
KABARMUH.ID, Lampung Tengah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Tengah sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Madya (BAM) pada Jumat–Ahad, 20–22 Juni 2025, bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muhammadiyah, Bandar Jaya. Kegiatan ini mengangkat tema “Kader Berkualitas untuk Pergerakan Muhammadiyah Lampung Tengah Berkemajuan.”
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Lampung Tengah. Baitul Arqam menjadi momentum penting dalam membentuk dan menyiapkan kader-kader unggul yang akan menjadi penggerak dakwah dan kepemimpinan Muhammadiyah di daerah tersebut.
Mukhlasin, S.Pd.I selaku Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Lampung Tengah dalam sambutannya menekankan bahwa BAM merupakan proses penting dalam perkaderan Muhammadiyah.
“Baitul Arqam Madya (BAM) ini merupakan proses perkaderan yang sangat penting untuk dilaksanakan, karena melalui kegiatan inilah kita membentuk kader-kader Muhammadiyah yang berkualitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Syamsudin, S.Ag., MM yang merupakan anggota Pleno PDM Lampung Tengah yang membidangi MPK SDI. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruh dalam proses pembentukan kader yang sejati.
“Baitul Arqam Muhammadiyah ini penting untuk dilaksanakan, karena merupakan ruh kader Muhammadiyah. Ini juga menjadi wujud kesungguhan kita sebagai kader, khususnya sebagai pimpinan di Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sementara itu, Drs. Akhmad Syukri, MM dari MPK SDI PWM Lampung menekankan bahwa menjadi kader berkualitas memerlukan proses yang serius dan konsisten, salah satunya melalui Baitul Arqam.
“Menjadi kader Muhammadiyah yang berkualitas salah satunya dapat ditempuh dengan mengikuti proses perkaderan seperti Baitul Arqam. Ini juga merupakan bentuk keseriusan kita dalam ber-Muhammadiyah,” ujar Akhmad Syukri.
Sebagai Master of Training, Asmuni menjelaskan bahwa dari 35 peserta yang mengikuti BAM, tidak semua peserta dinyatakan lulus. Ada yang lulus murni, lulus bersyarat, bahkan ada yang tidak lulus sama sekali. Hal ini mencerminkan proses evaluasi yang objektif dan akuntabel oleh tim instruktur.
“Dari 35 peserta Baitul Arqam Madya, ada yang lulus murni, lulus bersyarat, dan ada juga yang tidak lulus. Ini menjadi bukti bahwa tim instruktur benar-benar menjalankan proses dengan objektif dan terukur. Sebagai bagian dari Rencana Tindak Lanjut, peserta nantinya diharapkan dapat melaksanakan BAM di cabang masing-masing. Untuk pelaksanaannya, sudah kita sepakati bersama pembagian zona menjadi tiga wilayah: Tengah, Timur, dan Barat, sesuai hasil diskusi saat RTL,” ujar Asmuni.
Perkaderan di Muhammadiyah, khususnya di Lampung Tengah, dinilai perlu terus dimasifkan. Hal ini penting demi menjamin keberlangsungan estafet kepemimpinan yang berkarakter dan berkualitas di masa depan.



