PK IMM Kedokteran UMP Gelar DAD, Menguatkan Kader Berjiwa Pengabdian
- account_circle Muhammad Farhan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH. ID, Purwokerto – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) pada Ahad, 27 September 2026. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa kedokteran untuk mengenal, memahami, dan meneguhkan diri sebagai bagian dari keluarga besar IMM.
Mengusung tema “Dari Hadir Menuju Mengakar, Menemukan Jati Diri dan Menghidupkan Gerakan Kader IMM” , DAD kali ini menjadi ruang perkaderan utama yang tidak sekadar formalitas, melainkan momentum untuk menggembleng ideologi Kemuhammadiyahan dan IMM secara mendalam.
Ketua Umum PK IMM Kedokteran UMP, Naila Fauzia Alfurosia, menegaskan bahwa DAD bukanlah sekadar kegiatan rutin organisasi.
“Teman-teman, DAD bukan sekadar kegiatan atau formalitas untuk menjadi kader IMM. Ini adalah ruang untuk mengenal siapa IMM, apa yang diperjuangkan, dan bagaimana nantinya kita bisa mengambil peran di dalamnya,” ujar Naila dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
“Sebagai mahasiswa kedokteran, kita tidak hanya belajar menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga perlu tumbuh menjadi manusia yang punya integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, harapannya ilmu yang kita miliki nantinya tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga bisa menjadi jalan untuk mengabdi,” tegasnya.
Sesuai dengan tema yang diusung, Naila berharap para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar mau mengenal, memahami, dan menjalani proses perkaderan dengan sungguh – sungguh.
“Saya berharap teman-teman tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar mau mengenal, memahami, dan menjalani prosesnya. Tidak apa-apa kalau hari ini belum memahami semuanya tentang IMM. Yang penting, mau belajar, mau bertanya, dan mau bertumbuh. Jadikan DAD ini sebagai awal untuk menemukan jati diri, menemukan teman seperjalanan, dan perlahan menemukan tempat kita dalam ikatan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PC IMM A.K. Anshori Purwokerto, M. Fahreza Ramadhani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi mendalam terhadap proses kaderisasi yang berlangsung. Ia menilai bahwa PK IMM Kedokteran UMP memiliki warna dan keistimewaan tersendiri dibanding komisariat lain.
“PK IMM Kedokteran adalah salah satu komisariat yang memiliki warna dan keistimewaan tersendiri. Saya menyaksikan semangat kolektif yang begitu kuat, budaya belajar yang terus tumbuh, serta kesungguhan seluruh elemen komisariat dalam menjaga marwah perkaderan,” ujar Fahreza.
Ia juga menyoroti semangat para kader yang mengikuti setiap proses dengan penuh kesadaran, keberanian untuk berdialektika, serta kerendahan hati untuk terus belajar. Menurutnya, Darul Arqam Dasar bukanlah garis akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan kaderisasi yang sesungguhnya.
“Setelah forum ini berakhir, tantangan yang dihadapi akan jauh lebih besar. Kualitas seorang kader tidak hanya diukur dari bagaimana ia mengikuti perkaderan, tetapi dari bagaimana ia mampu menjaga konsistensi dalam berpikir, bersikap, dan berjuang,” pesannya.
Ia berharap seluruh kader PK IMM Kedokteran terus merawat tradisi intelektual, menguatkan spiritualitas, serta mempertajam keberpihakan kepada persoalan umat dan masyarakat.
“Jadilah kader yang tidak cepat berpuas diri, tidak kehilangan daya kritis, serta selalu menjadikan IMM sebagai ruang untuk bertumbuh, mengabdi, dan melahirkan kebermanfaatan,” tegasnya.
Melalui DAD ini, PK IMM Kedokteran UMP berkomitmen untuk terus mencetak kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, militansi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Sebab, perkaderan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab panjang untuk menjadi insan yang berilmu, beriman, dan beramal saleh.
Kontributor: Ilyas Fachriansyah
Editor: Muhammad Farhan
- Penulis: Muhammad Farhan