Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Ketika Mahasiswa Mulai Jauh dari Organisasi, Sudah Saatnya Organisasi Mahasiswa Link and Match dengan Dunia Kerja

Ketika Mahasiswa Mulai Jauh dari Organisasi, Sudah Saatnya Organisasi Mahasiswa Link and Match dengan Dunia Kerja

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Najib Haidi Lutfillah

(Ketua Umum PK IMM Psikologi UM Lampung Periode 2022-2023 & Human Resources Development F & B Industry)

Ada sebuah ironi yang begitu menyedihkan, bahkan lebih sedih daripada nasib IPK jeblok di semester akhir: mahasiswa hari ini sudah tidak peduli lagi dengan organisasi.Mereka lebih memilih menghabiskan malam mereka di depan laptop, mengejar batch sertifikasi online yang harganya jutaan, atau bahkan live streaming TikTok demi cuan receh, ketimbang duduk berjam-jam di sekretariat yang bau debu, membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang sudah tiga tahun tidak relevan.

Fenomena ini, kalau boleh didiagnosis oleh mantan aktivis seperti saya, bukanlah krisis moral mahasiswa, melainkan krisis relevansi akut yang dialami oleh organisasi itu sendiri. Kami, para alumni yang dulu bangga sekali dengan title Ketua Divisi, Ketua Umum , atau bahkan Koordinator Lapangan, kini harus menerima kenyataan pahit: janji-janji surga tentang soft skill dan leadership yang dulu kami jual ke mahasiswa baru, ternyata tidak laku di gerbang dunia kerja.

Dunia sudah berubah,

Para recruiter di perusahaan kini tidak lagi terkesima dengan cerita heroik tentang suksesnya mengadakan acara pelatihan atau acara besar.

Mereka butuh bukti terukur: portfolio, data, dan kemampuan teknis yang bisa diukur, diklik, dan dieksekusi. Kemampuan mengelola konflik internal yang dulu kita banggakan, kini dianggap sama nilainya dengan sinetron sore di TV lokal: ramai, tapi tidak produktif.

Dulu, organisasi mahasiswa adalah tempat menempa diri. Tempat belajar ngatur rapat, nyusun proposal, sampai begadang semalam suntuk demi pelatihan yang kadang peserta cuma 20 orang.Tapi itu dulu — saat dunia kerja masih percaya bahwa pengalaman organisasi berarti kemampuan kerja.Sekarang? Dunia profesional lebih percaya sama portofolio digital.Sertifikat Google Project Management lebih bernilai daripada surat keterangan “pernah jadi panitia konsumsi.”Dunia kerja sudah berubah jadi fast-paced ecosystem; sayangnya, organisasi mahasiswa masih sibuk revisi AD/ART.

Yang menyedihkan bukan cuma mahasiswa yang menjauh, tapi juga organisasi yang tak sadar sedang ditinggal.Banyak organisasi masih sibuk dengan agenda seremonial yang tidak berdampak. Rapat dibuka dengan doa, tapi ditutup dengan debat kusir.Ketua sibuk bikin grup WhatsApp baru, tapi lupa bikin timeline kegiatan.Kalau ada anggota yang aktif, dianggap “cari muka.” Kalau diam, dibilang “nggak punya loyalitas.”Semuanya jadi drama internal yang level konfliknya bisa menyaingi sinetron “Cinta di Kampus Biru”.

Padahal, potensi organisasi mahasiswa itu besar sekali.Ia bisa jadi laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar manajemen proyek, komunikasi lintas bidang, sampai membangun jaringan profesional.Tapi potensi itu terkubur di bawah tumpukan surat keputusan, lembar absensi, dan rapat pleno yang tidak pernah tepat waktu.

Singkatnya, organisasi mahasiswa harus berhenti berlagak seperti dinas pemerintahan mini yang sibuk dengan birokrasi internalnya. Cobalah bertransformasi menjadi mini startup bukan dalam arti harus jualan atau cari investor, tapi dalam cara berpikir: efisien, terukur, dan berdampak.Bikin program yang relevan, bukan hanya seremonial.Latih anggota dengan proyek nyata: desain, riset, publikasi, negosiasi, digital campaign. Ajarkan mereka bikin proposal project, bukan sekadar proposal kegiatan.Itu yang dibutuhkan dunia kerja.

Kalau organisasi mau tetap hidup, ia harus bisa bicara dengan bahasa zaman: data-driven, kolaboratif, dan profesional.Jangan cuma jual slogan “kaderisasi,” tapi nggak ngerti apa itu public speaking atau project management tool.Kalau dulu kita bangga pakai kemeja organisasi dan tanda tangan surat tugas, sekarang waktunya bangga bikin portofolio LinkedIn yang bisa dikonversi jadi karier.

