
KABARMUH.ID, Balikpapan – Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai sarana refleksi sosial dan politik. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Diskusi Panel bertajuk “Menyembelih Nafsu Kekuasaan di Hari Raya Kurban” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Balikpapan, Sabtu (30/5/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Menghadirkan Ketua PCIM Maroko, Faisal Maulana, dan Ketua Bidang Hikmah PC IMM Balikpapan, Muallim Has, kegiatan ini mengajak peserta untuk melihat ibadah kurban dari perspektif yang lebih luas, yakni sebagai simbol perjuangan melawan ambisi dan hasrat kekuasaan yang berlebihan.
Dalam pemaparannya, Faisal Maulana menjelaskan bahwa esensi kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan, melainkan penyembelihan sifat-sifat negatif dalam diri manusia. Ia mengutip pemikiran intelektual Muslim Iran, Ali Syariati, yang memaknai kurban sebagai bentuk pengorbanan terhadap segala hal yang menghalangi manusia dalam menegakkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
“Kisah Nabi Ibrahim adalah pelajaran besar tentang keberanian menempatkan nilai kebenaran di atas kepentingan pribadi. Kurban mengajarkan manusia untuk menaklukkan ego dan ambisi yang sering kali menjadi sumber kerusakan sosial,” ungkap Faisal.
Sementara itu, Muallim Has menyoroti fenomena kekuasaan yang kerap menjauh dari nilai keadilan dan keberpihakan kepada rakyat. Menurutnya, gerakan mahasiswa dan pemuda harus mampu menghadirkan alternatif perubahan melalui pendidikan yang membebaskan.
“Pendidikan merupakan jalan paling strategis untuk membangun kesadaran kritis masyarakat. Dari pendidikan lahir keberanian untuk berpikir, bersikap, dan bertindak dalam memperjuangkan keadilan,” tegasnya.
Ketua Umum PC IMM Balikpapan, Zufa Nadhif, menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan upaya menghadirkan ruang intelektual yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Ia berharap gagasan yang lahir dari forum tersebut dapat menjadi energi baru bagi kader IMM untuk terus memperjuangkan keadilan dan membangun masyarakat yang lebih berdaya.
“Diskusi ini harus menjadi titik awal lahirnya gerakan yang lebih konkret, bukan hanya ruang kritik, tetapi juga ruang solusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PC IMM Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan diskursus keislaman yang relevan dengan tantangan zaman serta mendorong lahirnya kader-kader yang kritis, progresif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.



