Prodi Pendidikan Matematika UMS Jadi Tuan Rumah Kongres I-MES 2026, Wahyu Hidayat Terpilih sebagai Ketua Umum
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Penguatan kolaborasi akademik, tata kelola organisasi, dan kompetensi pendidik menjadi agenda penting Indonesian Mathematics Educators Society (I-MES) dalam mengembangkan pendidikan matematika di Indonesia. Agenda tersebut mengemuka dalam Kongres I-MES 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Muhamad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Rabu (28/10/2026).
Kongres yang diselenggarakan secara hybrid ini diikuti 195 peserta, terdiri atas 80 peserta luring dan 115 peserta daring. Selain menjadi forum evaluasi kepengurusan periode 2024–2026, kongres tersebut juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus perumusan arah pengembangan organisasi ke depan.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah Kongres I-MES 2026 merupakan momentum bagi UMS untuk memperkuat kontribusi dalam pengembangan pendidikan matematika nasional.
“Kami menyambut baik kesempatan ini. Persiapan diusahakan semaksimal mungkin melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik internal program studi, fakultas, universitas, maupun pengurus I-MES agar pelaksanaan kongres berjalan lancar,” ungkapnya, Kamis, (29/10/2026).
Menurut Rita, keterlibatan UMS dalam I-MES sejalan dengan komitmen Program Studi Pendidikan Matematika untuk mengembangkan pendidikan yang inovatif dan kolaboratif. Keanggotaan dalam organisasi tersebut juga membuka ruang untuk berbagi gagasan, mengembangkan penelitian bersama, serta memperluas jejaring akademik.
Ia menjelaskan, visi keilmuan Program Studi Pendidikan Matematika UMS menekankan pengembangan kemampuan berpikir matematis, pemanfaatan teknologi digital, integritas keislaman, dan kearifan lokal.
“Kami berharap kongres ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk memajukan pendidikan matematika di Indonesia. Bagi UMS, ini adalah kesempatan untuk memperkuat kontribusi sekaligus membangun kerja sama berkelanjutan dengan berbagai institusi,” tambahnya.
Dalam kongres tersebut, Prof. Dr. Wahyu Hidayat, M.Pd., terpilih sebagai Ketua Umum I-MES periode 2026–2028, menggantikan Prof. Dr. Sri Adi Widodo, M.Pd., yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya pada periode 2024–2026.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan memperkuat kesinambungan program organisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi I-MES bagi pengembangan pendidikan matematika, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun sekolah.
Dalam laporan pertanggungjawaban akhir jabatan, Sri Adi Widodo memaparkan pelaksanaan program, capaian, serta tantangan selama periode kepengurusannya. Evaluasi tersebut mencakup lima aspek utama, yakni penguatan tata kelola, relevansi program, perluasan jejaring, peningkatan partisipasi anggota, dan keberlanjutan kelembagaan.
Selama periode 2024–2026, I-MES menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas anggota. Di bidang riset dan inovasi, organisasi menyelenggarakan workshop penyusunan proposal hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), mulai dari pengembangan ide penelitian hingga penyusunan dan finalisasi proposal beserta anggarannya.
Penguatan publikasi ilmiah juga dilakukan melalui workshop penulisan artikel dan buku serta webinar. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas karya ilmiah anggota sekaligus memperkuat budaya penelitian dalam pengembangan pendidikan matematika.
Di bidang kurikulum, I-MES turut menyusun Suplemen Kurikulum Minimal Pendidikan Matematika sebagai acuan bagi program studi S-1 dan S-2 Pendidikan Matematika di lingkungan anggota organisasi. Selain itu, webinar profesionalisme guru dan workshop penjaminan mutu diselenggarakan untuk mendukung peningkatan kompetensi pendidik serta kualitas pengelolaan pendidikan matematika.
Pengembangan organisasi dilakukan melalui pembentukan pengurus wilayah yang menjangkau berbagai kawasan di Indonesia, mulai dari Aceh dan Sumatera hingga Maluku dan Papua. Dalam laporan evaluasi, Aceh, Sumatera Utara, Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur tercatat sebagai wilayah yang relatif aktif menyelenggarakan kegiatan.
Meski demikian, pemerataan partisipasi anggota dan penguatan koordinasi masih menjadi tantangan. Sejumlah persoalan lain meliputi distribusi beban kerja pengurus, konsistensi pelaksanaan program, keterbatasan pendanaan, serta dukungan operasional untuk menjaga keberlanjutan kegiatan.
Karena itu, kepengurusan berikutnya direkomendasikan menyusun perencanaan strategis yang dilengkapi indikator keberhasilan, target waktu, dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Digitalisasi administrasi, pengelolaan data anggota, dokumentasi kegiatan, serta transfer pengetahuan dan jejaring antarkepengurusan juga perlu diperkuat.
Pengembangan kompetensi guru matematika menjadi salah satu perhatian dalam rekomendasi pengembangan I-MES. Organisasi diharapkan menyediakan lebih banyak ruang bagi guru untuk terlibat dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran praktik pembelajaran.
Pengurus wilayah juga didorong menjadi penghubung kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk merespons tantangan pembelajaran serta memperkuat numerasi murid. Dengan demikian, pengembangan keilmuan tidak hanya berlangsung di lingkungan akademik, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan nyata dalam praktik pendidikan.
Selain penguatan kompetensi, I-MES diharapkan terus mengembangkan karakter sebagai organisasi profesi keilmuan yang inklusif. Keterlibatan pendidik dari berbagai institusi dan wilayah, pemerataan kesempatan berkontribusi, serta penguatan rasa memiliki menjadi fondasi untuk membangun organisasi yang lebih kolaboratif.
I-MES juga didorong menginisiasi kongres atau konferensi pendidikan matematika secara mandiri. Forum tersebut diharapkan memperkuat identitas akademik organisasi, memperluas jejaring nasional dan internasional, serta membuka peluang kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah.
Upaya tersebut relevan di tengah perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, transformasi kurikulum, dan kebutuhan peningkatan numerasi. Berbagai perubahan ini menuntut organisasi profesi untuk menghadirkan program yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Didirikan pada 18 Oktober 2017 di Jakarta, I-MES bertujuan membina dan mengembangkan pendidikan matematika serta meningkatkan perannya di Indonesia. Penyelenggaraan Kongres I-MES 2026 di UMS menjadi bagian dari perjalanan organisasi dalam mengevaluasi capaian, memperkuat kelembagaan, dan merumuskan arah pengembangan berikutnya.
Melalui kepemimpinan baru Prof. Dr. Wahyu Hidayat, M.Pd., I-MES diharapkan mampu melanjutkan program yang telah dirintis sekaligus memperluas manfaatnya bagi pendidik, peneliti, dan masyarakat pendidikan. Bagi UMS, penyelenggaraan kongres ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi berkelanjutan untuk memajukan pendidikan matematika di Indonesia.
Kontributor: Fika/Humas
Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi
