Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi: Belajar dari Valencia, Bersiap di Lampung

Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi: Belajar dari Valencia, Bersiap di Lampung

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
  • visibility 323
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


Oleh : Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A,
Ketua MDMC Wilayah Lampung

Kita semua terkejut, khawatir, dan bahkan merasa miris. Cuaca kini tak lagi bisa diprediksi, dan musim seolah berubah tanpa aturan. Ini bukan sekadar perubahan yang kita alami, melainkan fenomena nyata yang menggambarkan betapa tak terduganya bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. Baru-baru ini, kita dikejutkan dengan kabar tentang Valencia, Spanyol—sebuah kota yang dikenal dengan infrastruktur canggih dan teknologi maju. Namun siapa sangka, di tengah kesiapannya, Valencia dilanda banjir besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banjir datang dengan sangat cepat, menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang luar biasa. Masyarakat Valencia yang tidak siap, harus menghadapi kenyataan pahit: bencana hidrometeorologi datang tanpa peringatan jelas. Ini adalah gambaran nyata bagaimana perubahan iklim telah mengubah pola cuaca dengan cara yang sulit diprediksi.

Di Indonesia, khususnya Lampung, kita sebenarnya sudah cukup familiar dengan bencana hidrometeorologi. Banjir, longsor, dan angin kencang adalah bagian dari siklus alam yang tak bisa dihindari. Namun, apakah kita lebih siap karena sudah terbiasa? Lampung memiliki topografi berbukit dan curah hujan yang tinggi, menjadikan banyak daerah rawan banjir dan longsor. Kita tentu masih ingat betul peristiwa banjir besar yang melanda Lampung Selatan, Tanggamus, hingga Kota Bandar Lampung. Hujan lebat yang turun berhari-hari membuat sungai-sungai meluap dan menggenangi pemukiman. Banjir besar itu memaksa warga untuk mengungsi, sementara jalur transportasi utama terputus. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar, baik materiil maupun emosional.

Dalam konteks ini, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sudah memberikan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem di Indonesia, terutama selama puncak musim hujan yang bersamaan dengan fenomena La Nina. Hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi berpotensi terjadi. Namun, sudahkah kita sebagai masyarakat dan pemerintah benar-benar siap menghadapi peringatan ini? Ketika peringatan dini disampaikan, langkah-langkah preventif menjadi sangat penting untuk mencegah kita terjebak dalam situasi darurat tanpa solusi yang jelas.

Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi? Pertama, edukasi masyarakat adalah kunci utama. Masyarakat, terutama di daerah rawan banjir, perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bencana hidrometeorologi. Mereka perlu tahu apa itu banjir bandang, bagaimana mengenali tanda-tanda awalnya, dan yang tak kalah penting, ke mana harus mengungsi jika keadaan darurat terjadi. Meskipun kejadian seperti yang terjadi di Valencia menunjukkan bahwa negara maju pun belum sepenuhnya siap, kita tetap bisa belajar dari langkah-langkah mitigasi yang mereka terapkan, seperti jalur evakuasi yang jelas, sistem peringatan cepat, serta koordinasi tanggap darurat yang terstruktur.

Kedua, pemerintah daerah, khususnya di Lampung, perlu memperkuat sistem peringatan dini. Pengembangan teknologi untuk memantau debit sungai yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis digital, akan sangat membantu masyarakat dalam menerima peringatan dini secara real-time. Selain itu, pemerintah harus memastikan jalur evakuasi terbangun dengan baik, serta posko-posko pengungsian yang siap digunakan ketika bencana datang. Pembersihan dan pengerukan sungai-sungai utama juga perlu segera dilakukan untuk mengurangi risiko meluapnya air yang dapat mengancam pemukiman.

Ketiga, di tingkat individu dan komunitas, setiap keluarga harus memiliki rencana evakuasi darurat. Di daerah rawan bencana banjir, posko siaga bencana yang dilengkapi dengan peralatan darurat seperti perahu karet, pelampung, dan perbekalan lainnya harus siap sedia. Koordinasi yang baik antara warga, pemerintah desa, dan aparat penanggulangan bencana sangat penting untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan efektif ketika situasi darurat terjadi.

