BeritaInspirasiJatengkabar muhammadiyahPersyarikatanPrestasi

Generasi Muda Bijak Kelola Sampah melalui Workshop dan Edukasi TPS 3R di Jimbung

KABARMUH.ID, Klaten, 15 Agustus 2026 — KKN AKSARA Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Klaten menggelar Workshop Bijak Kelola Sampah di Balai Desa Jimbung dan TPS 3R Jimbung, Sabtu (15/8). Kegiatan diikuti 30 pemuda-pemudi Dusun Sorobujan dan AMM Jimbung untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pengelolaan sampah.

Khannan Rizqi selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar program KKN, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah,” tuturnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mar’atus Sholihah menyampaikan bahwa orientasi KKN kali ini berfokus pada lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah. Fokus tersebut diwujudkan melalui edukasi mengenai urgensi 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah, serta peran generasi muda dalam menjaga lingkungan.

Pada sesi materi, Handi selaku Penyuluh Lingkungan Hidup (LH) Klaten menjelaskan klasifikasi dan pemilahan sampah serta potensi nilai ekonominya. Ia mendorong pemuda desa untuk terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus melihatnya sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Sampah jangan langsung dianggap tidak berguna. Kalau dipilah dan dikelola dengan benar, sampah bisa memiliki nilai ekonomi. Di sinilah pemuda desa bisa mengambil peran,” ujar Handi.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti tour edukasi TPS 3R Jimbung untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Widodo selaku pengelola TPS 3R Jimbung menjelaskan bahwa proses pengelolaan dimulai sejak sampah dihasilkan oleh masyarakat, kemudian diangkut dan dibawa ke TPS 3R untuk dipilah berdasarkan jenisnya.

“Sampah yang masuk ke TPS 3R terlebih dahulu dipilah menjadi sampah organik dan nonorganik. Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah nonorganik yang masih memiliki nilai dapat didaur ulang atau dijual. Jadi, tidak semua sampah berakhir menjadi limbah, karena sebagian masih bisa dimanfaatkan kembali,” jelas Widodo.

Melalui tour tersebut, peserta mendapatkan gambaran bahwa pengelolaan sampah membutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari sumber hingga pengolahan di TPS 3R. Kegiatan ini diharapkan mendorong generasi muda untuk mulai memilah sampah dari rumah dan ikut membangun budaya pengelolaan sampah berbasis 3R di Desa Jimbung.

Dengan adanya workshop ini, KKN AKSARA Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Klaten berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat mendorong perubahan kebiasaan dalam mengelola sampah. Keterlibatan generasi muda diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah dari rumah serta memperkuat pengelolaan sampah berbasis 3R di Desa Jimbung.

Editor : Amtsal Ajhar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button