Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Mengenal sang Penulis dan Mengintip Isi Buku Pendidikan Kaum Tertindas

Mengenal sang Penulis dan Mengintip Isi Buku Pendidikan Kaum Tertindas

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
  • visibility 642
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Lisa Salsabila

Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Belanda, penjajahan ini  berdampak pada komponen yang sangat vital yaitu pola pikir masyarakat. Memang betul kemerdekaan sudah kita raih, akan tetapi efek penjajahan itu masih mengendap dalam kehidupan kita sehari-hari, di mana masyarakat sudah terbiasa dengan mental terjajah. Oleh karena itu, sistem pendidikan Indonesia banyak menggunakan referensi dari buku pendidikan kaum tertindas oleh Paulo Freire. Kali ini saya akan merefleksikan buku Paulo Freire dalam kegaiatan saya selama berkuliah sarjana di Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam bab prawacana saya disuguhkan dengan cerita singkat tentang kehidupan Paulo Freire, dimana hal tersebut yang menjadi salah satu faktor penting bagi karir Paulo dalam menghasilkan karya tulis yang banyak dikenal oleh hampir seluruh masyarakat. Menurut saya masa kecil nya adalah masa paling kritis karena seperti yang diketahui saat usia nya masih menginjak anak-anak, Paulo Freire memiliki kesadaran diri yang sangat tinggi, dan sudah dapat menyadari lingkungan sekitar, salah satunya adalah ketika Paulo mengalami kelaparan, Paulo sudah memiliki visi misi mulia yaitu membebaskan kelaparan di masa yang akan datang sehingga anak-anak lain tidak ikut merasakan kesengsaraan yang dialaminya waktu kecil. Dalam bab prawacana ini juga disebutkan bagaimana Paulo mendeskripsikan ide-idenya yang Ia tuliskan dalam bukunya. Pada satu hal saya sempat merasa teringat akan sesuatu yang pernah terjadi di sekitar saya, yaitu teori ‘konsientisasi’ yang berarti ketika kita sadar diri akan sesuatu, maka hal tersebut harus dilandasi dengan aksi nyata, tidak hanya sekedar refleksi. Ini berlaku ketika saya menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang ini, saya sadar akan diri saya harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, dan hal tersebut harus saya tunjukkan aksinya dengan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, menghadiri jam perkuliahan dengan tepat waktu, mengerjakan tugas, dan lain-lain, tidak hanya sekedar merefleksikannya di dalam diri.

Kemudian masa dewasa awal Paulo Freire juga mengalami banyak naik turun, mulai dari berhasil menarik kaum tuna aksara untuk membaca, dan hal itu dilakukan tidak lebih dari 45 hari, kemudian beliau juga sempat mendekam di penjara karena dituduh menjalankan kegiatan subversif. Dan dari pengalaman-pengalaman itulah yang memberikan Ia kesadaran dan pikiran kritis terhadap sekitarnya. Hal yang bisa saya ambil dari kisah-kisah Paulo adalah, jangan pernah berhenti melakukan sesuatu yang sudah kamu mulai hanya karena ada satu halangan. Karena di depan banyak hal misterius yang belum terungkap, jadi tetaplah berusaha. Meskipun Paulo banyak menghasilkan karya-karya yang luar biasa, Ia tidak begitu saja menjadi sombong atau menganggap dirinya lah yang paling baik. Hal itu terlihat ketika Ia akan meninggal, Paulo sempat berkata bahwa Ia akan senang jika suatu saat nanti akan ada orang yang dapat menyelesaikan masalah yang dirinya tidak dapat memecahkannya. Menandakan bahwa Paulo adalah orang yang rendah diri. Itu adalah salah satu hal yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, karena dalam agama islam pun kita diperintahkan untuk bersikap rendah diri. Dalam seketika saya teringat akan cerita tentang Nabi Adam dan Iblis yang dikeluarkan dari surga karena merasa dirinya lebih hebat dari Nabi Adam.

