Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KKN-T Umsida Kelompok 15 Hadirkan Inovasi Aquaponik di Desa Kedung Peluk

KKN-T Umsida Kelompok 15 Hadirkan Inovasi Aquaponik di Desa Kedung Peluk

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus menunjukkan kiprahnya dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, KKN-TKelompok 15 yang ditempatkan di Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, memperkenalkan program unggulan bertajuk Hijau Berdaya dengan mengusung sistem aquaponik.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Rabu (10/9/2025) bertepatan dengan kajian rutin Aisyiyah. Momentum ini dipilih agar edukasi lebih efektif, karena masyarakat berkumpul dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan.

Aquaponik sebagai Solusi Cerdas

Selama ini, sebagian masyarakat Kedung Peluk menghadapi kendala dalam merawat tanaman sayuran di pekarangan. Aktivitas menyiram setiap hari dianggap merepotkan, apalagi bagi ibu rumah tangga yang disibukkan dengan berbagai aktivitas. Alhasil, tidak sedikit tanaman yang gagal panen karena kurang perawatan.

Melalui program KKN-T, mahasiswa menghadirkan aquaponik sebagai solusi. Aquaponik adalah teknik budidaya tanaman dan ikan dalam satu sistem terpadu. Air dari kolam ikan yang mengandung nutrisi dialirkan ke media tanam sayuran. Tanaman tumbuh subur tanpa perlu disiram manual setiap hari, sementara akar dan media tanam berfungsi menyaring udara agar kembali bersih sebelum dialirkan lagi ke kolam ikan.

“Dulu masyarakat sering kesulitan menyiram tanaman karena dianggap ribet. Lewat KKN-T ini, kami ingin memberi solusi melalui pemberdayaan aquaponik. Sistem ini bisa membuat tanaman tumbuh subur tanpa repot, sekaligus memberi manfaat ganda: ada sayurnya, ada ikannya,” terang Wildan, perwakilan mahasiswa KKN-T Kelompok 15, saat memberikan sosialisasi.

 

Antusiasme Ibu-Ibu Aisyiyah

Sosialisasi aquaponik mendapat sambutan hangat dari kelompok ibu-ibu Aisyiyah yang menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan keagamaan di Kedung Peluk. Mereka menyimak penjelasan teori tentang konsep dasar, alur sirkulasi udara, hingga manfaat sistem aquaponik bagi ketahanan pangan keluarga.

Sebagai praktik awal, mahasiswa memasang sistem aquaponik di rumah Ima, Ketua Ranting Aisyiyah Kedung Peluk. Para peserta lalu mencoba menanam bibit sayuran secara langsung di media yang sudah disiapkan.

“Alhamdulillah, kami jadi terbantu banget dengan adanya aquaponik ini. Dulu sering kesulitan menyiram karena ribet. Sekarang tanaman bisa tumbuh subur tanpa repot. Selain bisa sayur, juga bisa pelihara ikan. Jadi lebih semangat merawatnya,” ungkap Ima penuh semangat.

Kehadiran testimoni ini menampilkan bahwa program KKN-T bukan hanya proyek sementara, melainkan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Selain memudahkan masyarakat dalam bercocok tanam, sistem aquaponik memberi manfaat ekonomi. Sayuran yang dihasilkan relatif lebih segar, bersih, dan bebas pestisida sehingga berpotensi dijual dengan harga lebih tinggi. Ikan yang dipelihara pun dapat dikonsumsi atau dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Dari sisi lingkungan, aquaponik menghemat penggunaan udara hingga 90 persen dibandingkan pertanian konvensional. Sistem ini juga ramah lingkungan karena air yang berasal dari kolam ikan diolah secara alami oleh tanaman, tanpa menghasilkan limbah berbahaya. Oleh karena itu, program Hijau Berdaya tidak hanya mendukung kemandirian pangan rumah tangga, tetapi juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dukungan Muhammadiyah dan Aisyiyah

 

Program aquaponik mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedung Peluk. Mereka menilai program ini sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus berpotensi menjadi identitas gembar-gembor dalam pemberdayaan lingkungan.

“Program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Jika dikembangkan secara serius, bukan hanya rumah tangga yang terbantu, tetapi juga bisa jadi program unggulan mengomel. Kami siap mendukung jika masyarakat ingin membentuk kelompok tani aquaponik yang lebih besar,” ujar perwakilan PRM Kedung Peluk.

