Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya.

Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet paling mungil. Rekan-rekannya bahkan menjulukinya “gantungan kunci” atau “miniatur”.

Bela masuk pada kategori tanding kelas under A putri dengan berat badan kurang dari 45 kg. Alih-alih tersinggung, Bela justru merasa akrab dengan panggilan itu karena mempererat kebersamaan tim.

Perkenalan Bela dengan pencak silat bermula dari sebuah perkelahian kecil dengan teman laki-lakinya saat berada di bangku kelas 3 SD. Sang guru olahraga lalu memintanya mencoba pencak silat. Tidak disangka, di pertandingan perdana ia langsung meraih juara pertama. Sejak saat itu, Bela jatuh cinta pada olahraga bela diri khas Indonesia tersebut.

“Apalagi pencak silat itu budaya Indonesia. Terus kalau perempuan misal dilihatnya biar keren, tapi sebenernya juga dari perempuan itu nunjukin kalau perempuan juga bisa, ngga cuma laki-laki doang yang kuat,” ujarnya, Kamis (25/9) usai berlaga di partai semifinal POMNAS 2025 cabang olahraga pencak silat.

Bagi Bela, pencak silat bukan hanya perkara teknik. Ia meyakini kunci utama ada pada kesiapan mental. “Misal di silat itu bukan cuma diajari untuk menjadi juara, tapi diajarin bagaimana memiliki mental yang kuat, percaya diri, dan diajarkan untuk berani,” kata Bela.

Orang tua dan lingkungan sekitar pun memberikan dukungan penuh. Ayah dan ibunya sering menyempatkan diri hadir di pertandingan. Namun, ibunya kerap memilih tidak menonton langsung saat Bela bertanding karena rasa cemas.

“Namanya pencak silat pasti banyak risikonya, jadi gimana caranya kita emang harus kuat mental, nggak boleh takut,” tambahnya.

Tetangga pun mendukung, mendoakan, bahkan ikut bangga dengan pencapaian Bela. Padahal, di mata sebagian masyarakat, pencak silat kerap distigma sebagai olahraga yang keras dan arogan. Bela ingin menghapus stigma pencak silat itu.

“Pencak silat itu juga bisa berprestasi,” tegasnya.

Rasa gugup saat pertandingan baginya adalah hal wajar. Namun, Bela punya cara tersendiri untuk mengatasinya. “Caranya ngga usah dipikirin, enjoy, rileks. Mau ketemu siapa aja harus lawan, karena sama-sama kita latihan, terus inget perjuangan kita latihan gimana,” ungkapnya.

Bela juga pernah merasakan pahitnya cedera. Saat bertanding melawan kontingen Lampung untuk tiket menuju final, ia menerima serangan hingga mulutnya berdarah.

“Ini first time saya sampai berdarah-darah, ini. Dari awal sampai akhir yang sampai berdarah-darah mbonjrot gitu baru kali ini,” kenangnya.

Menurutnya, lawan terberat datang dari pesilat Jawa Barat karena duel harus berlangsung kejar-kejaran poin.

Meski ini debutnya di POMNAS, Bela tidak ingin tampil setengah hati. Ia berpesan kepada dirinya sendiri bahwa ia hebat, tidak perlu minder, karena sudah mampu berada di tahap mewakili Jawa Tengah.

Bagi Putu Meisya Tiarani Putri, pesilat kontingen Jawa Timur kategori tanding kelas under A putri, kecintaan pada pencak silat tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dorongan orang tua membuatnya mantap menekuni olahraga ini hingga akhirnya bisa berlaga di ajang sebesar POMNAS.

“Mungkin ada beberapa yang berpandangan negatif, dikira buang-buang waktu atau bagaimana. Padahal kita di sini turun di bidang olahraga buat meraih prestasi,” kata Putu.

