Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Musuh atau Sahabat? Menemukan Titik Temu Agama dan Lingkungan

Musuh atau Sahabat? Menemukan Titik Temu Agama dan Lingkungan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena melalui program HATIPENA menggelar diskusi daring bertajuk “Agama: Musuh atau Sahabat Lingkungan” pada Kamis, 4 September 2025, secara daring. Diskusi edisi ke 172 ini, menghadirkan Hening Parlan, aktivis lintas iman yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah.

Dalam paparannya, Hening menekankan bahwa krisis iklim bukan semata persoalan ekologis, tetapi juga persoalan moral dan spiritual. Sejak awal 1900-an hingga kini, suhu bumi telah meningkat dengan sangat cepat, “Al-Qur’an mengingatkan bahwa kerusakan di muka bumi terjadi akibat ulah manusia. Namun bukan seluruh manusia, melainkan sebagian yang berperilaku merusak. Agama hadir untuk menuntun kita agar kembali menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan,” tegasnya.

Menurut Hening yang kini juga aktif sebagai Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia, wajah agama bisa berbeda-beda. Agama bisa menjadi musuh ketika ajarannya disalahpahami atau dimanipulasi demi kepentingan politik dan ekonomi. Sebaliknya, agama bisa menjadi sahabat ketika ditafsirkan secara kontekstual, progresif, dan berpihak pada keberlanjutan hidup.

“Kuncinya ada pada ekoteologi—sebuah tafsir dan teologi yang menempatkan alam sebagai bagian integral dari iman. Merusak bumi sama artinya merusak ciptaan Tuhan. Dengan pendekatan ini, agama bisa menjadi sumber inspirasi spiritual, moral, sekaligus sosial bagi gerakan lingkungan,” ujarnya.

Hening mencontohkan sejumlah inisiatif berbasis iman: Laudato Si dalam Gereja Katolik, eco churches di kalangan Kristen, hingga Green al-Ma’un di Muhammadiyah. Bahkan, melalui Eco Bhinneka Muhammadiyah, ia bersama para mitra lintas iman berupaya menumbuhkan kolaborasi menyelamatkan bumi.

“Urusan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu agama saja. Dalam program Sedekah Energi yang kami laksanakan di Sukabumi, misalnya, penyumbang pertama justru berasal dari saudara kita umat Buddha untuk sekolah Muhammadiyah. Jika kita saling mendukung, semua akan lebih baik,” jelasnya.

“Untuk menjadikan agama benar-benar sahabat lingkungan, ada empat hal yang perlu kita lakukan,” ujar Hening. “Pertama, melakukan reinterpretasi teks agama agar pesan pro-lingkungan lebih kuat dalam khutbah dan pendidikan. Kedua, memperkuat gerakan advokasi lingkungan di lembaga agama. Ketiga, memperluas kolaborasi lintas iman karena krisis ini masalah global. Dan keempat, membangun eco-jihad, yakni jihad ekologi yang bisa dilakukan secara lintas agama demi menjaga bumi bersama,” pungkas Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah ini.

Kontributor: Farah

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMU Surabaya Gelar Company Visit ke Finest Garment

    SUMU Surabaya Gelar Company Visit ke Finest Garment

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Koordinator Daerah (Korda) Surabaya menggelar kunjungan perusahaan (company visit) ke Finest Garment yang berlokasi di Jalan Gembong Gang 5 Nomor 6, Kapasan, Surabaya, pada Sabtu (23/8/25). Rombongan SUMU Surabaya yang dipimpin oleh Korda, Slamet Raharjo, diterima langsung oleh Direktur Finest Garment, Firdaus Nurfauzan. Slamet, yang juga merupakan pemilik […]

  • Cegah Penyakit Tidak Menular, UMS Dampingi ‘Aisyiyah Kartasura melalui Skrining dan Edukasi Gizi

    Cegah Penyakit Tidak Menular, UMS Dampingi ‘Aisyiyah Kartasura melalui Skrining dan Edukasi Gizi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, gangguan kolesterol, dan hiperurisemia semakin menjadi perhatian masyarakat. Upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemantauan status gizi, serta penerapan pola makan yang sehat dan seimbang. Kepedulian tersebut mendorong Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) […]

  • UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar jumpa pers pengenalan calon guru besar di Dapur Solo, Rabu (18/6), sehari menjelang agenda pengukuhan resmi. Acara ini menjadi ruang bagi kedua akademisi untuk memperkenalkan diri, membagikan perjalanan keilmuannya, dan menyampaikan gagasan besar yang mereka usung dalam bidang masing-masing. Keduanya adalah Prof. Dr. Eny Purwandari, S.Psi., yang […]

  • Mendobrak Kebodohan dengan Literasi

    Mendobrak Kebodohan dengan Literasi

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 369
    • 5Komentar

    Oleh : Dwi Kurniadi, Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah organisasi otonom dibawah persyarikatan Muhammadiyah. IMM adalah organisasi yang bergerak di ranah mahasiswa, IMM menjadi tangan Panjang dakwah Muhammadiyah di ruang-ruang kampus. Adalah sebuah kesistimewaan tersendiri bagi IMM yang Dimana diruang-ruang kampus yang suasana intelektulitas sangat kental sehingga Muhammadiyah […]

  • UMS Resmi Buka Program Magister Ilmu Komunikasi, Perkuat Pengembangan Keilmuan

    UMS Resmi Buka Program Magister Ilmu Komunikasi, Perkuat Pengembangan Keilmuan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang Magister (S2). Izin pembukaan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 383/B/O/2026. Terbitnya izin ini menjadi langkah penting bagi FKI UMS dalam memperkuat peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif […]

  • Mahasiswa Teknik Kimia UMS Jadi Delegasi di Forum Internasional, Serap Ilmu Peremajaan Kelapa Sawit

    Mahasiswa Teknik Kimia UMS Jadi Delegasi di Forum Internasional, Serap Ilmu Peremajaan Kelapa Sawit

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Johor Bahru – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi delegasi di forum internasional untuk menyerap ilmu dan menularkannya saat kembali ke kampus dan masyarakat. Forum tersebut adalah forum International Smallholders Workshop (ISW) 2025 yang diselenggarakan oleh Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Johor Bahru, Malaysia, 2 – 3 Mei 2025. Delegasi peserta […]

expand_less