Perubahan iklim memang membuat cuaca sulit diprediksi. Bencana hidrometeorologi bisa datang begitu cepat dan tanpa banyak peringatan, memaksa kita untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Daerah-daerah rawan banjir di Lampung, dan di Indonesia pada umumnya, tidak bisa mengandalkan faktor keberuntungan. Setiap musim hujan adalah kesempatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, dan setiap peringatan adalah panggilan untuk bertindak. Kesiapsiagaan bukan hanya soal mengetahui bahwa bencana akan datang, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan langkah-langkah konkret.

Mari bersama-sama, bersiap untuk menghadapi masa depan yang tak terduga, karena pada akhirnya, kesiapsiagaan adalah kunci untuk selamatkan diri dan orang-orang yang kita cintai.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 12 Mahasiswa Manajemen UMS Ikuti Kolokium Akademik di MSU Malaysia

    12 Mahasiswa Manajemen UMS Ikuti Kolokium Akademik di MSU Malaysia

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat internasionalisasi melalui kolaborasi akademik dengan Management & Science University (MSU), Malaysia. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kegiatan study visit yang diikuti 12 mahasiswa Program Studi Manajemen UMS. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi Manajemen UMS dalam memperluas […]

  • Forum Dai Digital Muhammadiyah Diluncurkan, Siap Cetak Kader Kreatif dan Transformatif

    Forum Dai Digital Muhammadiyah Diluncurkan, Siap Cetak Kader Kreatif dan Transformatif

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Suasana antusias dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Akademi Dai Digital Muhammadiyah yang terlaksana selama dua hari, Sabtu–Ahad, 21–22 Juni 2025, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini menghadirkan pelatihan intensif tentang strategi produksi konten dakwah digital di tengah […]

  • Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Aceh – Menyambut Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024, MDMC PP Muhammadiyah bekerja sama dengan STIKes Muhammadiyah Aceh, serta didukung oleh BNPB dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mengadakan seminar nasional dengan tema “Peran Komunitas dan Rumah Sakit dalam Kesiapsiagaan Bencana dan Dukungan pada Klaster Kesehatan”. (8/10/2024) Seminar ini menghadirkan berbagai pakar […]

  • UMS Sabet Juara Umum 3 di Kejuaraan Nasional Tapak Suci SEMAR VI 2025

    UMS Sabet Juara Umum 3 di Kejuaraan Nasional Tapak Suci SEMAR VI 2025

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah olahraga nasional. Kontingen Tapak Suci UMS berhasil mengukir sejarah manis dengan meraih Juara Umum 3 dalam ajang Kejuaraan Nasional Tapak Suci Antar Perguruan Tinggi SEMAR 6 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Kompetisi ini mempertemukan perguruan tinggi terbaik se-Indonesia […]

  • Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 1

    Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 1

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 618
    • 0Komentar

    | Oleh : Fuad |  Balikpapan – Waktu menunjukkan pukul 22.30 WITA. Udara dingin dalam Bus ber-AC yang kutumpangi sudah cukup menusuk kulit. Ditambah lagi hujan turun sejak sore hari turut menambah rasa dingin ini. Perjalananku masih panjang menuju Kota Balikpapan di Kaltim. Ini baru separuh jalan. Perlu waktu hingga 7 jam lagi baru sampai […]

  • Masjid Kampus UMS Rilis Buletin Vol-5, Tumbuhkan Rasa Empati Sosial

    Masjid Kampus UMS Rilis Buletin Vol-5, Tumbuhkan Rasa Empati Sosial

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,SURAKARTA – Tim Redaksi Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi merilis buletin edisi terbaru dengan tema “EMPATI: Menyapa Kemanusiaan dari Inklusivitas hingga Solidaritas.” Buletin ke-5 ini menjadi bagian dari upaya Masjid Kampus UMS dalam menghadirkan media literasi dan dakwah yang responsif terhadap realitas sosial serta nilai-nilai kemanusiaan. Buletin ini mengangkat tema “EMPATI” sebagai fondasi […]

expand_less