Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

RISALAH ISLAM (YANG) BERKEMAJUAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
  • visibility 311
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Alhamdulillah, membersamai teman-teman di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar bertajuk, “Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan, Rabu, 31 Mei 2023 yang lalu. Hadir menyampaikan pidato kunci Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor), dan Prof. Dr. M. Abdul Fattah Santoso, sebagai narasumber.

Beberapa catatan dan pokok pikiran yang sempat saya sampaikan sebagai berikut:

1) KH Ahmad Dahlan lebih mempresentasikan sosok “man of action” daripada “man of thought”. Kisah pengajaran surah Al-Ma’un berbulan-bulan sampai menjadi “tafsir ‘amali” menjadi bukti nyata. Menjadikan Al-Qur’an sebagai aktivitas (praksis-sosial), dan tak semata-mata sebagai kata-kata suci. Beliau berhasil memadukan secara indah antara teosentrisme dan aktivisme social kemanusiaan. Hal ini memerlukan etos kerja dan mobilitas sosial yang berorientasi menebar manfaat dalam amal-amal sosial yang kongkret (al-itsar; altruistik); “membumikan Islam”, dan bukan slogan hampa.

2) KH Ahmad Dahlan mendirikan “voluntary association” agar dakwah tidak terpusat dan tergantung pada tokoh sentral, tetapi sistem. Selain itu beliau mengajarkan makna “ijtihad” : the idea of progress, sejarah yang selalu bergerak maju. Semuanya dalam bingkai “tajdid” : keseimbangan antara purifikasi (tsawabit) dan dinamisasi (mutaghayyirat).

3) Rasionalisasi yang dikembangkannya tak lain dari kritik terhadap nativisme yang tidak sesuai dengan ajaran Wahyu, serta bertentangan akal sehat manusia. Sebab itu pula, Sang Kiai melakukan “demistifikasi” dalam makna mengutamakan akhlaq karimah daripada klaim kesucian manusia yang hampa seperti pengakuan sepihak “oknum” aliran tasawuf yang menyimpang.

4) Dengan demikian, narasi dan praksis gerakan Kiai Dahlan sangatlah “Quráni”; dan murni digerakkan oleh spirit Wahyu; bukan filsafat, dan tidak pula ideologi pembebasan sekuler, meskipun dalam perjalanan sejarah gerakan pembaharuan ini sangat kaya dengan dinamika dan dialektika pemikiran.

5) Inti dari narasi yang digagas dan dilaksana- kan dalam praksis gerakan Kiai Dahlan dapat diringkas dalam satu kata “kemaju- an” (taqaddum ílmiy; hadlârah), lawan kata “kemunduran” (takhalluf/badâwah).

6) Pandangan hidup yang berhadap- hadapan dengan ruh tauhid, ilmu pengetahuan, dan kemajuan disebut sebagai “jahiliyah”, nisbah kepada karakter kejahilan permanen yang dimaknai sebagai suatu realitas buruk yang menghegemoni kehidupan masyarakat pra-kenabian berupa kejahilan manusia tentang ketuhanan Allah Taála, dan kebodohan mengenai the way of life para Rasul álaihimussalam.

7) Dalam Al-Qurán, terdapat empat makna yang terkandung dalam kata “jahiliyah”: a) “Dhannul jāhiliyah” [Ālu ‘Imrān:154]. Dimaknai sebagai kerancauan epistemologis; framework pemikiran spekulatif, skeptik; b) “Hukmul jahili- yah” [Al-Maídah:49-50] yaitu kejahiliahan dalam sistem politik dan pranata hukum; c) “Tabarrujul jahili- yah” [Al-Ahzab:33] sebagai kejahiliahan sistem sosial dan tradisi sekularistik; d) Hamiyyatul jahili- yah” [Al-Fath:26] sebagai watak kesombongan dan rasialistik.

