Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Meniti Kembali Spirit Moderasi IMM dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan

Meniti Kembali Spirit Moderasi IMM dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Tio Muhammad Bahauddin (Ketua Bidang Organisasi PC IMM AR Fachruddin Kota Yogyakarta)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan suatu gerakan mahasiswa yang berfungsi sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna Persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian jika kita melihat apa yang termaktub dalam 6 Penegasan IMM pada ayat 2 dan 3 yang berbunyi, “Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM” serta “Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah”. Muhammadiyah menaruh cita cita dan harapan besar pada kader-kader IMM untuk selalu menghidupkan api peradaban kemajuan Islam secara universal.

Spirit Moderasi yang dianut Muhammadiyah juga seharusnya dapat menjadi nafas pergerakan IMM yang memahami konsep moderat meliputi tiga dimensi, di antaranya: pertama, wasatha itu berarti sesuatu yang sangat baik yang karena itu seringkali disamakan dengan khair. Imam Al-Qurthubi menyamakan wasatha dengan oase di tengah gurun; kedua, wasatha yang berkaitan dengan sikap, tidak ekstrem dan tidak pula berlebih-lebihan baik dalam ibadah ataupun dalam hal muamalah; ketiga, berperilaku sesuai dengan ilmu dan hukum sehingga seringkali wasath itu adalah sikap adil yang menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Peranan yang harus disegerakan dan diperkuat IMM untuk membangkitkan spirit moderasi tersebut sebagai jembatan sosial dalam membangun persatuan dan kesatuan. Setelah kita sadari dengan apa yang sudah menjadi ideologi IMM tersebut sudah selayaknya IMM mampu menjadi patron dalam membangun peradaban yang lebih inklusif dan berkemajuan.

Tiga Pilar Spirit Moderasi IMM

Moderasi Ke IMM an diperlukan sebagai strategi kebudayaan yang perlu kita gaungkan kembali dalam merawat ikatan, diskursus wasathiyah atau moderasi sering dijabarkan melalui tiga pilar, yakni: moderasi pemikiran, moderasi gerakan, dan moderasi perbuatan.

Terkait pilar yang pertama, pemikiran keagamaan yang moderat, antara lain, ditandai dengan kemampuan untuk memadukan antara teks dan konteks, yaitu pemikiran keagamaan yang tidak semata-mata bertumpu pada teks-teks keagamaan dan memaksakan penundukan realitas dan konteks baru pada teks, tetapi mampu mendialogkan keduanya secara dinamis, sehingga pemikiran keagamaan seorang yang moderat tidak semata tekstual, akan tetapi pada saat yang sama juga tidak akan terlalu bebas dan mengabaikan teks.

Pilar kedua adalah moderasi dalam bentuk gerakan. Dalam hal ini, gerakan dakwah, yang bertujuan untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhkan diri dari kemungkaran, harus didasarkan pada ajakan yang dilandasi dengan prinsip melakukan perbaikan, dan dengan cara yang baik pula, bukan sebaliknya, mencegah kemungkaran dengan cara melakukan kemungkaran baru berupa kekerasan.

Pilar ketiga adalah moderasi dalam tradisi dan praktik , yakni penguatan relasi antara IMM dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat. Kehadiran IMM tidak dihadapkan secara diametral dengan budaya, keduanya saling terbuka membangun dialog menghasilkan kebudayaan baru.

Refleksi Pemikiran Moderasi IMM

Mari bersama sama kita merefleksikan kembali dengan bagaimana apa yang terjadi hari ini, sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah apa yang menjadi tantangan hari ini bukan lagi masalah kekerasan dalam retorika, ancaman intelektual, killer-nya dosen dan sulitnya meraih nilai. Namun lebih dari itu kader hari ini sudah sepatutnya juga bertanggung jawab atas keadaan di negeri ini, mulai dari persoalan imoralitas para pejabat negeri dengan maraknya kasus korupsi, kolusi, nepotisme , pelanggaran sosial, kemanusiaan, dan masih banyak lagi kebijakan kebijakan yang tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat, kesejahteraan dan malah justru cenderung merusak nilai toleransi dan saling menghargai perbedaan.

