Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » IMM PESMA KH MAS MANSUR MELEK POLITIK: DISKUSI PENCERDASAN BUKA CAKRAWALA PENGETAHUAN

IMM PESMA KH MAS MANSUR MELEK POLITIK: DISKUSI PENCERDASAN BUKA CAKRAWALA PENGETAHUAN

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
  • visibility 342
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Sukoharjo – Diskusi merupakan salah satu pilar intelektual. Dari kegiatan diskusi, kita akan mendapat ilmu baru yang belum kita ketahui, dan juga untuk mengetahui lebih dalam pemahaman akan sesuatu. Jika kita kaitkan dengan mahasiswa, maka diskusi menjadi hal yang penting sebagai ajang bertukar pikiran tentang suatu permasalahan. Mahasiswa adalah orang-orang yang biasanya berada di garda terdepan mengenai urusan politik, seperti yang kita ketahui ketika terjadinya kejadian tahun 98, mahasiswa memiliki peran andil yang begitu besar. Mahasiswa dituntut untuk lebih membuka mata terhadap kondisi perpolitikan di negara kita. Akan tetapi, terdapat sebagian mahasiswa yang justru memandang sebelah mata urusan politik, dengan kata lain masih kurangnya kesadaran tentang penting nya politik di dalam kehidupan sehari hari.

Bidang HPKP (Hikmah Politik dan Kebijakan Publik) bekerjasama dengan Bidang RPK (Riset Pengembangan Keilmuan) PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS mengadakan acara diskusi pencerdasan politik dengan tema, “Meningkatkan Kesadaran Kader Akan Pentingnya Politik dalam Pandangan Islam”.

Acara ini berlangsung pada tanggal 24 Maret 2024 pada hari Ahad, dari pukul 15.15 hingga 18.00 di Ruang Sidang Pesma K.H Mas Mansur UMS. Diskusi ini diisi oleh pemateri yang memiliki pengalaman dan wawasan mendalam dalam dunia perpolitikan, yaitu Muhammad Adam Ilham Mizani, S.Pd., M.Pd selaku Sekretaris Bidang Organisasi DPD IMM Jawa Tengah.

Menurut hemat beliau, politik adalah seni untuk bersikap atau berpihak. Sikap kita untuk berpihak terhadap suatu kebijakan yang dibentuk oleh pemerintah. Menurut Aristoteles, manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon) sehingga mau tidak mau seorang manusia pasti membutuhkan kehadiran orang lain di dalam kehidupannya, jika kita bawa ke dalam ranah yang lebih luas, yaitu negara, maka peran politik sangatlah besar dan signifikan di dalamnya, guna mengatur jalannya kehidupan bernegara. Akan tetapi, ketika kita melihat realitas di sekitar kita, maka politik identik dengan hal yang negatif, sehingga menimbulkan pemikiran bahwa politik itu tidak penting, politik itu haram, dan lain sebagainya. Akan tetapi, apa dan bagaimana sebenarnya politik itu terkadang belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat secara umum, dan mahasiswa secara khusus, sehingga menyebabkan kesadaran berpolitik yang mereka miliki begitu rendah.

Lantas bagaimana agama Islam memandang politik?

Sebenarnya, agama Islam memandang politik sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang muslim, menurut Mas Adam, beliau mengatakan bahwasanya jika kita melihat bagaimana perkembangan agama Islam pada periode awal kenabian, yaitu ketika Rasulullah memerintah Kota Madinah. Kepemimpinan nabi tidak dapat dilepaskan dari unsur politik. Hal tersebut ketika Rasulullah mengatur dan menyusun kebijakan agar terciptanya masyarakat Kota Madinah yang makmur. Akan tetapi, jika kita menilik ke masa sekarang ini, maka terkadang umat Islam itu sendirilah yang memberikan pembatasan terhadap suatu pemikiran tertentu, sehingga menyebabkan eksklusivitas yang membatasi pemikiran orang-orang muslim sekarang ini, sehingga dampak signifikannya dapat mengarah ke kesadaran politik yang rendah, akibat dogma agama dan pembatasan dalam berpikir.

Kemudian, bagaimana cara untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya politik ini? Menurut Mas Adam, “Orang yang paling kejam adalah orang yang tidak peduli dengan politik.” Sejatinya kita dalam hidup bernegara sangat bergantung pada keputusan politik, entah itu terkait BBM, bahan pokok, ataupun gaji pekerja, semuanya berkaitan dengan keputusan politik itu sendiri. Adapun cara untuk menumbuhkan kesadaran menurut Mas Adam, “Cara untuk membangun kesadaran berpolitik adalah dengan memantapkan kesadaran berideologi.”