8) Aspek terpenting dari peradaban Islam bahwasanya ia tegak di atas konsep dan praktek keimanan yang holistic; di mana tauhid tidak semata-mata dan ekslusif tentang persoalan langit (transcendental), tetapi juga ia termanifes- tasikan dalam pengalaman nyata keberagamaan sehari-hari; tauhid merupakan esensi peradaban; prinsip sejarah; prinsip ilmu pengetahuan; prinsip tentang perkara ghaib (eskatologis); prinsip akhlaq, etika, dan moralitas; prinsip social, politik, dan ekonomi; prinsip kehidupan global; termasuk pula prinsip estetika, seni, dan segala macam keindahan dalam kehidupan ini.

9) Pandangan hidup Islam seperti ini hanyalah dapat diterima dalam suatu ekosistem kehidupan yang “ilmiyah”, yang menicayakan masyarakatnya memiliki kebudayaan dan tradisi kehidupan yang bermutu tinggi, dan bervisi kemajuan yang melampaui realitas zamannya; tidak terkekang dengan kekinian (kontemporer) semata, dan tidak pula kedisinian (kontekstual). Dari sini kita pahami secara seksama perintah pertama kepada Nabinya ‘alaihissalam “iqra bismi Rabbikalladzi khalaq”.

Sumber: Instagram fathurramankamalofficial

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

    IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana. Program tersebut diluncurkan di Balai Desa Carikan, […]

  • UMS Kukuhkan Empat Doktor Ilmu Hukum, Disertasi Soroti Urgensi Hukum Transenden

    UMS Kukuhkan Empat Doktor Ilmu Hukum, Disertasi Soroti Urgensi Hukum Transenden

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan empat doktor baru. Pengukuhan ini diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana UMS, Senin (22/9). Kali ini, PDIH UMS mengukuhkan FX Ary Setiawan sebagai doktor ke 98, Jhonsen Ginting sebagai doktor ke-99 Moh. Indra Bangsawan sebagai doktor ke-100, dan Suryani sebagai […]

  • Bekali Kemampuan IPTEKS dan Spiritual! Pascasarjana UMS Gelar Orientasi 505 Mahasiswa Baru

    Bekali Kemampuan IPTEKS dan Spiritual! Pascasarjana UMS Gelar Orientasi 505 Mahasiswa Baru

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 324
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024 yang dilaksanakan pada Sabtu, (17/2) di Ruang Seminar Pascasarjana, Kampus II, UMS. Rektor UMS, Prof., Dr., Sofyan Anif, M.Si., menyampaikan selamat bergabung dengan keluarga besar UMS. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak mudah, lantaran sekarang kampus sedang melakukan […]

  • PCA Kartasura Mengadakan Konsolidasi Organisasi

    PCA Kartasura Mengadakan Konsolidasi Organisasi

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 229
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) kecamatan Kartasura, Sukoharjo mengadakan  kegiatan konsolidasi organisasi pada Sabtu, 9 Maret 2024 di  Ruang Seminar Gedung Siti Walidah  Universitas Muhammadiyah Surakarta.  Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh  PCA Kartasura dan perwakilan dari Pimpinan Ranting Aisyiyah di seluruh cabang Kartasura. Menurut sekretaris PCA Kartasura, Dr. Main Sufanti, M.Hum.  tema kegiatan […]

  • Pengembangan LDK PP Muhammadiyah: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Dakwah Da’i Muda di Era Digital

    Pengembangan LDK PP Muhammadiyah: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Dakwah Da’i Muda di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Oleh: Mumtaz Murtadha N.B. (Mahasiswa Ilmu Qur’an Tafsir FAI UMS) Pengembangan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah di Indonesia. Dalam konteks ini, beberapa narasumber terkemuka membahas tentang pentingnya pengembangan lembaga dakwah dan strategi meningkatkan kualitas dakwah di era digital yang semakin berkembang. Peran lembaga […]

  • PW IPM Lampung Siap Mewujudkan Kelestarian Lingkungan

    PW IPM Lampung Siap Mewujudkan Kelestarian Lingkungan

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 333
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pesawaran – Hari Lahan Basah Sedunia diperingati dengan agenda penanaman pohon serentak di Areal Mangrove dalam rangka komitmen Provinsi Lampung untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 7 Februari 2024 di Wisata Mangrove Cuku Nyi-nyi, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung itu dihadiri oleh […]

expand_less