Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Pelemahan rupiah yang terus menembus level psikologis terhadap dolar Amerika Serikat dinilai bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga ujian besar terhadap komunikasi publik pemerintah. Di tengah tekanan global dan meningkatnya biaya hidup masyarakat, akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menilai negara perlu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan publik agar situasi tidak berkembang menjadi krisis persepsi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., menyebut pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan persoalan domestik yang belum terselesaikan. Menurutnya, konflik geopolitik dunia, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga ketergantungan industri nasional terhadap impor membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap tekanan eksternal.

“Masalah kita bukan hanya dolar naik. Masalah utamanya adalah industri kita belum mandiri. Ketika bahan baku, pangan, sampai kebutuhan produksi masih impor, maka pelemahan rupiah pasti berdampak sampai ke masyarakat bawah,” ujarnya, Senin, (25/5).

Anton menjelaskan ketergantungan impor membuat dampak pelemahan rupiah merembet hingga desa. Ia mencontohkan kedelai untuk tempe, jagung pakan ternak, hingga sejumlah bahan pendukung industri pangan masih bergantung pada pasar luar negeri. Kondisi itu menyebabkan kenaikan dolar ikut mendorong harga kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan Indonesia belum serius membangun industri substitusi impor sejak krisis ekonomi 1998. Ia bahkan mengkritik orientasi industri nasional yang dinilai lebih nyaman menjadi pasar bagi produk luar dibanding membangun inovasi sendiri.

“Kita ini sebenarnya tidak punya pengusaha, tapi lebih banyak pedagang. Mereka lebih memilih impor barang jadi dibanding membangun industri sendiri karena dianggap lebih cepat untung,” tegasnya.

Anton juga menyoroti ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit di tengah besarnya kebutuhan anggaran negara. Menurutnya, program prioritas nasional tetap memiliki tujuan baik, namun perlu diiringi perhitungan fiskal yang realistis agar tidak menimbulkan kekhawatiran pasar.

Ia mengingatkan kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi saat ini. Di satu sisi, mereka menghadapi kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, tetapi di sisi lain tidak banyak menikmati bantuan sosial dari negara.

“Yang paling berat nanti kelas menengah. Mereka tidak mendapat banyak subsidi, tetapi tekanan hidupnya naik. Di sisi lain pekerjaan formal makin berkurang dan bergeser ke sektor informal,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi UMS bidang komunikasi politik, Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., menilai situasi ekonomi yang sensitif membutuhkan komunikasi publik yang lebih empatik dan adaptif. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya fokus pada substansi kebijakan, tetapi juga harus memahami bagaimana pesan diterima masyarakat.

“Sekarang satu gestur kecil saja bisa viral dan memunculkan gejolak publik. Pemerintah harus sadar bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan program, tetapi membangun kesamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Andika menjelaskan era media sosial membuat pola komunikasi politik berubah total. Publik kini lebih aktif, kritis, dan cepat membentuk opini terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, menurutnya, pernyataan pejabat publik harus mampu menangkap sensitivitas masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Ia menilai keberhasilan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada besarnya program, tetapi juga kemampuan pemerintah menjelaskan urgensi dan manfaatnya secara tepat kepada publik.

“Pemerintah harus memahami apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai terlalu fokus pada simbol atau pencitraan program, tetapi melupakan kebutuhan yang paling mendesak di bawah,” katanya.

Andika juga menyinggung kesulitan pemimpin di era digital dalam menjaga dukungan publik akibat derasnya arus informasi dan opini media sosial. Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah hari ini bukan hanya mengelola ekonomi, tetapi juga mengelola kepercayaan publik.

Karena itu, ia mendorong pemerintah membangun komunikasi yang lebih partisipatif dengan membuka ruang aspirasi masyarakat secara cepat dan responsif. Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat menjadi penyangga penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Kontributor: Alvian/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Jadi Tuan Rumah Pameran dan Coaching Clinic Perlindungan Varietas Tanaman

    UMS Jadi Tuan Rumah Pameran dan Coaching Clinic Perlindungan Varietas Tanaman

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah kegiatan pameran dan coaching clinic perlindungan varietas tanaman yang digelar oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara Pusat PVTPP dengan 29 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. […]

  • Wamendikdasmen Fajar Berkunjung ke SMA PGRI Plus Mnenalete , SMA Pembuat Mobil Listrik di Timor Tengah Selatan

    Wamendikdasmen Fajar Berkunjung ke SMA PGRI Plus Mnenalete , SMA Pembuat Mobil Listrik di Timor Tengah Selatan

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 196
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kupang  – Setelah pertemuan dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur bertajuk “Mendikdasmen Mendengar Cerita Pendidikan di NTT” di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (5/12/2024), Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq langsung menuju ke SMA PGRI Plus Mnenalete, Timor Tengah Selatan (TTS), dengan menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dari Kota Kupang. Ada yang spesial […]

  • Mahasiswa Inbound Uzbekistan di UMS, Rasakan Langsung Proses Membatik di Kampung Batik Laweyan

    Mahasiswa Inbound Uzbekistan di UMS, Rasakan Langsung Proses Membatik di Kampung Batik Laweyan

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Mahasiswa Uzbekistan yang mengikuti inbound (pertukaran mahasiswa) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencoba membatik di Kampung Batik Laweyan. Keindahan batik mereka lihat dan rasakan secara langsung. Sebelum praktik membatik di Batik Mahkota Laweyan, Kamis (8/5) mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dalam tentang batik. Mereka juga diperlihatkan batik wayang beber dan batik Al […]

  • Dzulfikar: Kokam Bukan Hanya Garda Muhammadiyah, Tapi Benteng NKRI!

    Dzulfikar: Kokam Bukan Hanya Garda Muhammadiyah, Tapi Benteng NKRI!

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sleman – Sekitar 30.000 kader Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dari seluruh penjuru Indonesia memadati Stadion Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Ahad siang (20/7/2025). Mereka hadir dalam gelaran Apel Akbar Kokam Nasional 2025, sebuah momentum monumental yang menegaskan posisi Kokam sebagai barisan muda pelindung umat dan penjaga bangsa. Di hadapan ribuan kader Kokam, Dzulfikar Ahmad […]

  • INKLUSI ‘Aisyiyah Banjar Berpartisipasi dalam Munas Perempuan 2024

    INKLUSI ‘Aisyiyah Banjar Berpartisipasi dalam Munas Perempuan 2024

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjar – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar dalam Program INKLUSI berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Perempuan 2024 pada Selasa (26/4/24). Acara yang berlangsung secara hybrid ini merupakan aksi kolektif yang dilakukan oleh Mitra INKLUSI bersama-sama dengan Bappenas/KPAPO dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Musrenbangnas Perempuan 2024 yang juga bisa disebut […]

  • HUT ke-81 RI, Asy-Syifa’ Tanamkan Makna Kemerdekaan sebagai Rahmat Allah

    HUT ke-81 RI, Asy-Syifa’ Tanamkan Makna Kemerdekaan sebagai Rahmat Allah

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara— Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo turut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengangkat semangat kebangsaan sekaligus menanamkan kesadaran kepada para santri bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari pertolongan dan rahmat Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan di lingkungan Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo. […]

expand_less