Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Ainur Rhain, M.Th.I., bersama tim peneliti berhasil mengungkap temuan baru mengenai manuskrip mushaf Al-Qur’an peninggalan Kasunanan Surakarta yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional ZAD Al-Mufassirin Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026 melalui artikel berjudul ‘Manuscript of the Qur’an of the Kasunan Palace of Surakarta (coded MAA.001): A Historical-Philological Study of Writing Errors and Their Implications for Interpretation’.

Penelitian tersebut menjadi salah satu kajian penting mengenai tahqiq manuskrip Al-Qur’an Nusantara dengan memadukan pendekatan filologi, kodikologi, paleografi, dan ilmu qira’at. Objek penelitian adalah manuskrip mushaf berkode MAA.001 yang tersimpan di Perpustakaan Masjid Agung Kasunanan Surakarta, salah satu koleksi manuskrip Islam bersejarah di Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian, manuskrip tersebut diperkirakan ditulis pada rentang tahun 1780–1820 Masehi, bertepatan dengan berkembangnya tradisi intelektual Islam di lingkungan Keraton Surakarta. Temuan ini memperkuat posisi manuskrip sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan ilmu Al-Qur’an di Nusantara.

Dalam penelitian tersebut, tim menemukan sejumlah kesalahan penyalinan (scribal errors) pada Surah At-Taubah ayat 81, 83, dan 84. Kesalahan yang ditemukan berupa perubahan huruf maupun harakat yang berpotensi memengaruhi makna ayat apabila tidak ditelaah secara ilmiah.

Namun demikian, Ainur Rhain menegaskan bahwa seluruh kesalahan tersebut bukan berasal dari perbedaan qira’at yang sahih, melainkan kesalahan teknis yang terjadi saat proses penyalinan manuskrip.

“Warisan manuskrip Al-Qur’an Nusantara bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga sumber pengetahuan yang sangat berharga untuk memahami perjalanan transmisi Al-Qur’an di Indonesia. Kajian ilmiah seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga keakuratan teks Al-Qur’an sekaligus melestarikan khazanah intelektual Islam Indonesia,” ungkapnya, Kamis, (23/7/2026).

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya percampuran penggunaan rasm imlā’ī dengan rasm ‘Utsmānī, disertai inkonsistensi ortografi pada beberapa bagian manuskrip. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa standardisasi penyalinan mushaf di Nusantara pada akhir abad ke-18 belum berlangsung secara seragam. Variasi tulisan yang ditemukan lebih mencerminkan dinamika sejarah transmisi teks daripada adanya perbedaan bacaan Al-Qur’an.

Temuan lain yang tak kalah penting adalah fungsi manuskrip tersebut yang tidak hanya digunakan sebagai kitab suci untuk ibadah, tetapi juga berperan sebagai media pendidikan Al-Qur’an, simbol legitimasi religius Kesunanan Surakarta, sekaligus pusat transmisi ilmu keislaman di lingkungan Masjid Agung Surakarta.

Hal itu diperkuat dengan keberadaan catatan pinggir (marginal notes) pada manuskrip yang menunjukkan bahwa mushaf tersebut aktif dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran, proses tashih, hingga kajian Al-Qur’an pada masanya.

Menurut Ainur Rhain, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pelestarian manuskrip Islam Indonesia. Kajian tahqiq diperlukan untuk memastikan keaslian teks, merekonstruksi sejarah perkembangan ilmu Al-Qur’an di Nusantara, sekaligus menjadi landasan penyusunan edisi kritis manuskrip dan kebijakan konservasi naskah kuno di Indonesia.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi rujukan bagi akademisi, filolog, pemerhati manuskrip, maupun lembaga pelestarian budaya dalam mengembangkan studi manuskrip Al-Qur’an Nusantara. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Al-Qur’an di Jawa telah berkembang secara dinamis serta memiliki jaringan intelektual yang kuat dengan pusat-pusat keilmuan Islam dunia sejak akhir abad ke-18. (Fika/Humas)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP IMM Gelar Pembekalan Kader Mubaligh, Menyebarkan Dakwah ke Seluruh Nusantara

    DPP IMM Gelar Pembekalan Kader Mubaligh, Menyebarkan Dakwah ke Seluruh Nusantara

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar Pembekalan Kader Mubaligh pada Kamis, 27 Februari 2025. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 26 kader IMM dari Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Nasional (KM3Nas) DPP IMM dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan ini, M. Hasnan Nahar […]

  • UMS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru S2 dan S3, Hadirkan Mahasiswa dari 38 Negara

    UMS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru S2 dan S3, Hadirkan Mahasiswa dari 38 Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 secara hybrid melalui Zoom Meeting dan secara offline di di Ruang Seminar Lt 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Sabtu (6/9). Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru, baik dari dalam maupun luar negeri, serta […]

  • Semarak Milad ke-61 Muhaka, Teguhkan Komitmen Cetak Generasi MULIA

    Semarak Milad ke-61 Muhaka, Teguhkan Komitmen Cetak Generasi MULIA

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SLEMAN – Genap 61 tahun mengabdi di dunia pendidikan, SMP Muhammadiyah 2 Kalasan (Muhaka) menutup rangkaian Semarak Milad ke-61 dengan penuh semangat dan kebersamaan. Puncak peringatan ditandai dengan Pengajian Akbar yang digelar pada Ahad (6/9) di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Mengusung tema “Mewujudkan Generasi MULIA yang Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi”, kegiatan tersebut tidak […]

  • Tingkatkan potensi olahraga pelajar, SMK Muhammadiyah 7 Sambungmacan Sragen adakan ”SMK Mutu Cup 2024”

    Tingkatkan potensi olahraga pelajar, SMK Muhammadiyah 7 Sambungmacan Sragen adakan ”SMK Mutu Cup 2024”

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 343
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sragen – PR IPM SMK Muhammadiyah 7 Sambungmacan bekerjasama dengan Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Menggelar turnamen bola voli yang bertajuk “SMK Mutu CUP 2024” pada hari kamis, 22 Februari 2024. Kegiatan ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari Sragen dan juga Ngawi tingkat SMP/Mts dengan mengirimkan 9 pemain dalam satu tim. Kegiatan ini mengambil tema […]

  • A Gransino Casino biztonságos és élvezetes kaszinóválasztás a magyar játékosok részére

    A Gransino Casino biztonságos és élvezetes kaszinóválasztás a magyar játékosok részére

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Köszöntjük a Gransino Casinoban https://gransinocasinoo.com/hu-hu. Itt a biztonságosság és a elsőrangú szórakozás együtt van. Hazai játékosaink egy szigorúan szabályozott, megbízható és biztonságos platformot találnak, amely bővelkedik vonzó játékokkal és bónuszokkal. Nézze meg, miért válhat a Gransino sok magyar játékos kedvenc online kaszinójává. Nálunk mindig Ön áll a középpontban. Tartós kapcsolatokra törekszünk, és boldogan várjuk, ha […]

  • FORDIGIMU, Jawaban Muhammadiyah atas Kebutuhan Mendesak Dakwah Digital

    FORDIGIMU, Jawaban Muhammadiyah atas Kebutuhan Mendesak Dakwah Digital

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Perubahan lanskap dakwah di era digital menuntut kehadiran aktor-aktor baru yang tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga piawai dalam menjangkau audiens melalui platform digital. Dalam konteks inilah, Forum Dai Digital Muhammadiyah (FORDIGIMU) lahir sebagai jawaban atas urgensi dakwah yang adaptif, terstruktur, dan berkelanjutan di era teknologi informasi. Transformasi digital telah menggeser […]

expand_less