Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Maknai Keimanan dan Keadilan, UMS Gelar Kajian Tafsir dalam Perspektif Surat Al-Ma’arij

Maknai Keimanan dan Keadilan, UMS Gelar Kajian Tafsir dalam Perspektif Surat Al-Ma’arij

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir rutin yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam (FAI) UMS sebagai pemateri utama.

Dalam kajian itu, Ainur membedah makna mendalam dari Surat Al-Ma’arij, khususnya pada bagian ketiga. Ia menekankan bahwa surat ini memuat pesan penting terkait kondisi kejiwaan manusia, baik yang kafir maupun mukmin, serta solusi spiritual untuk menghadapinya.

“Surat Al-Ma’arij ini unik, karena membahas sifat-sifat orang kafir, seperti berkeluh kesah dan mudah sedih, yang ternyata juga bisa hinggap pada orang mukmin. Solusinya adalah kembali kepada salat, zakat, dan kontribusi sesuai kemampuan,” terang Ainur, Jumat (1/8).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa keadilan dalam Islam dapat ditegakkan oleh siapa saja sesuai bidangnya. Jika memiliki ilmu, tegakkan dengan ilmu. Jika memiliki tenaga, bantu dengan tenaga. Dosen, hakim, maupun pemimpin, semuanya memiliki peran dalam menegakkan keadilan.

Pada bagian kajian ayat ke-36 dan 37, Ainur menyoroti fenomena orang-orang kafir yang mendatangi Nabi Muhammad SAW. secara berkelompok. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan kontradiksi dalam logika mereka.

“Mereka tidak percaya hari pembalasan, tapi justru datang mengejek dan memprotes wahyu. Ini menandakan bahwa sebenarnya di alam bawah sadar, mereka mengakui kebenaran, tapi akalnya dibutakan nafsu,” jelasnya.

Kajian juga menyinggung bagaimana orang-orang kafir kerap menyamakan kenikmatan dunia dengan jaminan kenikmatan akhirat. Mereka (orang-orang kafir) menyangka kekayaan dan jabatan adalah bukti bahwa Allah memihak mereka. Padahal menurut Ainur, ukuran kemuliaan dalam Islam bukan pada harta, tapi pada keimanan.

Dosen UMS itu juga mengkritisi perilaku masyarakat yang memuliakan status sosial dunia secara berlebihan, bahkan hingga ke urusan kematian.

“Kuburan yang mewah tidak berarti apa-apa di sisi Allah. Yang penting adalah amal jariyah dan keimanan semasa hidup,” tambahnya.

Kajian dilanjutkan dengan pembahasan ayat ke-40 hingga 44, yang menggambarkan kekuasaan Allah mengganti kaum kafir dengan kaum yang lebih taat. Menurut Ainur, ini adalah peringatan keras bahwa keistimewaan dunia tidak menjamin tempat di akhirat jika tidak dibarengi keimanan dan amal saleh.

“Allah bersumpah dengan kekuasaan-Nya atas timur dan barat. Sumpah ini menunjukkan betapa seriusnya Allah menolak logika keliru orang kafir yang merasa paling layak masuk surga,” tegasnya.

Ainur juga membahas pentingnya menyadari asal-usul manusia. Al-Qur’an mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari sesuatu yang hina, yaitu air mani.

“Jadi apa yang disombongkan? Kemuliaan hanya datang dari iman, bukan dari status duniawi,” tandasnya.

Di akhir kajian, disampaikan bahwa hari kebangkitan akan menjadi hari kehinaan bagi orang-orang kafir. Mereka akan bangkit dari kubur dalam keadaan hina dan penuh debu, berlari seperti belalang yang terbangun dari tanah, tertunduk dan takut akan azab yang dulu mereka ingkari.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta, Agus Budi Wahyudi, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana menghadapi orang kafir yang sebenarnya paham kebenaran namun tetap menolak. Ainur menjawab bahwa tugas umat Islam adalah menunjukkan akhlak karimah dan menjadi representasi kebaikan Islam di masyarakat.

“Kita mungkin tidak bisa mengubah semua takdir, tapi kita bisa memilih untuk menjadi pribadi yang memperjuangkan peradaban Islam. Setiap tindakan kecil bisa menjadi bagian dari dakwah,” pungkasnya.

