Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KAJIAN RAMADHAN UAD, HADIS-HADIS TENTANG ILMU

KAJIAN RAMADHAN UAD, HADIS-HADIS TENTANG ILMU

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Masjid islamic center UAD sebagai tempat penyelenggaraan berbagai rangkaian agenda kegiatan Ramadan di kampus selalu bisa mendatangkan antusiasme dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Agenda Ramadan di kampus berupa pembagian takjil dan kajian menjelang berbuka seolah menjadi agenda yang paling diminati.

Melihat ramainya jamaah yang datang untuk berbuka dan mendengarkan kajian pada hari sebelumnya, yakni di hari pertama. Pada hari ini pun Selasa (12/03) jamaah yang hadir sangat ramai dan bahkan lebih ramai dibandingkan hari sebelumnya hingga takjil sejumlah 3000 box habis terbagikan kepada jamaah. Materi kajian menjelang berbuka puasa selalu mengangkat tema yang menarik. Tema kajian pada hari ini yaitu tentang hadis-hadis ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh Ustadz Miftah Khilmi Hidayatullah Lc., M.Hum.

Dia menyampaikan hadis itu segala apa-apa yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik itu masalah perkataan, masalah perbuatan,  masalah ketetapannya  atau terkait masalah sifat nabi SAW. Itu  semua merupakan hadis walaupun tetap dibedakan antara hadis qauli, hadis fi’li, hadis taqriri dan termasuk hadis itu ada yang berkaitan dengan kebiasaan pribadi Rasulullah SAW.

Dari tema kajian kali ini dapat diketahui bagaimana penetapan awal bulan Ramadhan yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Diketahui pula Muhammadiyah menggunakan beberapa hadis dalam hal menentukan kapan awal bulan ramadhan ditetapkan. Hadis hadis tersebut sebagai landasan ilmu pengetahuan, pada konteks ini diaplikasikan dalam menentukan perhitungan waktu bulan ramadhan.

Hadis yang disampaikan dan dibahas pada kajian hari ini yaitu hadis tentang menghitung hilal.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Apabila kamu sekalian melihatnya hilal maka berpuasalah, apabila kalian itu melihatnya hilal tadi maka berbukalah, tetapi jika mendung maka kadarkanlah atau hitunglah.”

Maksudnya yang pertama adalah puasa ramadhan dan kedua berbuka itu karena masuk syawal. Dari hadis tersebut kemudian dipahami Muhammadiyah dengan diartikan sebagai hal yang  boleh untuk mengkadarkan jumlah hari dalam waktu satu bulan dengan melihat dan menghitung hilalnya.

Hadis lain yang dibahas yaitu terkait kepandaian masyarakat islam sekarang dalam hal menulis dan berhitung.

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ، لَا نَكْتُبُ وَلَا نَحْسُبُ. الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا ” يَعْنِي مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِينَ، وَمَرَّةً ثَلَاثِينَ.

“Sesungguhnya umatku ummiy, tidak dapat menulis dan juga berhitung. Adapun bulan ini (Sya’ban/Ramadan) seperti ini dan seperti itu, yakni terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari.”

Sekarang masyarakat islam sudah tidak ummiy alias pandai menghitung dan pandai menulis. Miftah mengatakan bahwa kita bisa menentukan awal bulan itu dengan cara menghitung. Menghitung itu suatu hal yang boleh bukan wajib.

“Dalam hadis itu ketika ada dalil kemudian dipahami itu bisa memunculkan kesimpulan. Terkadang ada kata perintah itu kesimpulannya dia wajib. Tapi ada juga kata perintah kesimpulannya tidak wajib bahkan tidak boleh. Para tokoh-tokoh Muhammadiyah memusyawarahkan terkait melihat bulan untuk menentukan awal bulan ramadhan merupakan hal yang mubah, artinya boleh dengan menggunakan cara yang lain.” Terangnya.

Masih dalam konteks hadits-hadits ilmu pengetahuan, Miftah menambahkan tentang penyakit dan obat adalah hal yang berdampingan, seperti sabda Rasulullah SAW:

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً ‏”‏‏.‏

“Apabila ada seekor lalat yang jatuh di minumman salah seorang diantara kalian maka tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya.”

Dikatakan juga bahwa hadis ini sering disebut hadis-hadis ilmu pengetahuan. Dia mengatakan secara fiqih dari hadis ini, air yang kemasukan lalat itu tidak najis. Perintah menenggelamkan lalat adalah tidak wajib yang berarti boleh dilakukan atau tidak. Dari hadis ini memunculkan semacam wawasan bahwasanya penyakit dan penawar atau obat itu berdampingan.  Kemudian dicontohkan seperti halnya ular yang menggigit memiliki racun dari bisanya dan racun tersebut dapat disembuhkan dari empedu ular yang menjadi penawarnya atau obatnya.

Kontributor:

Tags
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Milad ke-113 Muhammadiyah di Lampung, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Janjikan Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Revitalisasi Sekolah

    Hadiri Milad ke-113 Muhammadiyah di Lampung, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Janjikan Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Revitalisasi Sekolah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Wilayah Lampung berlangsung meriah di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, 30 November 2025. Acara puncak ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pidatonya yang bertajuk “Memajukan […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • Terbuka Untuk Umum: Kopdar Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah Akan Digelar di Yogyakarta

    Terbuka Untuk Umum: Kopdar Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah Akan Digelar di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – (18/12/25) Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) akan kembali menggelar agenda nasional melalui Kopdar Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah yang direncanakan berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di Kaliurang, Yogyakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu, konsolidasi, dan penguatan jejaring pelaku usaha Muhammadiyah dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi para pelaku usaha dari berbagai […]

  • Sosialisasi Kesehatan oleh Tim Pengabdian UMS: Cegah Penyakit di Lingkungan Pesantren

    Sosialisasi Kesehatan oleh Tim Pengabdian UMS: Cegah Penyakit di Lingkungan Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan sosialisasi kesehatan dengan topik “Penyakit yang Sering Terjadi di Pesantren dan Langkah Pencegahannya”. Kegiatan ini merupakan ali kedua dari rangkaian kegiatan Poskestren Digital yang diinisiasi oleh Ayu Khoirotul Umaroh, MKM. Pengabdian […]

  • BikersMu Chapter Wonosobo Kolaborasi dengan PMI Gelar aksi Donor Darah kumpulkan 28 Kantong Darah untuk kemanusiaan

    BikersMu Chapter Wonosobo Kolaborasi dengan PMI Gelar aksi Donor Darah kumpulkan 28 Kantong Darah untuk kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, WONOSOBO – Komunitas pecinta otomotif BickerMu Chapter Wonosobo berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo menggelar aksi sosial donor darah di Serambi Masjid Al Arqam pada Ahad (27/9/2026). Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 28 kantong darah guna membantu memenuhi lonjakan kebutuhan pasokan darah daerah. ​Dari total 33 pendaftar, sebanyak 28 pendonor dinyatakan lolos kriteria […]

  • SMP Muhammadiyah 1 Anggana Buka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    SMP Muhammadiyah 1 Anggana Buka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 134
    • 0Komentar

    SMP Muhammadiyah 1 Anggana resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkemajuan yang berada di Kecamatan Anggana ini mengajak para lulusan sekolah dasar untuk bergabung dan tumbuh bersama dalam lingkungan pendidikan Islami, modern, dan berkarakter. Kepala Sekolah Saryono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah siap menyambut peserta didik baru dengan penuh […]

expand_less