BeritaJateng

Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pelatihan “Pelatihan Best Practice dalam Pembelajaran” bagi para guru SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kartasura. Kegiatan ini merupakan bagian dari RPPS Prodi guna meningkatkan kompetensi guru-guru Muhammadiyah di Kartasura.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh perwakilan peserta, Debby Surya Kalpita, S.Pd., dari SMK Muhammadiyah Kartasura. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan yang menyejukkan hati tentang pentingnya menikmati kehidupan dengan penuh rasa syukur. Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, baik dalam hal kesehatan, keluarga, pekerjaan, maupun kesempatan untuk terus belajar dan berbagi ilmu.

Sesi kultum tersebut memberikan nuansa spiritual yang hangat dan membangun semangat positif di awal kegiatan. Para peserta pun tampak menyimak dengan khidmat, menjadikan momen tersebut sebagai pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal ilmu, tetapi juga tentang pembinaan jiwa dan akhlak.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Kamis (15/5), hadir sebagai narasumber utama Dr. Main Sufanti, M.Hum., dosen senior MPBI UMS. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya guru untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga mendokumentasikan praktik baik (best practice) pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Menurutnya, setiap guru memiliki pengalaman berharga yang bisa menjadi inspirasi dan referensi bagi rekan sejawat, bahkan bisa dikembangkan menjadi karya tulis ilmiah.

“Bapak ibu guru sudah sering melakukan inovasi pembelajaran untuk mengatasi masalah di kelas. Namun, jarang bahkan tidak pernah ditulis. Oleh karena itu, Bapak Ibu guru saya ajak untuk menuliskannya,” jelas Main Sufanti, Jumat (16/5).

Dosen UMS itu juga memberikan panduan praktis tentang bagaimana menyusun tulisan best practice secara sistematis, mulai dari latar belakang, permasalahan, solusi yang diterapkan, hingga dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa.

Para peserta tampak antusias mencatat dan berdiskusi aktif mengenai praktik pembelajaran yang telah mereka lakukan di sekolah masing-masing. Tidak hanya itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan secara langsung menulis best practice yang dilanjutkan dengan pendampingan publikasi ke media massa. (Eko/Fika/Humas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button