Dalam bab prawacana ini juga ditulisakan secara singkat tentang isi dari tiap bab dalam buku “Pendidikan Kaum Tertindas”. Bab 1 menjelaskan tentang humanisasi, yang menurut saya hal ini benar-benar topik yang menarik untuk dibahas, tidak terpikirkan sebelumnya bahwa humanisasi dapat membalikkan arah para kaum tertindah menjadi penindas. Dan memang sesuai apa yang sedikit saya ketahui hal ini di semester 1, yaitu rata-rata penindas adalah mantan kaum tertindas. Akan tetapi bagaimanapun juga hal tersebut tidaklah benar. Oleh sebab itu saya sangat kagum karena Paulo menuliskan buku ini untuk dijadikan panduan kepada kaum tertindas agar tidak menjadikan mereka sebaliknya.

‘Sistem bank’ sempat disinggung dalam bab prawacana, dimana dalam proses belajar mengajar murid hanya dianggap sebagai objek, sehingga tidak terjadi komunikasi antara guru dan murid. Beruntungnya di Universitas Muhammadiyah Malang ini para dosen tidak ada yang menerapkan sistem ini, semua dosen sangat aktif dalam memancing proses berpikir kritis para mahasiswanya. Kemudian kembali kepada Paulo yang menolak dengan tegas sistem ini, akhirnya beliau menciptakan suatu sistem sendiri yaitu ‘pendidikan hadap masalah’ di mana murid belajar dari guru dan guru belajar dari murid. Hal ini pernah terjadi di salah satu mata kuliah saya, ketika proses mengajar dosen sedikit kesusahan menjelaskan materi, lalu dosen tersebut bertanya apakah ada mahasiswa yang paham. Salah satu teman saya mengajukan diri untuk menjelaskan materi tersebut. Dosen tersebut tidak malu untuk belajar kepada mahasiswa sehingga terjadilah hubungan timbal balik yang positif di dalam kelas saya.

Masuk ke dalam pendahuluan, hal yang paling penting dalam bab ini adalah “takut kebebasan”. Di sini dijelaskan bahwa beberapa orang memiliki kesadaran kritis, akan tetapi mereka takut untuk mengungkapkannya karena takut akan dianggap sebagai anarki. Memang benar adanya hal tersebut terjadi, bahkan saya pun sering mengalaminya. Entah takut akan dianggap aneh orang lain karena pemikiran saya, atau memang lebih baik dipendam saja. Lagi pula tidak semua orang peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Disebutkan juga dalam buku ini, beberapa orang yang dulunya takut akan kebebebasan akhirnya berani menunjukkan keberaniannya, karena sudah mencapai pada titik di mana orang tersebut ingin mendapatkan kebebebasan.

Masuk dalam teori “Sektarianisme”, “Radikalisasi”, dengan berat hati saya cukup sulit memahami materi yang dipaparkan oleh Paulo kali ini. Sedikit yang bisa saya tangkap adalah kaum sektar masih banyak mempercayai atau fanatis dengan mitos-mitos yang telah dibangun sejak dulu. Sedangkan kaum radikal menggunakan pikiran kritis mereka, sehingga bisa dikatakan mereka cukup kreatif. Akan tetapi makna “radikal” sendiri saat ini mempunyai arti yang kurang baik menurut saya, dan mengapa Paulo mengklaim bahwa dirinya termasuk kaum radikal. Berpikir kritis memang sangatlah penting, apalagi untuk menemukan sesuatu yang baru atau yang belum pernah ada di sekitar masyarakat. Tapi apakah berpikir kritis itu selalu dianggap radikal? Tidak pernah terpikirkan di benak saya sebelumnya. Mungkin bisa jadi jika pikiran kritis kita terlalu berlebihan, atau menimbulkan suatu kerugian bisa disebut kerugian. Paulo begitu pintar memilih kata-kata yang dapat memuat saya tidak bisa berhenti membaca, memang bahasa yang digunakan agak sedikit di atas level yang biasa saya baca. Akan tetapi, saya memiliki rasa ingin tahu lebih dalam bagaimana buku ini akan memberikan penjelasan atau panduan kepada kaum tertindas.