Kenapa kita sebagai umat Islam agar tahu bahkan wajib mempelajari politik itu sendiri? Karena agar visi rahmatan lil alamin agama Islam menyebar dengan luas dengan cara kita mempelajari dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja yang harus dipersiapkan untuk terjun atau sebelum kita belajar dunia politik? Jawabannya ada 2, yaitu dengan sayap tauhid dan sayap siyasah. Adapun hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari belajar politik tersebut adalah dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan, mendorong untuk bermusyawarah, amarah dan keadilan dilebur menjadi satu, mampu merealisasikan keadilan, menaati aturan Allah, Rasul dan pemimpin, dapat mendamaikan konflik yang terjadi, memiliki aqidah yang kuat, memiliki jiwa kemanusiaan, memahami kapasitas diri, dan belajar untuk terus mengasah diri.

Red : Muhammad Farhan | Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Jadi Pusat Gerakan Intelektual Muda Muhammadiyah, JIMM Solo Raya Bahas Tafsir At-Tanwir

    UMS Jadi Pusat Gerakan Intelektual Muda Muhammadiyah, JIMM Solo Raya Bahas Tafsir At-Tanwir

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Upaya Muhammadiyah membumikan semangat tajdid melalui tafsir, kembali menjadi sorotan dalam forum Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Solo Raya, di ruang Siti Baroroh Perpustakaan UMS. Mengusung tema “Rancang Bangun Tafsir At-Tanwir: Pandangan Orang Dalam”, kegiatan ini menghadirkan Ali Muhtadin, BA., M.A., penyusun Tafsir At-Tanwir Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang […]

  • PC IMM AR FAKHRUDDIN Kota Yogyakarta Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Membumikan Nilai Transformatif

    PC IMM AR FAKHRUDDIN Kota Yogyakarta Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Membumikan Nilai Transformatif

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABAR MUH. ID Yogyakarta – 27 Februari 2026 Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta resmi dilantik dalam sebuah seremoni khidmat yang diselenggarakan dengan mengusung tema “Membumikan Nilai Transformatif: Menuju Gerakan Kota yang Autentik.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan arah gerakan IMM di tingkat kota agar semakin relevan, progresif, […]

  • Bahasa Indonesia Urip-Urup: Rektor UMS Sampaikan Sudah Saatnya Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Dunia

    Bahasa Indonesia Urip-Urup: Rektor UMS Sampaikan Sudah Saatnya Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-47 yang diselenggarakan di Hotel Morazen, Yogyakarta, Rabu (29/10). Kegiatan ilmiah tahunan ini menempatkan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) sebagai tuan rumah, serta menghadirkan akademisi, peneliti, dan pemerhati […]

  • Riyan Betra Delza Terpilih Jadi Ketua Umum DPP IMM 2024-2026

    Riyan Betra Delza Terpilih Jadi Ketua Umum DPP IMM 2024-2026

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 425
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Riyan Betra Delza menorehkan sejarah baru dalam dunia pergerakan mahasiswa.  Riyan akhirnya dengan kemenangan gemilang, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2023-2025. Dalam Muktamar ke-XX IMM yang berlangsung di Palembang, Sabtu malam (2/3), Riyan memenangkan kursi tertinggi dengan perolehan suara mencengangkan, meraih dukungan sebanyak 782 […]

  • RAKORSUS LAZISMU PWM KALIMANTAN SELATAN PERTAJAM LINI KELEMBAGAAN

    RAKORSUS LAZISMU PWM KALIMANTAN SELATAN PERTAJAM LINI KELEMBAGAAN

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarbaru – Sebagai Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan berkewajiban untuk menjalankan Tanfidz Keputusan Musyawarah Wilayah ke-38 Muhammadiyah Kalimantan Selatan Bidang Zakat, Infak, dan Sedekah. Salah satu langkah yang ditempuh untuk menjalankan kewajiban tersebut adalah dengan menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dengan mengangkat tema “Kebijakan Internal dan SOP”. Tujuannya […]

  • Dosen Hukum UMS Soroti Regulasi Medsos Anak, Literasi Digital Jadi Kunci

    Dosen Hukum UMS Soroti Regulasi Medsos Anak, Literasi Digital Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari risiko ruang digital. Namun Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wardah Yuspin, S.H., M.Kn., Ph.D., mengingatkan bahwa […]

expand_less