Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » akademik » EMPOWER UMS, Ruang Dukungan Kesehatan Mental bagi Dosen dan Tendik

EMPOWER UMS, Ruang Dukungan Kesehatan Mental bagi Dosen dan Tendik

  • account_circle Maysali
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

EMPOWER UMS

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) diperingati setiap 10 Oktober. Pada 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata dan menjadikan suara setiap individu sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan mental.

Kampus merupakan ruang bersama bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) yang memiliki pengalaman berbeda dalam menjalani kehidupan akademik, bekerja, berinteraksi, serta menghadapi berbagai tuntutan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental perlu menjangkau seluruh civitas academica, termasuk dosen dan tendik yang menjalankan peran penting dalam keberlangsungan institusi pendidikan.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental dosen dan tendik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) menghadirkan EMPOWER (Employee Mental Health & Wellbeing Center), sebuah sistem skrining yang membantu mengenali kondisi psikologis sekaligus memberikan rekomendasi penanganan sesuai dengan hasil skrining. Kehadiran layanan ini berawal dari pertanyaan yang disampaikan dalam program DSDMO Menyapa mengenai tempat untuk memperoleh bantuan ketika dosen dan tendik membutuhkan konseling.

Kaur Pengembangan Organisasi Rohyan Al Hani, S.T., dari DSDMO menyebut awal mula tercetusnya ide EMPOWER. Dalam kegiatan DSDMO Menyapa, muncul pertanyaan mengenai fasilitas pendampingan kesehatan mental bagi dosen dan tendik. Saat mahasiswa telah memiliki Student Mental Health and Well-being Support (SMHWS), dosen dan tendik juga membutuhkan wadah untuk mengenali kondisi kesehatan mental mereka dan memperoleh arahan ketika menghadapi persoalan psikologis.

“Ketika waktu DSDMO Menyapa itu, ada yang menyampaikan terkait kondisi mental tendik dan juga dosen. Nah, bertanya seperti ini, kalau mahasiswa kan punya SMHWS. Kalau dosen tendik ke mana? karena belum ada wadah yang menangani itu gitu. Sehingganya kita bentuk EMPOWER untuk mengatasi masalah itu,” jelas Rohyan, Jumat (9/10/2026).

Melalui EMPOWER, dosen dan tendik dapat melakukan skrining awal untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi psikologis yang sedang dialami. Rohyan menerangkan, tidak semua persoalan kesehatan mental harus langsung ditangani oleh tenaga profesional. Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin hanya membutuhkan istirahat atau langkah penanganan sederhana lainnya.

Untuk mengakses layanan tersebut, dosen dan tendik dapat masuk menggunakan akun UMS melalui laman my.ums.ac.id. Setelah masuk, pengguna dapat memilih menu EMPOWER dan menjawab sejumlah pertanyaan skrining yang telah disediakan dalam sistem.

Pertanyaan yang tersedia berjumlah sekitar 40-50 butir dengan pilihan jawaban yang telah ditentukan. Pertanyaan tersebut mencakup sejumlah aspek, seperti kondisi kegelisahan dan interaksi dengan orang lain. Pengguna memilih jawaban yang paling sesuai dengan kondisinya, kemudian sistem mengolah jawaban tersebut untuk menghasilkan skor dan rekomendasi.

Rohyan menjelaskan, rekomendasi diberikan berdasarkan tingkat kondisi psikologis yang teridentifikasi melalui skrining. Apabila hasilnya menunjukkan kondisi yang masih tergolong ringan, sistem dapat memberikan arahan awal, seperti beristirahat atau melakukan langkah lain yang sesuai. Sementara itu, pengguna yang menunjukkan indikasi kondisi sedang hingga berat akan disarankan memperoleh bantuan profesional.

EMPOWER UMS

Sementara Yunita Ayu Ardhani, S.Psi., Kaur Asesmen dan Pembinaan SDM DSDMO menambahkan, tindak lanjut bagi pengguna yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut dilakukan melalui Biro Konsultasi dan Pemeriksaan Psikologi (BKPP) Fakultas Psikologi UMS. Layanan tersebut melibatkan psikolog untuk membantu dosen dan tendik memperoleh penanganan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kalau tadi seperti yang sudah disampaikan, misalkan di taraf tingkat hasilnya itu sudah sedang ataupun berat, itu baru langsung disarankan untuk ke BKPP,” ungkap Yunita Ayu.

Untuk memberikan rasa aman kepada pengguna, pendampingan tidak hanya melibatkan psikolog dari Fakultas Psikologi UMS, tetapi juga tenaga profesional dari mitra yang telah bekerja sama dengan BKPP. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk membangun kepercayaan dosen dan tendik agar tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan kesehatan mental.

Dari sisi sosialisasi, EMPOWER telah diperkenalkan melalui program DSDMO Menyapa serta sejumlah seminar dan lokakarya. Yunita Ayu menyampaikan, beberapa dosen dan tendik telah memanfaatkan fitur tersebut setelah memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia.

Selain melalui sistem skrining, pendekatan personal juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka. Dosen dan tendik dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi melalui komunikasi langsung dengan pengelola DSDMO apabila belum nyaman menggunakan layanan EMPOWER.