Hal yang tidak kalah penting selanjutnya adalah dialog. Untuk mencapai hubungan timbal balik antara pendidik dan pembelajar, maka komponen inilah yang paling penting. Dialog yang efektif adalah ketika kedua belah pihak saling memberikan pemikirannya dan saling menghargai pendapat pihak lain. Tidak dipungkiri bahwa beberapa pembelajar masih takut untuk menyampaikan apa yang ingin dikatakan, karena seperti yang diketahui bahwa Indonesia masih berada di bawah mental penjajahan. Semoga dengan membaca buku ini, para pembaca bisa membuka pandangan baru dan sadar bahwa kita harus terbebas dari status “Terjajah”.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SELENGGARAKAN TANWIR, DPP IMM SAMPAIKAN DELAPAN POKOK PEMIKIRAN KEBANGSAAN

    SELENGGARAKAN TANWIR, DPP IMM SAMPAIKAN DELAPAN POKOK PEMIKIRAN KEBANGSAAN

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, MALANG — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menutup rangkaian Sidang Tanwir XXXIII di Malang, Jawa Timur, pada Kamis (30/10/2025). Dalam sidang tersebut, DPP IMM menyampaikan delapan pokok pemikiran sebagai bentuk refleksi dan respons atas dinamika kebangsaan serta keummatan saat ini. Sekretaris Jenderal DPP IMM, M. Zaki Mubarak, menyampaikan bahwa delapan […]

  • UMS Kembali Tegaskan Sebagai Kampus Yang Inklusif dalam Masta PMB Batch 2

    UMS Kembali Tegaskan Sebagai Kampus Yang Inklusif dalam Masta PMB Batch 2

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini tercermin melalui Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Batch ke-2 tahun 2025 yang mencapai 1.340 mahasiswa dengan latar belakang yang sangat beragam, termasuk mahasiswa asing dan mahasiswa Non-Muslim. Rektor UMS Prof. Dr. […]

  • PDA Lebong Gelar Musypimda I: Perkuat Peran Perempuan Berkemajuan Menuju Lebong Berkeadilan

    PDA Lebong Gelar Musypimda I: Perkuat Peran Perempuan Berkemajuan Menuju Lebong Berkeadilan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Lebong menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I ‘Aisyiyah Lebong yang bertempat di TK ABA 1 Muara Aman, Ahad (25/10/2025) bertepatan dengan 04 Jumadil Awal 1447 H. Ketua panitia, Nurhayani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musypimda kali ini mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Lebong Berkeadilan.” Kegiatan ini diikuti […]

  • Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    Silaturahim Bersama Lazismu dan Karyawan AUM Kutai Kartanegara

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Lazismu Kutai Kartanegara Mengadakan Silahturahim bersama Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Se- Kecamatan Tenggarong dalam rangka Syawalan yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2020, kegiatan ini dihadiri oleh  PDM Kutai Kartanegara, Kepala TK ABA 1-3, Kepala SD SMP SMA Muhammadiyah beserta para guru. Dengan adanya kegiatan ini Lazismu Kutai Kartanegara tetap memperhatikan […]

  • Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah di halaman Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat pagi, (6/6). Sejak sebelum matahari terbit, ribuan jemaah mulai berdatangan. Mulai dari mahasiswa dan mahasiswi UMS, civitas academica, warga sekitar kampus, hingga mahasiswa asing dari berbagai negara. Momentum penuh makna ini menjadi […]

  • Dracula Casino aus Sicht der Spieler: Ein umfassender Bericht

    Dracula Casino aus Sicht der Spieler: Ein umfassender Bericht

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Das dracula casino hat sich in der Online-Spielbranche als eine interessante Plattform etabliert, die sowohl neue als auch erfahrene Spieler anzieht. Dieser Bericht gibt einen umfassenden Überblick über die Spielerfahrungen auf dieser Plattform und beleuchtet die wichtigsten Aspekte, die das Dracula Casino von anderen Anbietern unterscheiden. Vielfalt des Spielangebots Das Casino legt großen Wert auf […]

expand_less