Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya.

Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet paling mungil. Rekan-rekannya bahkan menjulukinya “gantungan kunci” atau “miniatur”.

Bela masuk pada kategori tanding kelas under A putri dengan berat badan kurang dari 45 kg. Alih-alih tersinggung, Bela justru merasa akrab dengan panggilan itu karena mempererat kebersamaan tim.

Perkenalan Bela dengan pencak silat bermula dari sebuah perkelahian kecil dengan teman laki-lakinya saat berada di bangku kelas 3 SD. Sang guru olahraga lalu memintanya mencoba pencak silat. Tidak disangka, di pertandingan perdana ia langsung meraih juara pertama. Sejak saat itu, Bela jatuh cinta pada olahraga bela diri khas Indonesia tersebut.

“Apalagi pencak silat itu budaya Indonesia. Terus kalau perempuan misal dilihatnya biar keren, tapi sebenernya juga dari perempuan itu nunjukin kalau perempuan juga bisa, ngga cuma laki-laki doang yang kuat,” ujarnya, Kamis (25/9) usai berlaga di partai semifinal POMNAS 2025 cabang olahraga pencak silat.

Bagi Bela, pencak silat bukan hanya perkara teknik. Ia meyakini kunci utama ada pada kesiapan mental. “Misal di silat itu bukan cuma diajari untuk menjadi juara, tapi diajarin bagaimana memiliki mental yang kuat, percaya diri, dan diajarkan untuk berani,” kata Bela.

Orang tua dan lingkungan sekitar pun memberikan dukungan penuh. Ayah dan ibunya sering menyempatkan diri hadir di pertandingan. Namun, ibunya kerap memilih tidak menonton langsung saat Bela bertanding karena rasa cemas.

“Namanya pencak silat pasti banyak risikonya, jadi gimana caranya kita emang harus kuat mental, nggak boleh takut,” tambahnya.

Tetangga pun mendukung, mendoakan, bahkan ikut bangga dengan pencapaian Bela. Padahal, di mata sebagian masyarakat, pencak silat kerap distigma sebagai olahraga yang keras dan arogan. Bela ingin menghapus stigma pencak silat itu.

“Pencak silat itu juga bisa berprestasi,” tegasnya.

Rasa gugup saat pertandingan baginya adalah hal wajar. Namun, Bela punya cara tersendiri untuk mengatasinya. “Caranya ngga usah dipikirin, enjoy, rileks. Mau ketemu siapa aja harus lawan, karena sama-sama kita latihan, terus inget perjuangan kita latihan gimana,” ungkapnya.

Bela juga pernah merasakan pahitnya cedera. Saat bertanding melawan kontingen Lampung untuk tiket menuju final, ia menerima serangan hingga mulutnya berdarah.

“Ini first time saya sampai berdarah-darah, ini. Dari awal sampai akhir yang sampai berdarah-darah mbonjrot gitu baru kali ini,” kenangnya.

Menurutnya, lawan terberat datang dari pesilat Jawa Barat karena duel harus berlangsung kejar-kejaran poin.

Meski ini debutnya di POMNAS, Bela tidak ingin tampil setengah hati. Ia berpesan kepada dirinya sendiri bahwa ia hebat, tidak perlu minder, karena sudah mampu berada di tahap mewakili Jawa Tengah.

Bagi Putu Meisya Tiarani Putri, pesilat kontingen Jawa Timur kategori tanding kelas under A putri, kecintaan pada pencak silat tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dorongan orang tua membuatnya mantap menekuni olahraga ini hingga akhirnya bisa berlaga di ajang sebesar POMNAS.

“Mungkin ada beberapa yang berpandangan negatif, dikira buang-buang waktu atau bagaimana. Padahal kita di sini turun di bidang olahraga buat meraih prestasi,” kata Putu.

Pandangan masyarakat terhadap pencak silat memang beragam. Ada yang menilai positif karena dianggap mampu melestarikan budaya bangsa sekaligus menjadi jalan untuk meraih prestasi. Namun, tidak sedikit pula yang memandang sebaliknya, seolah menekuni silat berarti mengabaikan akademik. Anggapan-anggapan seperti itu tidak membuatnya lantas berhenti menekuni pencak silat.

Selama mengikuti pertandingan POMNAS, ia mendapatkan dispensasi. Dianggapnya tidak berkontribusi pada akademik padahal dengan mengikuti POMNAS dapat membawa nama baik almamater kampus.

