Cegah Penyakit Tidak Menular, UMS Dampingi ‘Aisyiyah Kartasura melalui Skrining dan Edukasi Gizi
- account_circle Nurul Fahri Friyanda
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelatihan skrining kesehatan oleh tim pengabdian
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, gangguan kolesterol, dan hiperurisemia semakin menjadi perhatian masyarakat. Upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemantauan status gizi, serta penerapan pola makan yang sehat dan seimbang.
Kepedulian tersebut mendorong Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) di wilayah Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah (PCA/PRA) Kartasura.
Kegiatan bertajuk “Pemantauan Status Gizi dan Edukasi Gizi Seimbang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah Kartasura” ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko PTM melalui pendekatan promotif dan preventif.
Program pengabdian ini diketuai oleh Muwakhidah, SKM., M.Kes, Epid., dosen Program Studi Ilmu Gizi FIK UMS dengan berkolaborasi bersama dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan UMS. Kegiatan ini dimulai dari bulan Juni – September 2026.
“Program ini dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta kader ‘Aisyiyah. Peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta pengukuran status dan komposisi tubuh (lemak tubuh),” terang Muwakhidah, Senin, (5/10/2026).
Mitra Pengabdian ini adalah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) yang diketuai oleh W.L. Hakimah, S.Ag., M.Pd., Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Gonilan yang diketuai oleh Dra. Sri Utami Andayaningsih dan PRA Ngadirejo yang diketuai oleh Dr. Dwi Haryanti, M.Hum.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kondisi kesehatan peserta. Rerata tekanan darah 135,85/82,16 mmHg, gula darah 126,69 mg/dL, kolesterol 209,9 mg/dL dan asam urat 6,03 mg/dL.
Pada anggota dari Gonilan, ditemukan tekanan darah masuk kategori hipertensi > 40 %, kadar kolesterol mencapai lebih dari 200 mg/dL sebanyak > 50 %, serta kadar asam urat yang melebihi 6 mg/dL. Pemeriksaan gula darah juga menunjukkan adanya peserta dengan nilai yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Data hasil pemeriksaan PRA Ngadirejo memperlihatkan kondisi yang serupa, termasuk ditemukannya beberapa peserta dengan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah maupun kolesterol yang meningkat. Demikian juga untuk status gizi dan lemak tubuh yang mencakup body fat, visceral fat, subkutan fat, body age, beberapa peserta masuk kategori overweight dan obesitas.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa faktor risiko PTM dapat ditemukan di masyarakat bahkan ketika seseorang belum merasakan keluhan. Karena itu, hasil skrining sebagai deteksi awal agar peserta dapat lebih memahami kondisi kesehatannya dan melakukan tindak lanjut sebagai upaya pencegahan.
Selain pemeriksaan, kegiatan P2M juga memberikan edukasi mengenai gizi seimbang guna pencegahan PTM. Edukasi diberikan dengan media poster dan leaflet yang mudah dipahami sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan makanan, pengaturan porsi, pembatasan konsumsi gula, garam dan lemak, makanan Ultra Processed Food (UPF), peningkatan konsumsi sayur dan buah, serta pentingnya aktivitas fisik.
“Program ini sekaligus memperkuat peran Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah kesehatan berbasis masyarakat. Kader dan anggota diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Dwi Haryanti selaku ketua PRA Ngadirejo.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, peralatan cek kesehatan diberikan kepada pihak PRA agar dapat digunakan secara berkelanjutan bersama dengan kegiatan kajian di PRA.
Melalui kegiatan skrining dan edukasi tersebut, UMS berharap masyarakat Kartasura semakin sadar bahwa pencegahan PTM dapat dimulai dari langkah sederhana: mengetahui kondisi tubuh, mengenali faktor risiko, memperbaiki pola makan, aktif bergerak, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Hasil kegiatan juga menjadi dasar penting untuk mendorong pendampingan dan pemantauan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan secara mandiri di lingkungan ‘Aisyiyah Kartasura.
Kontributor: Maysali/Humas
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Nurul Fahri Friyanda