” [Al-Ahzab:33] sebagai kejahiliahan sistem sosial dan tradisi sekularistik; d) Hamiyyatul jahili- yah” [Al-Fath:26] sebagai watak kesombongan dan rasialistik.

8) Aspek terpenting dari peradaban Islam bahwasanya ia tegak di atas konsep dan praktek keimanan yang holistic; di mana tauhid tidak semata-mata dan ekslusif tentang persoalan langit (transcendental), tetapi juga ia termanifes- tasikan dalam pengalaman nyata keberagamaan sehari-hari; tauhid merupakan esensi peradaban; prinsip sejarah; prinsip ilmu pengetahuan; prinsip tentang perkara ghaib (eskatologis); prinsip akhlaq, etika, dan moralitas; prinsip social, politik, dan ekonomi; prinsip kehidupan global; termasuk pula prinsip estetika, seni, dan segala macam keindahan dalam kehidupan ini.

9) Pandangan hidup Islam seperti ini hanyalah dapat diterima dalam suatu ekosistem kehidupan yang “ilmiyah”, yang menicayakan masyarakatnya memiliki kebudayaan dan tradisi kehidupan yang bermutu tinggi, dan bervisi kemajuan yang melampaui realitas zamannya; tidak terkekang dengan kekinian (kontemporer) semata, dan tidak pula kedisinian (kontekstual). Dari sini kita pahami secara seksama perintah pertama kepada Nabinya ‘alaihissalam “iqra bismi Rabbikalladzi khalaq”.

Sumber: Instagram fathurramankamalofficial

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Sudarman Pimpin Langsung Gamelan di Milad ke-113 Tegaskan Wajah Muhammadiyah yang Berbudaya dan Bersahaja

    Prof. Sudarman Pimpin Langsung Gamelan di Milad ke-113 Tegaskan Wajah Muhammadiyah yang Berbudaya dan Bersahaja

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat wilayah Lampung yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, pada 30 November 2025, menyuguhkan pemandangan yang tak biasa. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., tidak hanya tampil memberikan pidato organisasi, tetapi juga turun langsung memimpin korps karawitan dan menabuh gamelan di hadapan […]

  • Dari Manhaj hingga Praktik Dakwah, Majelis Tabligh PDM Banyumas Bekali Mubaligh Sambut Ramadhan 1447 H

    Dari Manhaj hingga Praktik Dakwah, Majelis Tabligh PDM Banyumas Bekali Mubaligh Sambut Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Sokaraja–Banyumas || Menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Tabligh PDM Banyumas meneguhkan manhaj dakwah dan semangat tajdid melalui Pembekalan Mubaligh dan Imam Masjid Muhammadiyah Tahun 2026 yang digelar di Masjid At-Tajdiid Kampus II UMP, Jumat–Sabtu (30–31 Januari 2026). Agenda tersebut diikuti lebih dari 130 peserta yang merupakan perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan […]

  • UMS Perkuat Hilirisasi Riset melalui Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer

    UMS Perkuat Hilirisasi Riset melalui Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus mendorong hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer. Kegiatan tersebut menjadi upaya agar karya ilmiah dosen tidak hanya tersimpan dalam jurnal akademik, tetapi juga dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat luas. Ketua Program Studi Pendidikan Geografi […]

  • Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

    Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya. Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet […]

  • Mengintip Serunya Outing Class MTs Muhammadiyah Tawangsari: Belajar Sejarah Kiblat hingga Menempa Karakter di Gumuk Pasir

    Mengintip Serunya Outing Class MTs Muhammadiyah Tawangsari: Belajar Sejarah Kiblat hingga Menempa Karakter di Gumuk Pasir

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Belajar tidak selalu harus berlangsung di balik meja dan dinding kelas. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan kontekstual, MTs Muhammadiyah Tawangsari Sukoharjo menggelar kegiatan Outing Class 2026 bagi siswa Program Khusus (PK) IT & Tahfidz dan PK Tahfidz kelas VII, VIII, dan IX pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini mengajak ratusan […]

  • Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah: Memompa Kembali Darah Literasi Muhammadiyah

    Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah: Memompa Kembali Darah Literasi Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 328
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam sekaligus gerakan literat yang diakui di penjuru Nusantara dan dunia. Majalah Suara Muhammadiyah yang eksis sampai satu abad lebih menjadi wujud dan aktualisasi Muhammadiyah dalam dakwah sekaligus aktivitas literasi dari para warga, pengurus hingga denyut nadi akar rumput. Pada hari Sabtu-Minggu [24-25/8/2024], MPI, LBSO dan juga Sarekat […]

expand_less