Pengajian dan Pembinaan GTK SD Muhammadiyah Jogokariyan: Memperkuat Pemahaman Ibadah Sesuai Tarjih Muhammadiyah

KABARMUH.ID, Jogjakarta – Pada hari Jum’at, 23 Mei 2025 bertepatan dengan 25 Dzulqa’dah 1446 H, seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Jogokariyan Yogyakarta mengikuti kegiatan pengajian dan pembinaan yang diselenggarakan oleh bidang ISMUBA sekolah. Acara ini berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB di lantai 2 Masjid Al-Mustaqim, Mantrijeron, dengan jeda istirahat untuk menunaikan sholat Ashar secara berjamaah.
Dengan mengangkat tema “Ibadah Sesuai Putusan Tarjih Muhammadiyah”, kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para pendidik mengenai konsep ibadah dalam perspektif tarjih Muhammadiyah yang bersumber pada Al-Qur’an dan sunnah. Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari MC, Ustadz Amin, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Ustadz Wiharto, S.Pd.I., S.Sy., M.A., dari Majelis Pendidikan Kader & Sumber Daya Insani (MPK SDI) PWM DIY.
Dalam pemaparannya, Ustadz Wiharto menjelaskan bahwa ibadah tidak hanya berarti ritual keagamaan semata, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan, kepatuhan, dan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Beliau mengutip surat Yasin ayat 60 yang menggambarkan makna ibadah sebagai ketaatan total kepada Allah. Lebih jauh, ia membedakan antara dua jenis ibadah: ibadah umum (muamalah) dan ibadah khusus (mahdhah). Dalam ibadah umum, segala sesuatu diperbolehkan selama tidak dilarang syariat, sementara dalam ibadah khusus, segala hal dilarang kecuali yang telah diperintahkan secara jelas.
Pesan penting lainnya dari pemateri adalah mengenai asas dan prinsip ibadah. Untuk ibadah umum, asasnya meliputi keridhaan, keadilan, dan kemanfaatan. Sedangkan untuk ibadah khusus, asas yang ditekankan adalah kepatuhan, keikhlasan, dan kesesuaian dengan tuntunan syariat. Ia juga menggarisbawahi enam prinsip penting dalam beribadah: menyembah hanya kepada Allah, ibadah tanpa perantara, dilakukan dengan ikhlas, sesuai dengan tuntunan Rasulullah, seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani, serta prinsip kemudahan dan tidak memberatkan. Menurut beliau, Muhammadiyah senantiasa menjunjung tinggi prinsip kemudahan dalam beragama, bukan menyulitkan umat.
Selain penjabaran konsep, Ustadz Wiharto juga memberikan penjelasan praktis terkait tata cara wudhu dan tayamum, serta pentingnya menjaga aurat saat berwudhu di kamar mandi. Dalam bagian penjelasan tentang sholat, beliau menyampaikan bahwa sholat adalah seruan sekaligus bentuk doa. Sholat yang dilaksanakan tepat waktu akan membawa dampak positif pada keberkahan rezeki dan semangat hidup. Ia mengingatkan bahwa sholat adalah amal pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Karena itu, bagi laki-laki, sangat dianjurkan untuk menunaikan sholat wajib secara berjamaah di masjid.
Beliau juga menguraikan sejarah pensyariatan sholat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-11 kenabian melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Dalam pelaksanaan sholat, disarankan untuk membaca ta’awwudz dan basmalah sebelum surat setelah Al-Fatihah, serta memperhatikan thuma’ninah sebagai bagian dari rukun yang tak boleh diabaikan.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat. Para guru dan tenaga kependidikan menunjukkan antusiasme tinggi selama acara, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Hal ini mencerminkan semangat belajar dan komitmen para pendidik SD Muhammadiyah Jogokariyan dalam memperdalam pemahaman keislaman mereka, khususnya dalam hal ibadah.
Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi teladan ibadah yang sesuai dengan prinsip tarjih Muhammadiyah baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Kontributor: Mustofa Ahyar (Ahli IT SD Muhammadiyah Jogokariyan)



