Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Pelemahan rupiah yang terus menembus level psikologis terhadap dolar Amerika Serikat dinilai bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga ujian besar terhadap komunikasi publik pemerintah. Di tengah tekanan global dan meningkatnya biaya hidup masyarakat, akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menilai negara perlu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan publik agar situasi tidak berkembang menjadi krisis persepsi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., menyebut pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan persoalan domestik yang belum terselesaikan. Menurutnya, konflik geopolitik dunia, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga ketergantungan industri nasional terhadap impor membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap tekanan eksternal.

“Masalah kita bukan hanya dolar naik. Masalah utamanya adalah industri kita belum mandiri. Ketika bahan baku, pangan, sampai kebutuhan produksi masih impor, maka pelemahan rupiah pasti berdampak sampai ke masyarakat bawah,” ujarnya, Senin, (25/5).

Anton menjelaskan ketergantungan impor membuat dampak pelemahan rupiah merembet hingga desa. Ia mencontohkan kedelai untuk tempe, jagung pakan ternak, hingga sejumlah bahan pendukung industri pangan masih bergantung pada pasar luar negeri. Kondisi itu menyebabkan kenaikan dolar ikut mendorong harga kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan Indonesia belum serius membangun industri substitusi impor sejak krisis ekonomi 1998. Ia bahkan mengkritik orientasi industri nasional yang dinilai lebih nyaman menjadi pasar bagi produk luar dibanding membangun inovasi sendiri.

“Kita ini sebenarnya tidak punya pengusaha, tapi lebih banyak pedagang. Mereka lebih memilih impor barang jadi dibanding membangun industri sendiri karena dianggap lebih cepat untung,” tegasnya.

Anton juga menyoroti ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit di tengah besarnya kebutuhan anggaran negara. Menurutnya, program prioritas nasional tetap memiliki tujuan baik, namun perlu diiringi perhitungan fiskal yang realistis agar tidak menimbulkan kekhawatiran pasar.

Ia mengingatkan kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi saat ini. Di satu sisi, mereka menghadapi kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, tetapi di sisi lain tidak banyak menikmati bantuan sosial dari negara.

“Yang paling berat nanti kelas menengah. Mereka tidak mendapat banyak subsidi, tetapi tekanan hidupnya naik. Di sisi lain pekerjaan formal makin berkurang dan bergeser ke sektor informal,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi UMS bidang komunikasi politik, Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., menilai situasi ekonomi yang sensitif membutuhkan komunikasi publik yang lebih empatik dan adaptif. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya fokus pada substansi kebijakan, tetapi juga harus memahami bagaimana pesan diterima masyarakat.

“Sekarang satu gestur kecil saja bisa viral dan memunculkan gejolak publik. Pemerintah harus sadar bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan program, tetapi membangun kesamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Andika menjelaskan era media sosial membuat pola komunikasi politik berubah total. Publik kini lebih aktif, kritis, dan cepat membentuk opini terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, menurutnya, pernyataan pejabat publik harus mampu menangkap sensitivitas masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Ia menilai keberhasilan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada besarnya program, tetapi juga kemampuan pemerintah menjelaskan urgensi dan manfaatnya secara tepat kepada publik.

“Pemerintah harus memahami apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai terlalu fokus pada simbol atau pencitraan program, tetapi melupakan kebutuhan yang paling mendesak di bawah,” katanya.

Andika juga menyinggung kesulitan pemimpin di era digital dalam menjaga dukungan publik akibat derasnya arus informasi dan opini media sosial. Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah hari ini bukan hanya mengelola ekonomi, tetapi juga mengelola kepercayaan publik.

Karena itu, ia mendorong pemerintah membangun komunikasi yang lebih partisipatif dengan membuka ruang aspirasi masyarakat secara cepat dan responsif. Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat menjadi penyangga penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Kontributor: Alvian/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PCM Bumiayu Lepas 31 Jama’ah Haji se-Brebes Selatan di Masjid Raya Muhammadiyah H. Arman Thayfuri Bumiayu Brebes

    Ketua PCM Bumiayu Lepas 31 Jama’ah Haji se-Brebes Selatan di Masjid Raya Muhammadiyah H. Arman Thayfuri Bumiayu Brebes

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 612
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Sebanyak 31 Calon Jama’ah Haji (CJH) se-Brebes Selatan Kloter 27 dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Arafah resmi dilepas oleh Ketua PCM Bumiayu di Masjid Raya Muhammadiyah H. Arman Thayfuri Bumiayu Brebes, Jum’at Dini Hari (17/5/24). Menurut H.Erma Muttaqin, S.Pd selaku pengurus KBIHU Arofah PDM Brebes, rencananya 1,052 Calon Jama’ah […]

  • Tim Mahasiswa Ilkom UMS Gandeng Dokter RS PKU Muhammadiyah, Edukasi Hubungan GERD dan Konsumsi Kopi

    Tim Mahasiswa Ilkom UMS Gandeng Dokter RS PKU Muhammadiyah, Edukasi Hubungan GERD dan Konsumsi Kopi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sadari Raga, kampanye kesehatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menghadirkan kolaborasi bersama dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hubungan antara GERD dan kebiasaan konsumsi kopi. Project Manager Tim Kampanye Sadari Raga, Luluk Tazkia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang edukasi bersama untuk […]

  • UMS Lantik 14 Dokter Baru, Rektor Tekankan Peran Ilmu dan Inovasi yang Berdampak

    UMS Lantik 14 Dokter Baru, Rektor Tekankan Peran Ilmu dan Inovasi yang Berdampak

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah deretan lulusan terbaiknya dalam bidang kesehatan. Fakultas Kedokteran (FK) UMS secara resmi melantik dan mengambil sumpah 14 dokter baru dalam acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode ke-54, yang diselenggarakan pada Selasa, (6/5) bertempat di Hotel Swiss Belinn Saripetojo. Acara ini dihadiri oleh Rektor UMS Prof. Dr. […]

  • Tingkatkan Kualitas dan Karakter pendidikan, AUM Batuliman Indah Gelar Upgrading Knowledge

    Tingkatkan Kualitas dan Karakter pendidikan, AUM Batuliman Indah Gelar Upgrading Knowledge

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – Dalam rangka memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter pendidik yang inspiratif, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Batuliman Indah menggelar kegiatan Upgrading Knowledge Tenaga Pendidik dan Kependidikan, pada Senin, 23 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung MI Muhammadiyah Batuliman Indah. Dengan mengusung tema: “Membangun Karakter Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menuju Pendidikan yang Menyenangkan”, […]

  • Donor Darah Meriahkan Milad ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah di Lebong

    Donor Darah Meriahkan Milad ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah di Lebong

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Dalam rangka memperingati Milad tiga organisasi penting dalam tubuh Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong menggelar kegiatan sosial donor darah pada Jumat, 23 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud nyata dari semangat persatuan dan solidaritas antarwarga Muhammadiyah dan […]

  • IMMortal Journey IMM FAI UAD: Semangat yang Tak Terbendung di Tengah Terik Kauman

    IMMortal Journey IMM FAI UAD: Semangat yang Tak Terbendung di Tengah Terik Kauman

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Hari itu, 27 April 2025 adalah hari yang terik. Matahari memancar dengan sengit, mengalirkan panas yang hampir tak tertahankan. Namun, di tengah terik yang membakar, puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) tak sedikit pun mengendurkan semangat. Mereka tengah mengikuti IMMortal Journey, sebuah program kerja […]

expand_less