BeritaJakartaPersyarikatan

Hemat Energi, Gaya Hidup Islami: Peran Ibu dalam Mewujudkan Rumah yang Berkelanjutan

KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi di lingkungan rumah tangga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) bekerja sama dengan Program 1000 Cahaya Muhammadiyah dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakan Sosialisasi Konservasi Energi bertajuk “Hemat Energi, Gaya Hidup Islami: Peran Ibu untuk Lingkungan yang Berkelanjutan” secara daring pada Selasa (5/8).

Kegiatan ini menekankan pentingnya kontribusi ibu sebagai aktor utama dalam rumah tangga yang dapat menjadi teladan dalam membangun gaya hidup hemat energi.

“Gaya hidup hemat energi juga bagian dari pengamalan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Ibu sebagai pendidik pertama, menjadi posisi yang sangat strategis untuk menanamkan perubahan pola hidup yang hemat energi, demi kelestarian lingkungan dan masa depan anak cucu kita,” ungkap Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi – Kementerian ESDM.

Eniya menjelaskan bahwa investasi pada energi baru terbarukan seperti solar panel atau pembangkit mikro hidro merupakan tanggung jawab pemerintah, namun upaya kecil di rumah pun mampu memberikan dampak besar. “Namun dengan melakukan budaya hemat energi dengan hanya melakukan hal kecil di rumah tangga, dapat menurunkan emisi 37%, tanpa investasi yang besar,” jelasnya.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, menyampaikan pentingnya peran ibu dalam mewujudkan lingkungan yang lestari.

“Sebagai ibu kita harus bisa menjadi tauladan, menjadi contoh di dalam keluarga, bagaimana kita bisa menghemat energi yang kita butuhkan sehari-hari,” katanya. Ia menambahkan, “Sebagai khalifatul fil ard, hemat energi sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan, dalam rangka menyemaikan benih-benih kebaikan, kebajikan, kebenaran, keadilan, kedamaian, dan kemaslahatan ummat.”

Sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan peserta dari LLHPB ‘Aisyiyah seluruh Indonesia dan masyarakat umum, sebagai bagian dari gerakan transisi energi yang partisipatif dan berbasis nilai-nilai keislaman.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button