Menurut Yunita Ayu, berbagai program yang dijalankan DSDMO merupakan bagian dari pendekatan yang lebih humanis untuk merangkul dosen dan tendik. Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan sehingga mereka merasa lebih nyaman dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi, baik terkait pekerjaan maupun kondisi pribadi.

“Harapannya kesehatan mental di sini juga sudah terjaga. Dan kita tidak harus menunggu untuk menjadi parah dulu kesehatan mentalnya, tapi kita sudah ada wadah, kita sudah punya ruang amannya gitu. Jadi harapannya semua bisa memanfaatkan ruang aman yang sudah tersedia ini dengan baik,” tutur Ayu.

Sementara itu, Rohyan berharap EMPOWER dapat menjadi salah satu instrumen untuk memahami kondisi kesehatan mental dosen dan tendik. Data pemanfaatan layanan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan serta meningkatkan dukungan yang diberikan.

Ia menegaskan, rendahnya penggunaan layanan tidak serta-merta berarti bahwa seluruh dosen dan tendik mampu mengatasi persoalan secara mandiri. Oleh karena itu, sosialisasi perlu terus dilakukan agar keberadaan EMPOWER diketahui dan dapat dimanfaatkan ketika dibutuhkan. Efektivitas sistem dalam menjangkau kebutuhan pengguna juga perlu menjadi perhatian.

“EMPOWER ini sebenarnya kayak hampir sama kayak dana kesehatan ya. Ada, tapi kalau bisa jangan dipakai,” ujar Rohyan.

Melalui EMPOWER, UMS berharap tercipta lingkungan kerja yang semakin peduli terhadap kesehatan mental dosen dan tendik. Sejalan dengan semangat Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, kehadiran layanan ini diharapkan menjadi salah satu ruang bagi pengalaman dan kebutuhan psikologis mereka untuk lebih diperhatikan, sekaligus mendorong upaya penanganan sejak dini sebelum persoalan berkembang menjadi lebih serius. (Maysali/Humas)

  • Penulis: Maysali
  • Editor: Annisa' Yasfa Azzahra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,  Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu program kuliah dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari saat berkuliah secara nyata pada masyarakat dan mampu memberi kebermanfataan luas. Dalam pelaksanaannya, […]

  • Pakar Geofisika Geografi UMS Dorong Tata Ruang Berbasis Risiko Bencana

    Pakar Geofisika Geografi UMS Dorong Tata Ruang Berbasis Risiko Bencana

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga oleh cara manusia menata ruang dan wilayah. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Annisa Trisnia Sasmi, S.Si., M.T., menegaskan pentingnya penataan ruang berbasis tingkat kerawanan bencana wilayah untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian material di masa depan. Menurutnya, kawasan […]

  • MI Aisyiyah Ngunut Gandeng Tiga Adik Lembaga Aisyiyah Semarakkan Ramadhan 1446 H

    MI Aisyiyah Ngunut Gandeng Tiga Adik Lembaga Aisyiyah Semarakkan Ramadhan 1446 H

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Sabtu, 22 Maret 2025 – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Aisyiyah Ngunut bersama dengan tiga lembaga naungan Pimpinan Cabang (PC) Aisyiyah Ngunut, yaitu Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) 3, menggelar serangkaian kegiatan yang penuh makna dan […]

  • DPP IMM SEBUT TAMBANG EMAS DI LATIMOJONG DI KUASAI OLIGARKI

    DPP IMM SEBUT TAMBANG EMAS DI LATIMOJONG DI KUASAI OLIGARKI

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Oleh: Muh Idil, Ketua Bidang ESDM DPP IMM Kawasan pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kian menjadi medan kontestasi kepentingan segelintir elite ekonomi. Di balik tambang emas yang menjanjikan kemakmuran itu, tersingkap praktik lama kapitalisme ekstraktif yang bertahan dalam rupa baru: kemitraan antarperusahaan tambang yang disokong oligarki, difasilitasi negara, dan dibungkam melalui bahasa pembangunan. PT […]

  • Idulfitri 1447 H: Muhammadiyah Cabang Bumiayu Perkuat Dakwah Lewat 35 Titik Salat pada 15 Desa

    Idulfitri 1447 H: Muhammadiyah Cabang Bumiayu Perkuat Dakwah Lewat 35 Titik Salat pada 15 Desa

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Bumiayu, Brebes || Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 35 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Bumiayu, Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini melibatkan 25 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) sebagai upaya memberikan kemudahan akses ibadah bagi masyarakat. Pelaksanaan Idulfitri tersebut merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah […]

  • PC IPM Weru Gelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1: Siap Membentuk Pemimpin Muda Berkemajuan di PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono

    PC IPM Weru Gelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1: Siap Membentuk Pemimpin Muda Berkemajuan di PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1, yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (18-19 Januari 2025), di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Muhammadiyah Atmo Wahjono. Dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai-Nilai Religius, Intelektual, Humanis, Mewujudkan Kader Berkemajuan”, pelatihan ini bertujuan mencetak kader muda yang unggul […]

expand_less