Gagas Tata Kelola Berbasis Teknologi Modern, Mahasiswa UMS Raih Juara 3 Lomba KTIQ Nasional di IPB
- account_circle Ahmad Sartoni
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Zaid dan Aufa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, BOGOR – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di tingkat nasional. Muhammad Zaid Alfaizi dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) bersama Aufa Murtadho dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) berhasil menyabet Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Nasional (05/09/2026)
Ajang bereputasi yang diikuti tersebut diselenggarakan oleh Seni Religi IPB (Institut Pertanian Bogor), dalam rangkaian kegiatan Serifest IPB University pada 5 September 2026. Kompetisi tahun ini mengusung tema “Theater of Qurani: United by Faith, Driven by Light”.
Dalam kompetisi tersebut, delegasi UMS mengajukan karya tulis ilmiah berjudul “SIRAJ-MBG: Rekonstruksi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Berbasis Blockchain, Internet of Things, dan Sistem Peringatan Dini Qur’ani Menuju Indonesia Emas 2045”.
Aufa Murtadho, peserta delegasi dari UMS menuturkan, bahwa perlombaan ini memberikan Kesan mendalam, melihat kolaborasi antar prodi dari Hukum Ekonomi Syariah dan Ilmu AlQuran dan Tafsir.
“Alhamdulillah, perjalanan di Serifest IPB ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Bagi saya yang berlatar belakang Hukum Ekonomi Syariah, berkolaborasi dengan Zaid dari Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir membuktikan bahwa al-Islam, sains, dan teknologi masa kini—seperti Blockchain dan IoT—bisa dipadukan untuk menghadirkan solusi konkret bagi program nasional. Kompetisi ini benar-benar membuka mata kami bahwa nilai-nilai Al-Qur’an sangat relevan untuk menjawab tantangan tata kelola publik di era modern,” tuturnya.
Gagasan inovatif ini memadukan pemanfaatan teknologi digital modern seperti Blockchain dan Internet of Things (IoT) dengan nilai-nilai luhur Al-Qur’an. Pendekatan ini bertujuan untuk memperbaiki serta memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berlangsung lebih transparan, adaptif, dan berkelanjutan demi mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Aufa juga memberikan pesan untuk para mahasiwa agar lebih semangat dan jangan ragu untuk memulai langkah, apalagi berkolaborasi dengan siapa saja.
“Untuk teman-teman mahasiswa, jangan pernah ragu untuk keluar dari zona nyaman dan melintasi batas disiplin ilmu. Kolaborasi lintas jurusan justru sering melahirkan gagasan baru yang unik dan berdampak luas. Mari kita terus belajar dan berkarya, menjadikan ilmu yang kita miliki sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.”
Atas keberhasilan tersebut, tim UMS berhak membawa pulang trofi Juara 3 beserta uang pembinaan. Raihan ini menegaskan peran aktif mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dalam mengintegrasikan al-Islam, sains, dan teknologi untuk memberikan solusi konkret bagi bangsa.
- Penulis: Ahmad Sartoni
- Editor: M. Nur Isholattudin