Bagaimana bisa kita lihat begitu banyak masalah bagaikan tempat pembuangan sampah, belumlah sampah terurai dan menyatu dengan tanah namun sampah baru justru datang dengan jenis sampah baru yang beraneka ragam. Begitulah dapat saya analogikan bagaimana bangsa ini dengan begitu banyak masalah yang silih berganti mengalir dengan derasnya mulai dari masalah ekonomi, sosial, agama, pendidikan dan politik yang masih di pelihara hingga bau busuknya menghilang dengan sedirinya di telan masalah baru. Dengan mudahnya masyarakat dapat memprovokasi dan terprovokasi dengan isu isu suku, etnis, budaya dan agama layaknya seperti perdagangan dalam dunia politik bangsa ini. Seharusnya sebagai warga negara sudah semestinya berusaha untuk menjaga kebersamaan, saling gotong royong, tenggang rasa dan saling mengingatkan tidak mudah terbawa isu yang sedang hangat tanpa memvalidasinya terlebih dahulu .

Moderasi ditangan Kader IMM

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sudah seyogyanya dapat membawa nilai yang dapat memiliki kekuatan untuk mengimplementasikan, mensosialisasikan bahkan membagikan nilai nilai moderasi. Maka dengan modal kader yang memiliki nilai dengan Tri Kompetensi Dasar di balut dengan pemahaman Trilogi ini dapat menjadi bekal yang besar untuk menjalankan misi dari moderasi tersebut. Sehingga moderasi bagi IMM bagaikan jendela untuk dapat membuktikan bahwa kader IMM adalah seorang akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mewujudkan misi dan cita cita Muhammadiyah.

Tentunya bukan hal yang mudah melihat bagaimana dengan kondisi bangsa dan warga yang majemuk, maka sudah dipastikan akan banyak sekali menemui berbagai persoalan dan masalah dalam menjalankan titah moderasi tersebut. Oleh karenanya IMM harus segera bergerak dalam rangka memperkuat eksistensi sebagai organisasi yang menjadi tempat berkumpulnya kaum intelektual, yang senantiasa menjaga dan merawat perbedaan dengan siraman keilmuan, sehingga baik kata, perilaku, maupun perbuatan baik narasi ataupun tulisan mengandung nilai yang dititikberatkan pada kemaslahatan umat.

Moderasi dalam perspektif Intelektual dapat terealisasikan melalui pemikiran pemikiran kader IMM yang di tulis dan dibangun dengan sistematis berkemajuan sehingga mampu di ejawantahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pemikiran kader IMM tidak boleh berhenti hanya untuk menggerakkan atau membesarkan ikatan belaka, namun di peruntukkan untuk kemaslahatan umat, persyarikatan, bangsa dan negara, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan buah dari pemikiran kader IMM, mulai dari lingkaran diskusi, tulisan tulisan, juga mimbar mimbar akademis.

Moderasi dalam perspektif Humanis menjadikan kader tidak lagi melahirkan kekerasan ketika menjumpai perbedaan dalam menentukan pemimpin, tidak lagi dengan faksi senioritas ataupun legitimasi jalur perkaderan. Nilai humanis dalam moderasi sudah seharusnya dapat mewujudkan keadaban kader jauh dari tindakan kekerasan dan terus mengedepankan nilai nilai kemanusiaan serta mengutamakan nilai nilai dasar kehidupan, kemanusiaan serta menjadi diri yang siap mengabdi untuk umat dan bangsa.

Moderasi dalam perspektif Religius menjadikan kader IMM tidak lagi saling memfitnah, menyalahkan dan menghardik baik diri maupun maupun ajaran islam di tengah berkembangnya cara berpikir, cara pandang, sikap dan praktik dalam beragama yang justru menyebabkan jatuhnya martabat islam. Dengan moderasi tersebut sudah sepatutnya kader IMM mendapatkan pemahaman ajaran islam secara menyeluruh dan mendasar pada Al Quran dan Assunnah yang harus dibawa pada kehidupan di masyarakat dan menjadikannya nilai untuk menjaga kebersamaan dan toleransi.

