Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

  • account_circle Nurul Fahri Friyanda
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan representasi, stabilitas politik, serta perlindungan hak konstitusional warga negara.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan yang disampaikan Muhammad RM Fayasy Failaq, S.H., M.H., dari Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam Seminar Konstitusi yang diselenggarakan Komunitas Pemerhati Konstitusi (KPK), Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Fayasy menjelaskan bahwa sistem pemilu merupakan mekanisme untuk mengonversi perolehan suara menjadi kursi yang diperoleh partai politik dan kandidat. Desain tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknis pemungutan suara, tetapi juga memengaruhi pola kompetisi partai politik dan pembentukan sistem kepartaian.

“Tiga variabel utama dalam desain sistem pemilu, yakni rumusan pemilu atau metode penghitungan suara menjadi kursi, struktur pemungutan suara yang mengatur teknis surat suara, serta besaran daerah pemilihan berdasarkan jumlah kursi yang diperebutkan,” ungkapnya, Sabtu, (10/10/2026).

Ketiga variabel tersebut, lanjutnya, memiliki implikasi terhadap keterwakilan politik. Sistem pluralitas atau mayoritas cenderung mendorong penyederhanaan jumlah partai, sedangkan sistem proporsional memberikan peluang keterwakilan yang lebih luas bagi partai politik, termasuk partai kecil dan menengah.

“Besaran daerah pemilihan dan penerapan ambang batas parlemen juga menjadi faktor yang memengaruhi jumlah partai yang memperoleh kursi. Daerah pemilihan dengan alokasi kursi lebih sedikit cenderung membatasi keterwakilan partai kecil, sedangkan alokasi kursi yang lebih banyak membuka peluang bagi beragam partai untuk masuk ke parlemen,” terang dosen FHIP UMS itu.

Lebih lanjut, Fayasy menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai kriteria dalam merancang sistem pemilu. Di antaranya adalah mewujudkan keterwakilan yang adil, memfasilitasi pemerintahan yang stabil dan efektif, mendorong akuntabilitas pemerintah dan wakil rakyat, serta memberikan kemudahan bagi pemilih.

“Desain pemilu juga perlu memperkuat institusi partai politik agar berkembang sebagai organisasi yang memiliki ideologi dan program kerja, bukan sekadar kendaraan bagi figur tertentu. Selain itu, sistem pemilu perlu menyediakan ruang bagi oposisi untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan,” tegasnya.

Pertimbangan lain mencakup kesesuaian sistem dengan kapasitas administrasi penyelenggara pemilu serta kepatuhan terhadap standar internasional, termasuk prinsip kesetaraan hak pilih, penyelenggaraan pemilu secara berkala, dan jaminan kebebasan serta kerahasiaan dalam memilih.

Dalam konteks Indonesia, desain sistem pemilu menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keberagaman kelompok sosial, politik, agama, dan budaya hingga tingginya ongkos politik, politik uang, persoalan demokratisasi partai, personalisasi politik, dinasti politik, serta hubungan antara sistem presidensial dan multipartai.

“Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembaruan sistem pemilu perlu dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas demokrasi secara menyeluruh. Perubahan regulasi tidak cukup hanya berorientasi pada mekanisme pemilihan, tetapi juga perlu memperhatikan keterwakilan masyarakat, akuntabilitas politik, dan efektivitas pemerintahan,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, Fayasy juga memaparkan gagasan inverted election atau sistem pemilu terbalik sebagai salah satu alternatif yang dapat dikaji dalam pengembangan desain pemilu. Gagasan ini berangkat dari pendekatan pemilihan yang diawali dengan proses eliminasi kandidat sebelum pemilih menentukan pilihan akhir.

Dalam model tersebut, putaran pertama diarahkan untuk mengeliminasi kandidat, sedangkan putaran kedua digunakan untuk memilih kandidat terbaik sekaligus membangun legitimasi hasil pemilihan. Model ini juga mengenal tahapan penyaringan, mulai dari verifikasi partai peserta pemilu, proses internal partai, hingga pemilihan umum untuk eliminasi dan penentuan pilihan akhir.

Pendekatan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat dapat memiliki kecenderungan lebih mudah mencapai kesepakatan mengenai kandidat yang dianggap paling tidak layak dibandingkan menentukan satu kandidat terbaik di antara sejumlah pilihan.

