BeritaFeaturedkabar muhammadiyahPersyarikatan

Pendampingan Masjid Unggulan: Upaya PDM Pekalongan Hidupkan Semangat Dakwah Berkemajuan

KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Masjid bagi warga Muhammadiyah bukan sekadar tempat menunaikan ibadah salat semata. Lebih dari itu, masjid diproyeksikan menjadi pusat peradaban yang mampu menggerakkan dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan umat. Semangat inilah yang terus didorong oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Kabupaten Pekalongan melalui program pembinaan dan monitoring calon Masjid Unggulan.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan bersama Lembaga Pengembangan Masjid Musholla (LPM) PWM Jawa Tengah untuk memastikan masjid-masjid di bawah naungan persyarikatan tumbuh menjadi institusi yang profesional, makmur, dan berkemajuan.

Dalam prosesnya, pembinaan dilakukan tidak dengan cara seremonial belaka. Tim turun langsung melakukan dialog hangat bersama para takmir, observasi program, hingga evaluasi administrasi secara mendalam. Tidak hanya soal kerapian data, tim juga meninjau bagaimana aktivitas dakwah dan pemberdayaan jamaah berjalan di lapangan.

Setidaknya ada tiga masjid yang kini menjadi nominasi sebagai calon Masjid Unggulan, yakni Masjid At-Taqwa Pekajangan, Masjid Sabilurrohman Wiradesa, dan Masjid Khuzaemah Kajen. Ketiganya dinilai memiliki semangat luar biasa dalam mengelola potensi umat.

Gusnadi, S.Ak., dari LPCRPM PDM Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa fokus utama pendampingan ini mencakup berbagai aspek esensial, mulai dari manajemen keuangan yang transparan, digitalisasi media dakwah, hingga penguatan kaderisasi remaja masjid dan pendidikan Al-Qur’an.

“Kegiatan ini adalah ikhtiar pendampingan agar masjid Muhammadiyah tidak hanya megah bangunannya, tetapi juga hidup aktivitas dakwah dan pelayanan umatnya,” ungkap perwakilan tim pembina.

Hal ini selaras dengan landasan spiritual yang dipegang, yakni QS. At-Taubah ayat 18, yang menegaskan bahwa kemakmuran masjid sesungguhnya diukur dari kekuatan iman, ibadah, dan kepedulian sosial para pengelolanya.

Melalui pendampingan intensif ini, diharapkan lahir masjid-masjid yang mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas. Masjid yang tidak hanya menjadi tempat bersujud, namun juga pusat pendidikan dan pelayanan sosial yang mencerahkan.

Apresiasi tinggi pun diberikan kepada seluruh takmir dan jamaah dari ketiga masjid nominasi yang telah berdedikasi penuh. Dedikasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi masjid lain di lingkungan persyarikatan untuk terus berbenah, agar fungsi masjid sebagai tempat yang paling dicintai Allah benar-benar terwujud nyata di tengah umat.

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button