BeritaInspirasiJatengkabar muhammadiyah

Penjas UMS Perkuat Wawasan Kebangsaan Siswa SIJB Malaysia melalui Pembelajaran Kooperatif

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pengabdian di Sekolah Indonesia Johor Baru (SIJB) Malaysia, pada 12-15 Januari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat–Kemitraan Internasional (PKM-KI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS.

Ketua Tim PKM-KI Penjas FKIP UMS Agam Akhmad Syaukani, M.Ed., menyatakan Kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029.

“Program ini juga relevan dengan Asta Cita, terutama dalam memperkokoh ideologi kebangsaan, memperkuat pembangunan pendidikan dan kesehatan, serta mendukung diplomasi budaya Indonesia melalui layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di luar negeri,” ujar Agam, saat dihubungi pada Selasa (20/1).

Agam turut didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP UMS Dr. Nur Subekti, M.Or., serta melibatkan lima mahasiswa Penjas UMS. Agam menuturkan tim pengabdian tersebut membekali guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di SIJB dengan keterampilan mengajar menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif melalui aktivitas fisik dan permainan olahraga.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter, kemampuan sosial, literasi fisik, serta wawasan kebangsaan siswa. Pada kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan Buku Ajar Pembelajaran Kooperatif untuk Mata Pelajaran PJOK tingkat SMP yang diterima langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Sekolah SIJB Erry Kananga.

Mahasiswa Penjas UMS, kata Agam, juga terlibat langsung mendampingi pembelajaran PJOK dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. Program diarahkan untuk mengembangkan kebugaran fisik, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan, khususnya bagi siswa SIJB yang sebagian besar lahir dan tumbuh di Malaysia.

Menurut Agam, kegiatan ini dirancang untuk mendukung perkembangan holistik siswa sekaligus menjadi sarana diseminasi hasil penelitiannya dalam bidang pembelajaran kooperatif pendidikan jasmani.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, khususnya dalam membangun literasi fisik dan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Agam menyebut keterbatasan penguasaan bahasa Indonesia pada sebagian besar siswa SIJB menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, proses pembelajaran dilakukan secara adaptif dengan memadukan penggunaan bahasa Indonesia dan Melayu agar materi dapat dipahami secara optimal.

Kehadiran tim pengabdian juga menghadirkan suasana baru yang meningkatkan antusiasme siswa. Pembelajaran yang memadukan implementasi teknologi informasi dan komunikasi, serta permainan tradisional menjadikan proses belajar lebih menyenangkan dan mendorong motivasi belajar siswa.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru. Perwakilan KJRI sekaligus Pelaksana Harian Kepala Sekolah SIJB, Erry Kananga, mengapresiasi kolaborasi tersebut dalam menghadirkan layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia di Johor Bahru.

“Program Studi Pendidikan Jasmani UMS meneguhkan komitmennya dalam penguatan pendidikan, kemanusiaan, dan keindonesiaan lintas negara, serta mendorong keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Indonesia Johor Bahru pada tahun-tahun mendatang,” ujar Erry. (Gede/Humas)

Editor: Nurul Ramadhani 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button