
KABARMUH.ID, JAKARTA — Delapan pemuda Indonesia yang tergabung dalam program JENESYS 2025 resmi kembali ke tanah air setelah mengikuti rangkaian kegiatan pertukaran pemuda di Tokyo dan Nagasaki, Jepang. Program ini menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang untuk memperkuat dialog lintas budaya dan kolaborasi masa depan Indonesia–Jepang.
Dalam acara penyambutan resmi yang berlangsung pada 18 November 2024, Direktur Bagian Politik Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Mr. Tanaka Motoyasu, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta Indonesia dalam membangun hubungan yang lebih erat antar kedua negara.
“Kami berharap para pemuda yang kembali dari Jepang dapat menjadi penghubung penting dalam persahabatan Indonesia–Jepang. Memahami Jepang tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga politik, ekonomi, hingga inovasi industri. Karena pemudalah yang akan membawa hubungan kita ke masa depan,” ujar Mr. Tanaka dalam sambutannya.
Salah satu delegasi Muhammadiyah, Hindun Niyatus Sa’adah, salah satu peserta asal Indonesia delegasi persyarikatan Muhammadiyah, mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti program ini.
“Saya senang karena di Jepang kami tidak hanya belajar tentang perbedaan, tetapi juga menemukan banyak kesamaan. Kami pulang tidak hanya membawa foto baru dan pengalaman baru, tetapi juga semangat baru untuk memperkuat ruang perjumpaan lintas budaya dan identitas” Ujarnya.
Hindun juga menyampaikan refleksi atas pengalaman luar biasa yang telah dilaluinya.
“Pengalaman ini sangat berarti dan memberikan pemahaman baru tentang bagaimana perbedaan dapat hidup bersama dalam harmoni. Saya ingin membawa semangat ini ke Indonesia untuk memperkuat ruang perjumpaan lintas identitas,” ungkapnya.
Hindun menambahkan, bahwa para delegasi Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan pengetahuan dan nilai-nilai yang mereka dapatkan selama program tersebut.
“Kami bisa menjadi super connector bagi teman-teman di daerah kami masing-masing, agar pengalaman berharga selama di Jepang tidak berhenti pada diri kami. Harapannya, apa yang kami bawa pulang dapat memantik transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang damai, adil, dan inklusif bagi semua,” jelas Hindun.
Terakhir, Hindun menyampaikan ajakan kepada para pemuda Indonesia untuk turut serta dalam JENESYS tahun mendatang.
“Mari ikut serta tahun depan. Semakin banyak pemuda Indonesia yang terlibat, semakin besar kontribusi kita dalam membangun budaya damai dan saling mengharga,” ujarnya.
Program JENESYS 2025 membuktikan kolaborasi antarbangsa dapat membuka ruang baru bagi tumbuhnya pemimpin muda yang berwawasan global, cinta damai, dan siap membangun masa depan yang lebih inklusif bagi semua.
Kontributor: Astyra Gita Kinanti
Editor: Nurul Ramadhani