Moderasi di tangan kader kader IMM dapat menjadi bukti maupun penyulut lentera baru dalam membuka tabir keterpurukan kehidupan warga masyarakat bangsa dalam banyak perbedaan tanpa memandang suku, ras dan agama. Moderasi bukan suatu program saja , namun in juga jalan dakwah sebagaimana apa yang sudah di perintahkan dalam Al Qur‘an, sehingga Moderasi IMM dapat terus di agungkan, di sosialisasikan hingga menjadi suatu lembaga besar di IMM untuk mewujudkan kebaikan di masyarakat dalam kehidupan berbangsa, bernegara yang adil makmur dan sejahtera.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MDMC Lampung Berikan Edukasi PRB Dalam Acara Mastama UM Metro 

    MDMC Lampung Berikan Edukasi PRB Dalam Acara Mastama UM Metro 

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 240
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Dalam rangka menyambut Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung giat melakukan edukasi PRB. MDMC Wilayah Lampung diundang dan diberikan kesempatan dalam memberikan edukasi mengenai pengurangan risiko bencana dalam acara Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) tahun […]

  • PPK Ormawa HMP PTI UMS Perkuat Kolaborasi dengan Perangkat Desa Seboto melalui Aksi Sosial

    PPK Ormawa HMP PTI UMS Perkuat Kolaborasi dengan Perangkat Desa Seboto melalui Aksi Sosial

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut serta dalam kegiatan pembagian beras Bulog kepada masyarakat Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Seboto tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan PPK Ormawa […]

  • SUMU Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN dan Terapkan Kebijakan Afirmatif untuk Dukung UMKM

    SUMU Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN dan Terapkan Kebijakan Afirmatif untuk Dukung UMKM

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 225
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada tahun depan menuai kritik dari Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Kebijakan ini berpotensi menambah beban bagi kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekretaris Jenderal SUMU Ghufron Mustaqim meminta agar rencana kebijakan yang efektif mulai tahun 2025 itu dibatalkan. Bila […]

  • Tim RisetMu UMS Edukasi Ketahanan Pangan bagi ‘Petani Cilik’ melalui AgroSchooling

    Tim RisetMu UMS Edukasi Ketahanan Pangan bagi ‘Petani Cilik’ melalui AgroSchooling

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana berbeda terlihat di TK Aisyiyah Banyudono, Boyolali. Puluhan anak-anak tampak asyik bermain tanah dan bibit tanaman. Rupanya, mereka sedang mengikuti program AgroSchooling yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat RisetMu dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Program yang dipimpin oleh Dinda Safitri Ramadhani, S.T., M.Eng., ini hadir untuk mengenalkan “Literasi Hijau” atau […]

  • Physiotherapy Festival 2025 Warnai UMS dengan Lomba, Bazar, dan Malam Puncak

    Physiotherapy Festival 2025 Warnai UMS dengan Lomba, Bazar, dan Malam Puncak

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)menggelar Physiotherapy Festival 2025 dalam rangka memperingati World Physiotherapy Day ke-74. Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan ini diselenggarakan dengan berbagai acara menarik yang melibatkan mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum. Festival dibuka dengan lomba Poster dan Foto Kreatif tingkat […]

  • 7.000 Jamaah Meriahkan Apel Akbar Milad Muhammadiyah ke-112 di Purworejo

    7.000 Jamaah Meriahkan Apel Akbar Milad Muhammadiyah ke-112 di Purworejo

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purworejo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo menggelar Apel Akbar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-112 pada Senin (18/11/2024) di Alun-alun Kabupaten Purworejo. Acara yang dihadiri oleh sekitar 7.000 jamaah ini melibatkan berbagai komponen Muhammadiyah, mulai dari pimpinan cabang, ranting, amal usaha, hingga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan masyarakat setempat. Ketua PDM […]

expand_less