Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Ainur Rhain, M.Th.I., bersama tim peneliti berhasil mengungkap temuan baru mengenai manuskrip mushaf Al-Qur’an peninggalan Kasunanan Surakarta yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional ZAD Al-Mufassirin Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026 melalui artikel berjudul ‘Manuscript of the Qur’an of the Kasunan Palace of Surakarta (coded MAA.001): A Historical-Philological Study of Writing Errors and Their Implications for Interpretation’.

Penelitian tersebut menjadi salah satu kajian penting mengenai tahqiq manuskrip Al-Qur’an Nusantara dengan memadukan pendekatan filologi, kodikologi, paleografi, dan ilmu qira’at. Objek penelitian adalah manuskrip mushaf berkode MAA.001 yang tersimpan di Perpustakaan Masjid Agung Kasunanan Surakarta, salah satu koleksi manuskrip Islam bersejarah di Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian, manuskrip tersebut diperkirakan ditulis pada rentang tahun 1780–1820 Masehi, bertepatan dengan berkembangnya tradisi intelektual Islam di lingkungan Keraton Surakarta. Temuan ini memperkuat posisi manuskrip sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan ilmu Al-Qur’an di Nusantara.

Dalam penelitian tersebut, tim menemukan sejumlah kesalahan penyalinan (scribal errors) pada Surah At-Taubah ayat 81, 83, dan 84. Kesalahan yang ditemukan berupa perubahan huruf maupun harakat yang berpotensi memengaruhi makna ayat apabila tidak ditelaah secara ilmiah.

Namun demikian, Ainur Rhain menegaskan bahwa seluruh kesalahan tersebut bukan berasal dari perbedaan qira’at yang sahih, melainkan kesalahan teknis yang terjadi saat proses penyalinan manuskrip.

“Warisan manuskrip Al-Qur’an Nusantara bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga sumber pengetahuan yang sangat berharga untuk memahami perjalanan transmisi Al-Qur’an di Indonesia. Kajian ilmiah seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga keakuratan teks Al-Qur’an sekaligus melestarikan khazanah intelektual Islam Indonesia,” ungkapnya, Kamis, (23/7/2026).

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya percampuran penggunaan rasm imlā’ī dengan rasm ‘Utsmānī, disertai inkonsistensi ortografi pada beberapa bagian manuskrip. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa standardisasi penyalinan mushaf di Nusantara pada akhir abad ke-18 belum berlangsung secara seragam. Variasi tulisan yang ditemukan lebih mencerminkan dinamika sejarah transmisi teks daripada adanya perbedaan bacaan Al-Qur’an.

Temuan lain yang tak kalah penting adalah fungsi manuskrip tersebut yang tidak hanya digunakan sebagai kitab suci untuk ibadah, tetapi juga berperan sebagai media pendidikan Al-Qur’an, simbol legitimasi religius Kesunanan Surakarta, sekaligus pusat transmisi ilmu keislaman di lingkungan Masjid Agung Surakarta.

Hal itu diperkuat dengan keberadaan catatan pinggir (marginal notes) pada manuskrip yang menunjukkan bahwa mushaf tersebut aktif dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran, proses tashih, hingga kajian Al-Qur’an pada masanya.

Menurut Ainur Rhain, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pelestarian manuskrip Islam Indonesia. Kajian tahqiq diperlukan untuk memastikan keaslian teks, merekonstruksi sejarah perkembangan ilmu Al-Qur’an di Nusantara, sekaligus menjadi landasan penyusunan edisi kritis manuskrip dan kebijakan konservasi naskah kuno di Indonesia.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi rujukan bagi akademisi, filolog, pemerhati manuskrip, maupun lembaga pelestarian budaya dalam mengembangkan studi manuskrip Al-Qur’an Nusantara. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Al-Qur’an di Jawa telah berkembang secara dinamis serta memiliki jaringan intelektual yang kuat dengan pusat-pusat keilmuan Islam dunia sejak akhir abad ke-18. (Fika/Humas)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LDK PP Muhammadiyah Tegaskan Pentingnya Dakwah Berbasis Komunitas di Silatwil Jabar

    Ketua LDK PP Muhammadiyah Tegaskan Pentingnya Dakwah Berbasis Komunitas di Silatwil Jabar

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cirebon — Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan pentingnya penguatan dakwah berbasis komunitas yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam forum panel Silaturahmi Wilayah (Silatwil) Muhammadiyah Jawa Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Sabtu (24/5). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara LDK PP Muhammadiyah, Majelis Pembina […]

  • Meniti Kembali Spirit Moderasi IMM dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan

    Meniti Kembali Spirit Moderasi IMM dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Oleh : Tio Muhammad Bahauddin (Ketua Bidang Organisasi PC IMM AR Fachruddin Kota Yogyakarta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan suatu gerakan mahasiswa yang berfungsi sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna Persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian jika kita melihat apa yang termaktub dalam 6 Penegasan IMM pada ayat 2 dan 3 yang berbunyi, “Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan […]

  • Sinergi Dengan PT. Nur Ramadhan, LAZISMU KL Balikpapan Utara Gelar Santunan Anak Yatim

    Sinergi Dengan PT. Nur Ramadhan, LAZISMU KL Balikpapan Utara Gelar Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.216
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – Matahari mulai cerah kembali. Terlihat dedaunan yang mulai mengering setelah diguyur oleh gerimis sejak pagi tadi. Seperti terbangun dari mimpi yang menyisakan sebuah harapan. Seketika harapan itu menjadi kenyataan. Bingung, gugup dan takut menghiasi wajah seorang anak kecil yang berjalan perlahan berlindung di belakang ibunya. Kami mencoba menyapa dan tersenyum untuk menyakinkannya. […]

  • Tim Dosen UMS Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Greenhouse Hidroponik Tenaga Surya untuk Kemandirian Pangan KWT di Sukoharjo

    Tim Dosen UMS Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Greenhouse Hidroponik Tenaga Surya untuk Kemandirian Pangan KWT di Sukoharjo

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hidroponik, khususnya selada dan pakcoy. Namun, ketergantungan pada listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air dan skala produksi yang masih terbatas menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha ini. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim […]

  • KH. Agus Sukaca: Tauhid Adalah Ruh yang Menyatukan Seluruh Gerakan Muhammadiyah

    KH. Agus Sukaca: Tauhid Adalah Ruh yang Menyatukan Seluruh Gerakan Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Samarinda – Di tengah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi Muhammadiyah memasuki abad kedua, penguatan ideologi gerakan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Pesan itulah yang mengemuka dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Kalimantan Timur, dr. KH. Agus Sukaca, M.Kes., Sabtu (18/7/2026) di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Mengangkat tema […]

  • Jawab Tantangan Pengembangan Cabang Ranting Muhammadiyah Ke-depan, LPPIK UMS Sukses Adakan Daurah LPCR

    Jawab Tantangan Pengembangan Cabang Ranting Muhammadiyah Ke-depan, LPPIK UMS Sukses Adakan Daurah LPCR

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 655
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Surakarta, Menjadi organisasi Islam besar dan lengkap dengan ratusan ribu amal usaha dalam bidang Pendidikan, kesehatan dan sosial ternyata memiliki tantangan tersendiri. Persyarikatan Muhammadiyah setidaknya memiliki dua tantangan besar. Sebagaimana yang dituturkan oleh guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Fattah Santoso, bahwasannya Muhammadiyah harus mampu “menginternalisasi” dan “menginternasionalisasikan” ideologi dan gerakannya secara massif. […]

expand_less