
KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Grogol Sukoharjo menggelar Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga dengan tema “Komunikasi Efektif antara Anak, Orang Tua, dan Pengasuh : Kunci Kedekatan dan Kepercayaan” di Aula LKSA PAYPA, Ahad (21/6/2026)
Kegiatan yang di ikuti 120 peserta terdiri dari anak asuh, calon anak asuh, orang tua, pengurus LKSA PAYPA Grogol, dan para tamu undangan itu bertujuan memperkuat pola komunikasi di lingkungan keluarga untuk mencegah jarak emosional antar generasi. Ketua LKSA PAYPA Ibu Sri Suwarni mengatakan komunikasi yang buruk bisa menjadi pemicu konflik hingga kekerasan pada anak.
“Banyak orang tua merasa sudah mendengar, anak hanya butuh didengarkan. Begitu pula sebaliknya. Forum ini kami buat agar keduanya saling memahami, “ujar Ibu Sri Suwarni saat melakukan sambutan pada kegiatan ini.
Dalam kegiatan tersebut, dibagi menjadi tiga rangkaian acara. Pertama Wisuda Tahfidzul Qur’an, dimana para santriwati yang telah melalui ujian hafalan Al-Quran sesuai ketentuan LKSA PAYPA diberikan apresiasi. Ada 6 wisudawati Tahfidzul Qur’an dengan capaian beragam minimal 1 juz Al-Quran dan yang terbanyak adalah 5 juz Al-Quran.
Salah satu Wisudawati Tahfidzul Qur’an yang kami wawancarai mengatakan,
“Saya senang sekali meskipun ada sedihnya, akhirnya selama 3 tahun disini terbayarkan sudah, pesan saya untuk temen teman yang masih disini semangat belajar, untuk teman saya seangkatan semoga sukses di perjuangan selanjutnya, kepada pengurus untuk semangat mengemban amanah, terimakasih juga kepada semua pengurus yang mau menerima saya dan teman-teman selama ini. Untuk hafalan yang sudah saya miliki akan saya gunakan untuk mencari beasiswa di UIN kampus tujuan saya, kalau misal tidak bisa akan saya jadikan bekal untuk di akhirat nanti,” Ujar Suci Wahyuningtyas Wisudawati Tahfidzul Qur’an 5 juz.

Acara kedua yaitu Pelepasan Penerimaan Manfaat yang dirangkai dengan acara seminar di isi oleh Ibu Khotimatun Na’imah, S.Psi., S.Pd.I., M.Psi., Psikolog. Ada 6 Santriwati yang dilepas dari berbagai daerah di solo raya.
Kegiatannya adalah Pihak LKSA PAYPA memberikan raport dan uang tabungan kepada orang tua dan penerima manfaat yang akan di lepas. Sedangkan Ibu Khotimatun Na’imah memberikan materi mengenai komunikasi efektif antara Ortu-Anak-Pengasuh.
“Kegiatan pelepasan dan penerimaan anak asuh ini bukanlah hanya pemindahan kepengasuhan dari orang tua kepada pihak LKSA PAYPA, namun orang tua juga harus menjalin komunikasi yang efektif dengan LKSA PAYPA agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam kepengasuhan. Intinya harus saling bekerjasama untuk urusan pengasuhan anak, anak yang baru juga mau belajar mandiri dan belajar berjauhan dari keluarga dirumah. Sedangkan anak yang dilepas harus juga belajar konsisten serta menerapkan nilai-nilai yang sudah ditanamankan sejak ada di Panti Asuhan”, ungkapnya.
Acara Ketiga yaitu Penerimaan Manfaat. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk santriwati baru LKSA PAYPA Grogol, pihak orang tua dan LKSA PAYPA melakukan perjanjian kepengasuhan anak selama di panti. Ada 6 Santriwati baru yang akan masuk, terdiri dari jenjang SMP dan SMA sederajat.
“Saya berharap anak saya yang saya titipkan disini menjadi pribadi yang lebih baik, terampil, dan memiliki kesempatan yang sama seperti anak-anak yang lain, disekolahkan dengan baik dan juga diberikan ilmu keagamaan,” harapan orang tua/wali dari santriwati baru.
Tidak hanya acara formal, disela-sela kegiatan ada juga hiburan yang di isi oleh santriwati LKSA PAYPA Grogol meliputi menari, seni tapak suci, musikalisasi puisi, dan persembahan drama.
LKSA PAYPA memang sudah dari tahun sebelumnya menjadikan Temu Penguatan Kapasitas ini menjadi program rutin tahunan dengan berbagai tema yang berganti-ganti.
Kontributor: Awanda Elrita Putri



