
KABARMUH.ID, Balikpapan – Sebuah karya sederhana yang lahir dari kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan berhasil menghadirkan kebanggaan besar bagi keluarga SD Muhammadiyah 2 Balikpapan. Dalam kegiatan 1000 Cahaya ‘Aisyiyah yang digelar di SMA Negeri 8 Balikpapan dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah, karya siswa SD Muhammadiyah 2 Balikpapan mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti.
Karya tersebut mengangkat tema penanaman mangrove, sebuah pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan melestarikan alam bagi generasi mendatang. Melalui gambar yang penuh warna dan makna, para siswa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini.
Di tengah semarak peringatan Milad ‘Aisyiyah yang dihadiri berbagai tokoh pendidikan dan masyarakat, karya siswa SD Muhammadiyah 2 Balikpapan menjadi salah satu yang menarik perhatian. Prof. Abdul Mu’ti memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat anak-anak dalam menuangkan ide-ide positif melalui karya seni.
Apresiasi tersebut menjadi momen yang sangat berharga bagi para siswa. Tidak hanya sebagai penghargaan atas hasil karya yang mereka buat, tetapi juga sebagai bentuk dukungan agar terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Tema mangrove yang diangkat dalam karya tersebut memiliki nilai edukatif yang kuat. Selain dikenal sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, mangrove juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. Melalui karya ini, para siswa ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Balikpapan Bapak Akhmad Luqman Hakim M.Pd menyampaikan rasa syukur dan bangga atas apresiasi yang diberikan oleh Menteri Pendidikan RI. Menurutnya, perhatian dari tokoh nasional terhadap karya peserta didik merupakan motivasi besar bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa bahwa setiap karya memiliki nilai dan setiap anak memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Kreativitas yang diasah sejak dini akan menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan,” ujarnya.
Kegiatan 1000 Cahaya ‘Aisyiyah sendiri menjadi momentum yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kepedulian sosial. Dari goresan gambar tentang mangrove, lahir pesan besar tentang cinta lingkungan, semangat berkarya, dan harapan bagi Indonesia yang lebih hijau.
Momen apresiasi dari Prof. Abdul Mu’ti ini menjadi bukti bahwa karya anak-anak mampu berbicara lebih luas, menginspirasi banyak orang, dan mendapatkan perhatian dari para pemimpin bangsa. Sebuah kebanggaan bagi SD Muhammadiyah 2 Balikpapan, sekaligus motivasi untuk terus melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.