Meski demikian, penerapan sistem pemilu terbalik memiliki tantangan, terutama berkaitan dengan biaya operasional yang harus ditanggung penyelenggara maupun peserta pemilu. Karena itu, gagasan tersebut memerlukan kajian lebih lanjut dari sisi hukum, teknis penyelenggaraan, dan dampaknya terhadap perilaku pemilih.

Seminar Konstitusi yang diselenggarakan pada pada 3 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-14 Komunitas Pemerhati Konstitusi UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjaga Integritas Demokrasi melalui Hukum Acara Mahkamah Konstitusi dalam Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilu” dan menjadi ruang diskusi mengenai desain sistem pemilu serta perkembangan hukum ketatanegaraan Indonesia.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Nurul Fahri Friyanda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permudah Pendaftar Luar Jawa, UMS Gelar Tes Pendaftaran Daring Besok

    Permudah Pendaftar Luar Jawa, UMS Gelar Tes Pendaftaran Daring Besok

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan tes pendaftaran daring bagi calon mahasiswa asal luar Pulau Jawa. Program tersebut menjadi strategi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai penjuru Tanah Air. Ketua Biro Administrasi Akademik UMS Dr. Triyono, S.E., M.Si., mengatakan tes tersebut akan digelar besok Sabtu, 26 Juli 2025. Sasaran […]

  • Lembaga Bina Prestasi Nusantara & Komunitas Huffaz UMS Sukses Mengadakan Liga MTQ Nusantara 2025.

    Lembaga Bina Prestasi Nusantara & Komunitas Huffaz UMS Sukses Mengadakan Liga MTQ Nusantara 2025.

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA, Ahad, 29 Juni 2025 – bertepatan pada tanggal 8 Mei 2025 OLIMNUS (olimpiade Nusantara), memulai pendaftaran Liga MTQ Nusantara, ajang lomba ini (kolaborasi) bersama Komunitas Huffaz UMS (KHU) dalam penyelenggaraannya, peserta yang mengikuti Liga MTQ Nusantara ada 88 orang, terdiri 13 peserta dari MTQ SMP/SMA, 27 peserta MTQ Mahasiswa/Umum, 17 peserta MTrQ SMP/SMA, […]

  • Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

    Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Di tengah arus perubahan yang bergerak begitu cepat, tidak sedikit generasi muda yang memilih mencari peluang di kota-kota besar atau bahkan di luar negeri. Namun, bagi Syofatun Nadifah, potensi terbesar justru berada di tempat ia tumbuh. Dari hamparan batu alam Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, lahirlah sebuah ikhtiar yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan […]

  • HMP IQT UMS Gelar DIKLAT, Tingkatkan Solidaritas dan Loyalitas Anggota Baru

    HMP IQT UMS Gelar DIKLAT, Tingkatkan Solidaritas dan Loyalitas Anggota Baru

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 140
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) dengan tema “Menanamkan Nilai Solidaritas dan Loyalitas dalam Merealisasikan Tujuan Bersama”. Kegiatan yang berlangsung pada 22-24 November 2024 ini bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Andong, Kabupaten Boyolali. Acara tahunan […]

  • PM3 IMM Sukoharjo, Ustaz Fathurrahman Kamal Ungkap 10 Visi Utama Al Quran Menurut Syaikh Moh Rasyid Ridla

    PM3 IMM Sukoharjo, Ustaz Fathurrahman Kamal Ungkap 10 Visi Utama Al Quran Menurut Syaikh Moh Rasyid Ridla

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Jum’at, 8 Rabi’ul Awwal 1446H/13-9-2024. Ustaz Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah membersamai teman-teman IMM Sukoharjo dalam acara Pelatihan Muballigh Mahasiswa Muhammadiyah (PM3). Di era disrupsi saat ini, kita memerlukan sosok dan gagasan termasuk tradisi besar yang telah terbukti nyata dalam sejarah umat manusia. Nabiyullah Muhammad ‘alaihissalam tentu […]

  • UMS Kuatkan Fondasi Identitas Muslim di Jepang

    UMS Kuatkan Fondasi Identitas Muslim di Jepang

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan dakwah dan pengabdian global. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI), UMS bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang dengan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Empowering Muslim Identity: Penguatan Al-Islam, Pemberdayaan, dan Gerakan Muslim di Jepang” yang dimulai pada Sabtu, 12 […]

expand_less