Dengan dukungan tersebut, peluang program semakin terbuka lebar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, aquaponik di Kedung Peluk berkembang menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang memberikan tambahan penghasilan bagi warga.

Menuju Desa Inspiratif

Mahasiswa KKN-TKelompok 15 berharap program ini tidak berhenti di tahap sosialisasi. Mereka menekankan bahwa tujuan utama bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi menumbuhkan kesadaran dan keterampilan baru di masyarakat. Jika dikelola dengan baik, aquaponik bisa menjadi solusi ketahanan pangan rumah tangga di tengah perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Lebih dari itu, program ini memperkuat semangat gotong royong. Dengan antusiasme ibu-ibu Aisyiyah, dukungan bapak-bapak Muhammadiyah, serta komitmen mahasiswa, aquaponik berpotensi menjadi gerakan Hijau Berdaya yang berkelanjutan.

Desa Kedung Peluk kini memiliki peluang tampil sebagai desa inspiratif yang mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi tepat guna, demi terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Redaktur : Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Aisyiyah Ranting se Gondokusuman Yogyakarta Tingkatkan Keterampilan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

    ‘Aisyiyah Ranting se Gondokusuman Yogyakarta Tingkatkan Keterampilan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk pengelolaan pengurangan plastik sekali pakai di Pasar Demangan Kota Yogyakarta, Ibu-Ibu anggota Ranting ‘Aisyiyah se Cabang Gondokusuman dan warga sekitarnya, mengikuti kegiatan Capacity Building bertajuk ‘Pasarku Tempat Ibadahku’, pada Minggu (14/9). Pertemuan yang berlangsung di SD Muhammadiyah Demangan – Yogyakarta ini, merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian Program […]

  • Milad ke-109 Aisyiyah: Menanam Pohon, Menanam Harapan untuk Masa Depan Bumi

    Milad ke-109 Aisyiyah: Menanam Pohon, Menanam Harapan untuk Masa Depan Bumi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, Aisyiyah memilih merayakan Milad ke-109 dengan cara yang berbeda. Tidak hanya melalui refleksi organisasi, tetapi juga dengan menghadirkan aksi nyata yang menghubungkan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran program “1.000 Cahaya Aisyiyah” dan dukungan terhadap gerakan Sekolah […]

  • Rayakan Hari Anak Nasional, KKN 3 UMSura Ajak 70 Anak Kedungsoko Adu Kreativitas dan Ketangkasan

    Rayakan Hari Anak Nasional, KKN 3 UMSura Ajak 70 Anak Kedungsoko Adu Kreativitas dan Ketangkasan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NGANJUK — Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada Jumat (24/7) dirayakan dengan penuh sukacita oleh anak-anak Desa Kedungsoko pada Minggu (26/7). Kegiatan yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura) Kelompok 3 tersebut menjadi ruang bermain, berkreasi, sekaligus mempererat interaksi antaranak di desa. Pemilihan hari Minggu dilakukan agar kegiatan tidak […]

  • PCIM Maroko dan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Bahas Penguatan Kader Ulama

    PCIM Maroko dan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Bahas Penguatan Kader Ulama

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Penguatan kader tarjih menjadi salah satu agenda penting dalam menyiapkan generasi ulama Muhammadiyah yang mampu menjawab persoalan keislaman kontemporer. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko bersama Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah membahas pengembangan kaderisasi tersebut dalam pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Ketua PCIM Maroko, M. Faisal […]

  • LDK PWM Jawa Tengah Hadirkan Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf

    LDK PWM Jawa Tengah Hadirkan Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan bagi para mualaf di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membentuk Muhammadiyah Mualaf Learning Center (MLC), dengan pendekatan berbasis keagamaan yang penuh syukur, ketenangan, dan kebahagiaan. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Amil Zakat, […]

  • Survei PSKP UAD: 5 Program Prioritas Prabowo-Gibran yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

    Survei PSKP UAD: 5 Program Prioritas Prabowo-Gibran yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle PSKP UAD
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA — Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membeberkan temuan evaluatif terkait persepsi kebermanfaatan kebijakan pemerintah dalam laporan riset nasional bertajuk “Nilai Rapor Dua Tahun Kebijakan Prabowo–Gibran di Mata Mahasiswa” (19/10/2026). Seperti apa yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif, Hilma Fanniar Rohman yang menyatakan, “Laporan ini menghimpun pandangan 828 mahasiswa dari 32 […]

expand_less