Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Pelemahan rupiah yang terus menembus level psikologis terhadap dolar Amerika Serikat dinilai bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga ujian besar terhadap komunikasi publik pemerintah. Di tengah tekanan global dan meningkatnya biaya hidup masyarakat, akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menilai negara perlu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan publik agar situasi tidak berkembang menjadi krisis persepsi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., menyebut pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan persoalan domestik yang belum terselesaikan. Menurutnya, konflik geopolitik dunia, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga ketergantungan industri nasional terhadap impor membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap tekanan eksternal.

“Masalah kita bukan hanya dolar naik. Masalah utamanya adalah industri kita belum mandiri. Ketika bahan baku, pangan, sampai kebutuhan produksi masih impor, maka pelemahan rupiah pasti berdampak sampai ke masyarakat bawah,” ujarnya, Senin, (25/5).

Anton menjelaskan ketergantungan impor membuat dampak pelemahan rupiah merembet hingga desa. Ia mencontohkan kedelai untuk tempe, jagung pakan ternak, hingga sejumlah bahan pendukung industri pangan masih bergantung pada pasar luar negeri. Kondisi itu menyebabkan kenaikan dolar ikut mendorong harga kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan Indonesia belum serius membangun industri substitusi impor sejak krisis ekonomi 1998. Ia bahkan mengkritik orientasi industri nasional yang dinilai lebih nyaman menjadi pasar bagi produk luar dibanding membangun inovasi sendiri.

“Kita ini sebenarnya tidak punya pengusaha, tapi lebih banyak pedagang. Mereka lebih memilih impor barang jadi dibanding membangun industri sendiri karena dianggap lebih cepat untung,” tegasnya.

Anton juga menyoroti ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit di tengah besarnya kebutuhan anggaran negara. Menurutnya, program prioritas nasional tetap memiliki tujuan baik, namun perlu diiringi perhitungan fiskal yang realistis agar tidak menimbulkan kekhawatiran pasar.

Ia mengingatkan kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi saat ini. Di satu sisi, mereka menghadapi kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, tetapi di sisi lain tidak banyak menikmati bantuan sosial dari negara.

“Yang paling berat nanti kelas menengah. Mereka tidak mendapat banyak subsidi, tetapi tekanan hidupnya naik. Di sisi lain pekerjaan formal makin berkurang dan bergeser ke sektor informal,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi UMS bidang komunikasi politik, Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., menilai situasi ekonomi yang sensitif membutuhkan komunikasi publik yang lebih empatik dan adaptif. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya fokus pada substansi kebijakan, tetapi juga harus memahami bagaimana pesan diterima masyarakat.

“Sekarang satu gestur kecil saja bisa viral dan memunculkan gejolak publik. Pemerintah harus sadar bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan program, tetapi membangun kesamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Andika menjelaskan era media sosial membuat pola komunikasi politik berubah total. Publik kini lebih aktif, kritis, dan cepat membentuk opini terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, menurutnya, pernyataan pejabat publik harus mampu menangkap sensitivitas masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Ia menilai keberhasilan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada besarnya program, tetapi juga kemampuan pemerintah menjelaskan urgensi dan manfaatnya secara tepat kepada publik.

“Pemerintah harus memahami apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai terlalu fokus pada simbol atau pencitraan program, tetapi melupakan kebutuhan yang paling mendesak di bawah,” katanya.

Andika juga menyinggung kesulitan pemimpin di era digital dalam menjaga dukungan publik akibat derasnya arus informasi dan opini media sosial. Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah hari ini bukan hanya mengelola ekonomi, tetapi juga mengelola kepercayaan publik.

Karena itu, ia mendorong pemerintah membangun komunikasi yang lebih partisipatif dengan membuka ruang aspirasi masyarakat secara cepat dan responsif. Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat menjadi penyangga penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Kontributor: Alvian/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar jumpa pers pengenalan calon guru besar di Dapur Solo, Rabu (18/6), sehari menjelang agenda pengukuhan resmi. Acara ini menjadi ruang bagi kedua akademisi untuk memperkenalkan diri, membagikan perjalanan keilmuannya, dan menyampaikan gagasan besar yang mereka usung dalam bidang masing-masing. Keduanya adalah Prof. Dr. Eny Purwandari, S.Psi., yang […]

  • Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Karyawan RS Islam Aminah Blitar Melalui PMM Tematik Masyarakat Industri

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 234
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,  Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu program kuliah dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari saat berkuliah secara nyata pada masyarakat dan mampu memberi kebermanfataan luas. Dalam pelaksanaannya, […]

  • BIKERSMU Chapter Banggai Korwil Sulteng Salurkan Bantuan di Tobiombong Batui Selatan

    BIKERSMU Chapter Banggai Korwil Sulteng Salurkan Bantuan di Tobiombong Batui Selatan

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banggai – Komunitas Motor Muhammadiyah atau BikersMu Chapter Banggai kembali melaksanakan kegiatan sosial di Kabupaten Banggai.  Kali ini, bikersMu bertemu para siswa TK ABA dan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Tobiombong, Batui 3 Kecamatan Batui Selatan pada Kamis, 17 Juli 2025. Sebanyak 29 siswa mendapat bantuan berupa buku tulis, kebutuhan mandi berisi sabun mandi, pasta gigi. […]

  • PG PAUD UMS Gandeng Pakar PAUD Internasional, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

    PG PAUD UMS Gandeng Pakar PAUD Internasional, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan agenda visiting profesor. Ini menjadi upaya PG PAUD UMS untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan bisa bersaing di dunia internasional. PG PAUD UMS kali ini mengundang Prof. Madya Dr Azizah Binti Zain dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, […]

  • Terampil dan Kreatif! LKSA Panti Asuhan Aisyiyah Grogol Sukses Selenggarakan Workshop

    Terampil dan Kreatif! LKSA Panti Asuhan Aisyiyah Grogol Sukses Selenggarakan Workshop

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – LKSA Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Grogol telah sukses menyelenggarakan Workshop Membangun Keterampilan Berpikir Kreatif pada Senin-Rabu, 18-20 Desember 2023 bertempat di Aula LKSA Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Grogol. Acara yang dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari seluruh anak panti asuhan puteri, pengurus dan pengelola panti asuhan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang […]

  • Tim FKG UMS Raih Silver Medal di YISF 2026 Hadirkan Karya DentAware untuk Skrining Gigi Berbasis AI

    Tim FKG UMS Raih Silver Medal di YISF 2026 Hadirkan Karya DentAware untuk Skrining Gigi Berbasis AI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali perak di kejuaraan Youth International Science Fair (YISF) yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 6–9 April 2026, dengan kategori Innovation Science. Tim FKG UMS membawa inovasi DentAware sebagai solusi dari masalah kesehatan gigi dan mulut. Inovasi yang diangkat […]

expand_less