Kegiatan kajian yang telah terlaksana pada Kamis (31/7) itu menjadi pengingat penting bagi sivitas akademika UMS untuk terus memperkuat keimanan dan menjadikan ilmu sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Yusuf/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Harun Joko Prayitno Ajak Taruna Akmil Jadi SDM Unggul dan Berdampak bagi Bangsa

    Prof. Harun Joko Prayitno Ajak Taruna Akmil Jadi SDM Unggul dan Berdampak bagi Bangsa

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan orasi ilmiah dalam prosesi Wisuda Sarjana Terapan Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (10/7). Dalam pidatonya yang mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Harun menyampaikan pesan mendalam […]

  • Merawat Budaya Literasi, IMM Shabran Terbitkan Buku ‘Simpul Romantika Ikatan’

    Merawat Budaya Literasi, IMM Shabran Terbitkan Buku ‘Simpul Romantika Ikatan’

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 345
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerbitkan buku dengan judul ‘Simpul Romantika Ikatan; Teks, Interpretasi, dan Kontekstualisasi’. Ketua Umum IMM Shabran, Anas Asy’ari Nashuha mengungkapkan buku ini merupakan sebuah gerakan yang digagas oleh IMM Shabran untuk menjaga budaya literasi, dengan harapan dapat menjadi inspirasi untuk […]

  • SUMU Lampung Gelar Kopdar Perdana 2025: Bangun Sinergi, Kuatkan Ekonomi Umat

    SUMU Lampung Gelar Kopdar Perdana 2025: Bangun Sinergi, Kuatkan Ekonomi Umat

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANDAR LAMPUNG – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Lampung sukses menyelenggarakan Kopdar Perdana di Notizhut, Jl. Pandawa Raya, Harapan Jaya, Sukarame, Kota Bandar Lampung pada Ahad (12/10/25). Acara ini mempertemukan para pelaku usaha dan anggota komunitas UMKM Muhammadiyah dari berbagai sektor, dengan semangat memperkuat jejaring dan membangun kemandirian ekonomi umat. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul […]

  • LPPIK UMS GELAR WORKSHOP PEMBEKALAN FASILITATOR BAITUL ARQOM STUDI ISLAM 2 (IBADAH DAN MUAMALAH)

    LPPIK UMS GELAR WORKSHOP PEMBEKALAN FASILITATOR BAITUL ARQOM STUDI ISLAM 2 (IBADAH DAN MUAMALAH)

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 433
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – LPPIK menyelenggarakan Workshop Pembekalan Fasilitator Baitul Arqom Studi Islam 2 dalam rangka memberikan pembekalan kepada fasilitator tentang materi ibadah dan muamalah. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 14-15 Februari 2023, dan dilaksanakan di ruang rapat LPPIK UMS.  Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengarahan dari ketua LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Beliau menyampaikan tentang […]

  • AL YAUM AL MARHAMAH (HARI KASIH SAYANG)

    AL YAUM AL MARHAMAH (HARI KASIH SAYANG)

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Oleh : Rendra Aradea, S.Sos.I* Abu Sufyan menemui dan berbicara kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam di Madinah, tetapi Beliau tidak menjawab sama sekali. Kemudian Abu Sufyan menemui Abu Bakar meminta bantuannya untuk membicarakan persoalan yang dibawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tetapi Abu Bakar, Ia lalu pergi menemui Umar bin Khathab untuk tujuan […]

  • Mafindo-IPM Solo Edukasi Remaja tentang Demokrasi Sehat Berbasis Cek Fakta

    Mafindo-IPM Solo Edukasi Remaja tentang Demokrasi Sehat Berbasis Cek Fakta

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 188
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Solo – Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya bersama Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Solo berkolaborasi mengedukasi para pemilih pemula agar bisa membangun demokrasi sehat melalu cek fakta, Sabtu (5/10/2024). Pada Mini Workshop Bertema “Demokarsi Sehat Melalui Cek Fakta” ini para pemilih pemula yang terdiri dari aktivitas IPM dan Forum Osis Solo […]

expand_less