
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ajang pengembangan kompetensi dan kreativitas mahasiswa melalui kegiatan Odontobattle 2.0 dan Dentistry Got Talent. Kegiatan ini mengusung tema “From Roots to Crown, to Change the World” sebagai bentuk komitmen FKG UMS dalam mencetak calon dokter gigi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
Ketua Panitia drg. Muhammad Fauzi Adityawan., MDSc., Sp. Perio., menerangkan bahwa Odontobattle 2.0 merupakan lomba cerdas cermat yang ditujukan untuk mahasiswa Kedokteran Gigi di seluruh Indonesia. Kompetisi ini bertujuan memupuk semangat belajar, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan daya saing mahasiswa dalam konteks ilmiah.
“Sementara itu, Dentistry Got Talent menjadi wadah bagi mahasiswa FKG untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang non-akademik, mulai dari seni pertunjukan hingga kemampuan kreatif lainnya,” jelasnya, Selasa, (26/5).
Muhammad Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan visi fakultas untuk menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi yang Islami dan memberi arah perubahan.
Pelaksanaan kegiatan akan diawali dengan pembukaan pendaftaran peserta pada 4 Mei hingga 6 Juni 2026. Pengumuman peserta dijadwalkan pada 22 Juni 2026, dilanjutkan technical meeting pada 2 Juli 2026, dan puncak kegiatan berupa pelaksanaan lomba sekaligus pengumuman juara pada 5 Juli 2026.
Pada kompetisi Odontobattle 2.0, peserta merupakan mahasiswa aktif Kedokteran Gigi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Peserta mengikuti lomba secara berkelompok yang terdiri dari gabungan mahasiswa preklinik dan profesi sebanyak tiga orang dari perguruan tinggi yang sama.
Biaya pendaftaran Odontobattle 2.0 sebesar Rp300 ribu dengan total hadiah mencapai Rp4,5 juta. Adapun Dentistry Got Talent dikenakan biaya pendaftaran Rp150 ribu dengan total hadiah Rp3,75 juta.
Melalui kegiatan ini, FKG UMS berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, serta kemampuan kolaboratif sebagai calon tenaga kesehatan profesional di masa depan. (Maysali/Humas)
Editor: Choiril Amirah Farida



