
KABARMUH.ID, PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus menunjukkan kiprahnya dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, KKN-TKelompok 15 yang ditempatkan di Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, memperkenalkan program unggulan bertajuk Hijau Berdaya dengan mengusung sistem aquaponik.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Rabu (10/9/2025) bertepatan dengan kajian rutin Aisyiyah. Momentum ini dipilih agar edukasi lebih efektif, karena masyarakat berkumpul dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan.
Aquaponik sebagai Solusi Cerdas
Selama ini, sebagian masyarakat Kedung Peluk menghadapi kendala dalam merawat tanaman sayuran di pekarangan. Aktivitas menyiram setiap hari dianggap merepotkan, apalagi bagi ibu rumah tangga yang disibukkan dengan berbagai aktivitas. Alhasil, tidak sedikit tanaman yang gagal panen karena kurang perawatan.
Melalui program KKN-T, mahasiswa menghadirkan aquaponik sebagai solusi. Aquaponik adalah teknik budidaya tanaman dan ikan dalam satu sistem terpadu. Air dari kolam ikan yang mengandung nutrisi dialirkan ke media tanam sayuran. Tanaman tumbuh subur tanpa perlu disiram manual setiap hari, sementara akar dan media tanam berfungsi menyaring udara agar kembali bersih sebelum dialirkan lagi ke kolam ikan.
“Dulu masyarakat sering kesulitan menyiram tanaman karena dianggap ribet. Lewat KKN-T ini, kami ingin memberi solusi melalui pemberdayaan aquaponik. Sistem ini bisa membuat tanaman tumbuh subur tanpa repot, sekaligus memberi manfaat ganda: ada sayurnya, ada ikannya,” terang Wildan, perwakilan mahasiswa KKN-T Kelompok 15, saat memberikan sosialisasi.

Antusiasme Ibu-Ibu Aisyiyah
Sosialisasi aquaponik mendapat sambutan hangat dari kelompok ibu-ibu Aisyiyah yang menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan keagamaan di Kedung Peluk. Mereka menyimak penjelasan teori tentang konsep dasar, alur sirkulasi udara, hingga manfaat sistem aquaponik bagi ketahanan pangan keluarga.
Sebagai praktik awal, mahasiswa memasang sistem aquaponik di rumah Ima, Ketua Ranting Aisyiyah Kedung Peluk. Para peserta lalu mencoba menanam bibit sayuran secara langsung di media yang sudah disiapkan.
“Alhamdulillah, kami jadi terbantu banget dengan adanya aquaponik ini. Dulu sering kesulitan menyiram karena ribet. Sekarang tanaman bisa tumbuh subur tanpa repot. Selain bisa sayur, juga bisa pelihara ikan. Jadi lebih semangat merawatnya,” ungkap Ima penuh semangat.
Kehadiran testimoni ini menampilkan bahwa program KKN-T bukan hanya proyek sementara, melainkan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Selain memudahkan masyarakat dalam bercocok tanam, sistem aquaponik memberi manfaat ekonomi. Sayuran yang dihasilkan relatif lebih segar, bersih, dan bebas pestisida sehingga berpotensi dijual dengan harga lebih tinggi. Ikan yang dipelihara pun dapat dikonsumsi atau dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga.
Dari sisi lingkungan, aquaponik menghemat penggunaan udara hingga 90 persen dibandingkan pertanian konvensional. Sistem ini juga ramah lingkungan karena air yang berasal dari kolam ikan diolah secara alami oleh tanaman, tanpa menghasilkan limbah berbahaya. Oleh karena itu, program Hijau Berdaya tidak hanya mendukung kemandirian pangan rumah tangga, tetapi juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Dukungan Muhammadiyah dan Aisyiyah
Program aquaponik mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedung Peluk. Mereka menilai program ini sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus berpotensi menjadi identitas gembar-gembor dalam pemberdayaan lingkungan.
“Program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Jika dikembangkan secara serius, bukan hanya rumah tangga yang terbantu, tetapi juga bisa jadi program unggulan mengomel. Kami siap mendukung jika masyarakat ingin membentuk kelompok tani aquaponik yang lebih besar,” ujar perwakilan PRM Kedung Peluk.
Dengan dukungan tersebut, peluang program semakin terbuka lebar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, aquaponik di Kedung Peluk berkembang menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang memberikan tambahan penghasilan bagi warga.

Menuju Desa Inspiratif
Mahasiswa KKN-TKelompok 15 berharap program ini tidak berhenti di tahap sosialisasi. Mereka menekankan bahwa tujuan utama bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi menumbuhkan kesadaran dan keterampilan baru di masyarakat. Jika dikelola dengan baik, aquaponik bisa menjadi solusi ketahanan pangan rumah tangga di tengah perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
Lebih dari itu, program ini memperkuat semangat gotong royong. Dengan antusiasme ibu-ibu Aisyiyah, dukungan bapak-bapak Muhammadiyah, serta komitmen mahasiswa, aquaponik berpotensi menjadi gerakan Hijau Berdaya yang berkelanjutan.
Desa Kedung Peluk kini memiliki peluang tampil sebagai desa inspiratif yang mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi tepat guna, demi terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi
Redaktur : Al Fadhlil Raihan Yunan



