
KABAR.MUH, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pembukaan perkaderan Darul Arqom Dasar (DAD) pada Kamis, (13/11), yang berlokasi di SMK Muhammadiyah 2 Andong, Boyolali. Dengan mengusung tema “Internalisasi Ilmu Amaliah & Amal Ilmiah dalam Proyek Sosial Dakwah Kontemporer.”
DAD PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS ini diikuti sebanyak 47 perserta yang telah memenuhi serangkaian tahapan, baik dari calon Immawan (cammawan) dan calon Immawati (cammawati).
Sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia, Silmi Husna Arafah, menjelaskan maksud dan tujuan tema yang diusung pada DAD PK IMM Muhammad Abduh UMS.
“Kami mengusung tema ini, tidak lain sebagai jembatan kader baru IMM untuk mampu mengamalkan ilmunya bagi kemashlahatan umat dan menjadi kader yang progresif,” ujarnya. Jum’at, (14/11).
Ketua Umum PK IMM Muhammad Abduh, Naura Zukhrufana Muttatiar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa internalisasi bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik, hal itu juga selaras dengan apa yang dikatakan oleh pendiri IMM.
“Internalisasi yaitu proses membentuk diri sendiri menjadi lebih baik. Djazman Al-Kindi selaku pendiri IMM juga mengatakan, bahwa sebelum memberi kepada orang lain, hendaknya membentuk diri sendiri menuju jalan yang lurus terlebih dahulu.” Tegasnya.
Ia menekankan kata internalisasi, dengan harapan kepada kader agar memiliki prinsip kepemimpinan dan keutuhan moral yang menjadi fondasi dalam menuntut ilmu dan bertindak. Terlebih lagi untuk menegaskan peran kader IMM sebagai agent of change yang mampu menciptakan perubahan sosial ke arah lebih baik.
Apresiasi juga didapatkan dari PC IMM Sukoharjo yang diwakilkan oleh Ketua Bidang Organisasi, Muhammad Ikbar Rozaki.
“Kami mengapresiasi sebesar-besarnya kepada PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS yang melaksanakan DAD, momen ini menjadi penting untuk regenerasi IMM dan gerbang awal jalannya kader dididik dan dibina.” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa IMM bertanggungjawab besar atas ruh nilai dan moral dalam tubuh persyarikatan Muhammadiyah.
“IMM terdapat tanggung jawab moral serta memiliki kedudukan sebagai badan cendekiawan Muhammadiyah. Apabila Muhammadiyah kehilangan ruh-ruh nilai moral, maka yang bertanggung jawab adalah IMM.” tambah Ikbar.
Hal itu sangat dibutuhkan dalam implementasi proyek sosial dakwah kontemporer sebagai kader, karena tanpa jiwa integritas dalam hal tanggung jawab dan moral tidak akan mampu menghadirkan lingkungan yang melakukan sesuatu sesuai ilmunya.

Sambutan berikutnya oleh Drs. Kamtar selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Boyolali, terdengar sangat mendukung diadakannya DAD di sekolah ini, ia juga sangat bangga terhadap IMM.
“Segala fasilitas di sekolah ini milik Muhammadiyah, silahkan gunakan untuk beraktifitas. Kami yakin IMM menjadi pelopor intelektual dan ketrampilan dengan kembali ke perjuangan Muhammadiyah.” ujarnya diatas mimbar aula.
Ia juga menegaskan bahwa IMM menjadi gerakan penyempurna Muhammadiyah, IMM menjadi warisan K. H. Ahmad Dahlan yang harus terus disemangati untuk menjadi pelopor hal-hal baik dan positif di masa kini dan masa yang akan datang.
Kemudian dalam stadium general diisi oleh Rahmat Rusma Pratama, S.H., yang memangku jabatan sebagai Ketua Bidang Pengembangan Bahasa dan Potensi Akademik (BPBPA) Dewan Pimpinan Daerah (DPP) IMM Jawa Tengah.
“Kenapa ilmu amaliah dan amal ilmiah menjadi satu tagline Muhammadiyah? Karena dalam dakwah K.H Ahmad Dahlan selalu berlandaskan ilmu yang berupa bukti dalil, jadi amalan yang kita lakukan juga seharusnya berlandaskan ilmu.” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang kiprah dakwah K. H. Ahmad Dahlan yang membawa pembaharuan modern dalam sendi-sendi kehidupuan. karena itulah ilmu amaliah amal ilmiah menjadi penting, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“K.H.Ahmad Dahlan menciptakan pembaharuan di Indonesia tepatnya di Yogyakarta. Gedung modern seperti Edutorium dan Gedung Induk Siti Walidah UMS, merupakan salah satu contoh pemikiran modern, pemikiran pembaharuan. Sedangkan korelasi positif antara ilmu amaliah dan amal ilmiah dengan realitas dakwah era kontemporer yang dapat kita terapkan sekarang yaitu menggunakan media sosial untuk menyampaikan dakwah dan ilmu pengetahuan. Kita tidak hanya menjadi konsumen konten media sosial. Kita juga harus menjadi pembuat konten di media sosial, namun jangan sampai kita membuat konten dangkal,” tutup Rahmat.
Dengan diadakannya DAD PK IMM Muhammad Abduh UMS ini, lanjutnya, harapan kedepannya agar para kader tidak hanya sekedar berorganisasi, namun mampu berdakwah dengan ilmu juga mampu mengamalkan ilmunya dalam sendi-sendi kehidupan. (Dyah/Adi/Humas)
Editor: Muhammad Farhan