Pandangan masyarakat terhadap pencak silat memang beragam. Ada yang menilai positif karena dianggap mampu melestarikan budaya bangsa sekaligus menjadi jalan untuk meraih prestasi. Namun, tidak sedikit pula yang memandang sebaliknya, seolah menekuni silat berarti mengabaikan akademik. Anggapan-anggapan seperti itu tidak membuatnya lantas berhenti menekuni pencak silat.

Selama mengikuti pertandingan POMNAS, ia mendapatkan dispensasi. Dianggapnya tidak berkontribusi pada akademik padahal dengan mengikuti POMNAS dapat membawa nama baik almamater kampus.

“Di pencak silat itu selain kita melestarikan budaya Indonesia dan bela diri Indonesia, kita juga bisa meraih prestasi. Kalau negatifnya, mungkin kita meninggalkan kegiatan-kegiatan akademik,”

Dalam perjalanannya di POMNAS, Putu harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh. Ia menyebut pesilat DKI Jakarta sebagai salah satu lawan terberat. Namun ujian terbesar justru datang di partai final, ketika ia berhadapan dengan Bela, pesilat asal Jawa Tengah. (Maysali/Humas)

Editor: unaise albunayya

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Sebanyak lima tim UMS berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) Thailand 2026 yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC). Ajang bergengsi […]

  • Muktamar diundur, Namun Semangat Kemanusiaan Muhammadiyah Tidak Pernah Luntur

    Muktamar diundur, Namun Semangat Kemanusiaan Muhammadiyah Tidak Pernah Luntur

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.626
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Fawwaz Syafiq Rizqullah (Mahasiswa Berprestasi UMY 2020) Penyebaran Covid-19 di Indonesia berdampak terhadap tertundanya beberapa acara besar organisasi Islam di Indonesia, salah satunya adalah Mukatamar Muhammadiyah ke-48. Dalam merespon adanya penyebaran Covid-19, Muhammadiyah memutuskan untuk menunda Muktamar yang akan diselenggarakan di kota Surakarta, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tanggal 1 […]

  • SMK Muhammadiyah Sangkulirang Lepas 90 Siswa Kelas XII Tahun 2026

    SMK Muhammadiyah Sangkulirang Lepas 90 Siswa Kelas XII Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Suasana haru bercampur bangga mewarnai prosesi pelepasan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Sangkulirang yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (6/5/2026). Sebanyak 90 siswa dari empat kompetensi keahlian resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Mereka berasal dari jurusan Agribisnis, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Akuntansi, serta Administrasi […]

  • Sambut Milad Ke-60, IMM Palu Gelar Aksi Sosial

    Sambut Milad Ke-60, IMM Palu Gelar Aksi Sosial

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palu – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palu menggelar kegiatan aksi sosial.  Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, (9–10/03/2024) di Hunian Tetap (Huntap) Kelurahan Balaroa. Kegiatan ini dibuat dalam rangka menyambut milad IMM yang pada 14 Maret 2024, genap 60 tahun. Mengangkat tema “Memerahkan Semangat yang Memudar,” IMM Palu mengadakan beberapa agenda dalam kegiatan […]

  • SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sukses menggelar Kopi Darat (Kopdar) Venture Capital Academy di Burza Hotel Yogyakarta pada Sabtu (19/4/25). Acara ini dihadiri oleh 50 pengusaha dari berbagai daerah yang tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai dunia venture capital dan menambah wawasan opsi pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka. Kopdar Venture Capital Academy ini […]

  • Student Muhammadiyah Festival (SMUFest) 2026

    Student Muhammadiyah Festival (SMUFest) 2026

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID WONOSOBO – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Wonosobo sukses menyelenggarakan Student Muhammadiyah Festival (SMUFest) 2026 pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Halaman Sasana Adipura, Kabupaten Wonosobo, ini menjadi puncak rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026 dengan diikuti lebih dari 1.600 peserta didik baru dari jenjang SMP, SMA, dan […]

expand_less