Mahasiswa bukan malas, mereka realistis

Sering kali senior mengeluh: “Mahasiswa sekarang individualis, sibuk cari uang, nggak punya idealisme.”Padahal, bukan idealismenya yang hilang mereka cuma realistis.Zaman sekarang, kuliah aja udah mahal, hidup makin sulit, dan dunia kerja makin selektif.Kalau mereka bisa belajar digital marketing dari YouTube dan langsung dapat kerja remote, kenapa harus rapat tiga jam buat bahas konsumsi acara?

Mereka tetap mau berjuang, tapi dengan cara yang beda.Mereka ingin organisasi yang bisa ngasih value nyata, bukan cuma “pengalaman.”Mereka ingin rapat yang efisien, kegiatan yang terukur, dan hasil yang bisa dilihat.Mereka ingin organisasi yang link and match dengan dunia kerja, bukan yang sibuk mengulang glorifikasi masa lalu.

Organisasi mahasiswa masih punya tempat di hati generasi sekarang—asal tahu cara menempatkan diri.Kalau organisasi mau bertahan, ia harus belajar rebranding. Jadi wadah yang adaptif, profesional, dan relevan.Karena kalau tidak, bukan cuma mahasiswa yang pergi, tapi juga semangat idealisme yang dulu membuat organisasi hidup.

Dan percayalah, tidak ada yang lebih menyedihkan dari sekretariat kosong yang dulunya ramai, dengan papan nama yang mulai pudar, dan tulisan “Rapat Besar Minggu Ini” yang sudah lima minggu tidak dihapus.

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah: Memompa Kembali Darah Literasi Muhammadiyah

    Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah: Memompa Kembali Darah Literasi Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 405
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam sekaligus gerakan literat yang diakui di penjuru Nusantara dan dunia. Majalah Suara Muhammadiyah yang eksis sampai satu abad lebih menjadi wujud dan aktualisasi Muhammadiyah dalam dakwah sekaligus aktivitas literasi dari para warga, pengurus hingga denyut nadi akar rumput. Pada hari Sabtu-Minggu [24-25/8/2024], MPI, LBSO dan juga Sarekat […]

  • Bekal Disiplin Organisasi, PK IMM Al-Khawarizmi Gelar Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi PK IMM AL-KHAWARIZMI

    Bekal Disiplin Organisasi, PK IMM Al-Khawarizmi Gelar Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi PK IMM AL-KHAWARIZMI

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Bertempat di Ruangan D1 Kampus 2 FEB UMPP, Kota Pekalongan, telah dilaksanakan kegiatan Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi (LAMO) Dasar oleh PK IMM Al-Khawarizmi. Acara ini mengusung tema, “Optimalisasi Integrasi IMM untuk Membangun Kader yang Progresif dan Berintegritas” (3/5). Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan […]

  • Health Innovation Hackathon 2026, UMS Buka Peluang bagi Peserta Multidisiplin

    Health Innovation Hackathon 2026, UMS Buka Peluang bagi Peserta Multidisiplin

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 340
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk pertama kalinya menjadi penyelenggara program Hackathon 2026 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui program bertajuk Health Innovation Hackathon 2026, UMS mendorong pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi untuk menjawab permasalahan nyata di bidang kesehatan, obat, dan industri. Ketua Tim Task Force Program Hackathon 2026 […]

  • Pengajian di Masjid Mujahiddin: Kebahagiaan Sejati Ada pada Qalbun Salim

    Pengajian di Masjid Mujahiddin: Kebahagiaan Sejati Ada pada Qalbun Salim

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Anggana – Dalam pengajian pekanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Sidomulyo yang digelar di Masjid Mujahiddin pada Selasa malam (21/10/2025), Ustadz Alias Candra mengingatkan jamaah agar tidak salah memahami makna kebahagiaan. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada tumpukan harta, jabatan tinggi, atau popularitas, melainkan pada kesehatan hati yang dipenuhi iman kepada Allah. “Banyak orang yang sukses […]

  • Menuju Jambore Nasional 2025, MDMC dan LLHPB Adakan Rapat Perdana di Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Menuju Jambore Nasional 2025, MDMC dan LLHPB Adakan Rapat Perdana di Universitas Muhammadiyah Surakarta

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 177
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – 15 Desember 2024 – Menyongsong Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-3 yang akan berlangsung pada tahun 2025, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/ Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bersama dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, melaksanakan Rapat Kerja 1 Panitia Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah & ‘Aisyiyah […]

  • Pemuda Muhammadiyah Lampung Tegaskan Militansi Dakwah dan Kemandirian Ekonomi dalam Milad ke-93

    Pemuda Muhammadiyah Lampung Tegaskan Militansi Dakwah dan Kemandirian Ekonomi dalam Milad ke-93

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Lampung menggelar malam tasyakuran dalam rangka memperingati Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah sekaligus menyelenggarakan Pelatihan Dai Pemuda Penggerak Pembangunan, Jumat (9/5/2025), di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Bandar Lampung. Dengan mengusung tema “Pemuda Negarawan: Totalitas untuk Indonesia Raya”, rangkaian acara akan berlangsung sejak Jumat malam hingga Minggu (11/5/2025), menghadirkan […]

expand_less