BeritaInspirasiJateng

Mahasiswa UMS Kenalkan Budaya Batik Nusantara kepada Anak Sanggar Bimbingan di Malaysia

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam program KKN Internasional: Mangunsari Goes Abroad kembali melaksanakan program kerja edukatif di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia, Selasa (12/5). Melalui praktik membatik sederhana, mahasiswa UMS memperkenalkan budaya batik Nusantara kepada anak-anak usia 6 hingga 12 tahun.

Kegiatan yang berlangsung di Sanggar Bimbingan Kampung Melayu Sungai Buloh tersebut diikuti oleh 25 anak. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi lima kelompok kecil guna memudahkan proses pendampingan dan pembelajaran secara interaktif.

Mahasiswa UMS, Irfan Malik Tamroini, Muhamad Royan, dan Rizky Taufikurahman mendampingi langsung setiap kelompok dalam memahami teknik dasar pewarnaan batik yang telah disiapkan sebelumnya.

“Program praktik membatik ini juga mendapat dukungan dari Artik.Idn yang menyediakan berbagai perlengkapan dan alat membatik untuk menunjang kegiatan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman membatik yang lebih optimal bagi anak-anak peserta,” ungkapnya, Selasa (19/5).

Pemaparan membatik oleh mahasiswa UMS

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan budaya yang disampaikan oleh Irfan Malik Tamroini. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejarah batik khas Solo sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan diwariskan secara turun-temurun.

“Batik Solo memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dari budaya Jawa dan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin adik-adik mengenal bahwa membatik adalah seni yang penuh makna sekaligus warisan yang harus dijaga,” ujar Irfan Malik Tamroini saat memberikan penjelasan kepada peserta.

Setelah sesi materi, Irfan mendemonstrasikan secara langsung cara mewarnai pola batik menggunakan teknik sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Demonstrasi tersebut disambut antusias oleh peserta yang tampak bersemangat mengikuti setiap arahan.

Anak-anak kemudian mulai mewarnai pola batik masing-masing dengan kreativitas dan pilihan warna mereka sendiri. Muhamad Royan dan Rizky Taufikurahman turut aktif mendampingi peserta selama proses berlangsung, mulai dari membantu teknik pewarnaan hingga memberikan motivasi agar anak-anak percaya diri dalam berkarya.

Selain mengenalkan budaya Nusantara, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kesabaran, dan rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia sejak dini.

Pengelola Sanggar Bimbingan, Cikgu Yayak, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, praktik membatik menjadi pengalaman baru yang bermanfaat bagi anak-anak di Sanggar Bimbingan.

“Kami sangat senang dengan program ini karena anak-anak tidak hanya belajar mewarnai, tetapi juga mengenal budaya Indonesia yang kaya. Program seperti ini sangat positif karena membangun kreativitas sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya,” ungkap Cikgu Yayak.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa UMS serta dukungan dari Art Batik membawa warna baru dalam proses pembelajaran di Sanggar Bimbingan, khususnya melalui kegiatan berbasis budaya dan pendidikan kreatif.

Program praktik membatik ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa UMS dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada generasi muda di luar negeri. Selain meningkatkan wawasan budaya, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa KKN dengan anak-anak binaan Sanggar Bimbingan.

Melalui program ini, delegasi UMS berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman menyenangkan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga budaya bangsa. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme, serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Dengan pendekatan edukatif yang kreatif, lanjutnya, mahasiswa UMS terus menghadirkan program-program inspiratif selama pelaksanaan KKN Internasional di Malaysia. Praktik membatik ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui pelestarian budaya, pendidikan, dan kreativitas secara bersamaan di tingkat internasional. (Maysali/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button