“Di pencak silat itu selain kita melestarikan budaya Indonesia dan bela diri Indonesia, kita juga bisa meraih prestasi. Kalau negatifnya, mungkin kita meninggalkan kegiatan-kegiatan akademik,”

Dalam perjalanannya di POMNAS, Putu harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh. Ia menyebut pesilat DKI Jakarta sebagai salah satu lawan terberat. Namun ujian terbesar justru datang di partai final, ketika ia berhadapan dengan Bela, pesilat asal Jawa Tengah. (Maysali/Humas)

Editor: unaise albunayya

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kualitas di Masa Muda, LKSA Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Grogol Sukses Gelar Workshop untuk Pemuda

    Tingkatkan Kualitas di Masa Muda, LKSA Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Grogol Sukses Gelar Workshop untuk Pemuda

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 293
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukorharjo – LKSA Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menyelenggarakan workshop bertema “Memperkuat Produktivitas dan Integritas Pemuda Masa Kini” pada 2-5 Muharram 1446 H/8-11 Juli 2024 M. Workshop ini diikuti oleh para santriwati panti asuhan Aisyiyah. Agus Qamarudin,  Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Grogol kembali mengingatkan pesan pendiri Muhammadiyah dalam sambutannya. “Jadilah apapun, […]

  • K.H. Siswanto: Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan, Tapi Petunjuk Kehidupan

    K.H. Siswanto: Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan, Tapi Petunjuk Kehidupan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Balikpapan – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Tarbiyah Muhammadiyah Balikpapan, Jumat (24/10/2025), ketika Ketua PWM Kaltim, K.H. Siswanto, menyampaikan khutbah bertajuk pentingnya kembali kepada Al-Qur’an. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan jamaah bahwa manusia tidak boleh hidup tanpa panduan wahyu. “Sang Pencipta telah menyiapkan desain manusia dengan sempurna, dan menurunkan manual book untuknya, yaitu Al-Qur’an,” ujar K.H. Siswanto. […]

  • Tabayyun Menuju Pemilu 2024

    Tabayyun Menuju Pemilu 2024

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Pemilihan umum adalah salah satu pilar demokrasi yang sangat penting dalam suatu negara. Di Indonesia, pemilihan umum (Pemilu) merupakan proses yang diadakan secara berkala untuk memilih wakil rakyat yang akan mewakili kepentingan masyarakat di tingkat lokal, regional, dan nasional. Pemilu 2024, yang akan datang, akan menjadi pesta demokrasi yang sangat dinanti-nanti. […]

  • MPAI UMS Hadirkan Seminar Strategi Magister: Studi Cepat dan Beasiswa Bergengsi

    MPAI UMS Hadirkan Seminar Strategi Magister: Studi Cepat dan Beasiswa Bergengsi

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI)  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan seminar “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja Lancar, & Beasiswa Didapat” pada 6 Juni 2026 di Ruang Amphitheater Fakultas Agama Islam. Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa pascasarjana dengan strategi manajemen studi efektif dan akses beasiswa unggulan. […]

  • Lestarikan Situs Sejarah, Tim UMS Ciptakan Teknologi IoT dan Digital Twin untuk Deteksi Kerusakan Bangunan

    Lestarikan Situs Sejarah, Tim UMS Ciptakan Teknologi IoT dan Digital Twin untuk Deteksi Kerusakan Bangunan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim ARUTALA Civil Engineering Unity for Building Innovation and Creativity (CUBE) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kancah nasional. Kali ini, dalam ajang The 8th Diploma Civil and Architecture Scientific Competition DISCO dengan tema “Digital Technology for Smart and Sustainable Construction”. Ajang ini merupakan perlombaan esai tingkat nasional yang […]

  • SEMARAKKAN MUSYAWARAH RANTING, PRM PEKAJANGAN BARAT IV CABANG PEKAJANGAN GELAR JALAN SEHAT DAN PEMBUATAN KTAM GRATIS

    SEMARAKKAN MUSYAWARAH RANTING, PRM PEKAJANGAN BARAT IV CABANG PEKAJANGAN GELAR JALAN SEHAT DAN PEMBUATAN KTAM GRATIS

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 378
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pekajangan Barat IV Cabang Pekajangan  Kabupaten Pekalongan menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) di Mushola Pekajangan Gang 26 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Ahad (26/11/2023/13 Jumadil Awal 1445 H). Dengan mengambil tema “Majukan Pekajangan Barat IV Mencerahkan Semesta” pimpinan dan panitia Musyawarah Ranting mengadakan acara jalan sehat warga yang diikuti lebih dari […]

expand_less