Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026, Kaji Tren AI untuk Kesehatan Ibu

Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026, Kaji Tren AI untuk Kesehatan Ibu

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Adam Fauzi Akbar, M.Biomed. Ia berhasil meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The 4th Indonesia Scientific Meeting in Obstetric Anesthesia and Critical Care (ISMOAC) 2026 yang berlangsung pada 10-13 Mei 2026 di Surakarta.

ISMOAC merupakan forum ilmiah tahunan yang mempertemukan para dokter spesialis anestesi dengan fokus keilmuan anestesi obstetri dan perawatan kritis pada kehamilan. Kegiatan tersebut mencakup berbagai agenda akademik, mulai dari simposium, workshop, hingga kompetisi ilmiah.

Dalam kompetisi tersebut, Adam mengikuti kategori poster ilmiah dan berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya. Setelah melalui proses seleksi ketat, karyanya terpilih sebagai salah satu finalis terbaik dan memperoleh kesempatan untuk dipresentasikan di hadapan peserta kongres yang terdiri atas dokter spesialis, akademisi, dan guru besar.

“Awalnya peserta yang mengikuti kategori ini sekitar dua puluhan. Setelah seleksi, tersisa beberapa finalis yang kemudian melakukan presentasi. Dari situ dipilih satu karya terbaik untuk dipresentasikan di depan kongres,” jelas Adam, Senin, (8/6).

Penelitian yang diangkatnya berjudul Artificial Intelligence in Obstetric Critical Care: A Global Bibliometric Study of Research Trends. Studi tersebut menyoroti perkembangan penelitian kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam bidang perawatan intensif obstetri secara global.

Menggunakan metode bibliometrik, Adam memanfaatkan data publikasi dari basis data Scopus yang tersedia melalui fasilitas langganan UMS. Data penelitian yang terkumpul kemudian divisualisasikan menggunakan perangkat lunak bibliometrik untuk memetakan tren, kolaborasi, serta fokus penelitian AI dalam kesehatan ibu.

“Awalnya terdapat sekitar 3.000 publikasi yang kami identifikasi, kemudian setelah proses penyaringan menjadi sekitar 2.100 artikel yang dianalisis lebih lanjut,” ungkapnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren pemanfaatan AI dalam bidang obstetric critical care mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2005 dan terus berkembang hingga mencapai puncaknya pada 2025. Bahkan, tren tersebut diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Adam menjelaskan bahwa penelitian AI di bidang kesehatan ibu saat ini banyak difokuskan pada penanganan preeklamsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang berpotensi berkembang menjadi eklamsia dan menyebabkan komplikasi serius.

Dari hasil pemetaan bibliometrik yang dilakukan, preeklamsia menjadi topik yang paling dominan dibandingkan dua penyebab utama kematian ibu lainnya, yaitu perdarahan pascapersalinan dan sepsis.

“AI banyak digunakan untuk memprediksi risiko dan luaran kesehatan pada kasus preeklamsia. Data yang dianalisis meliputi usia ibu, usia kehamilan, tekanan darah, hasil laboratorium, proteinuria, hingga kemungkinan komplikasi dan lama perawatan,” terangnya.

Penelitiannya juga mengungkap bahwa perkembangan AI di bidang obstetric critical care masih didominasi negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Inggris. Meski demikian, Indonesia mulai menunjukkan kontribusi yang menjanjikan dengan tercatat memiliki sekitar 45 publikasi pada bidang tersebut.

Menurut Adam, tantangan terbesar pengembangan AI di bidang kesehatan di Indonesia bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga ekosistem riset yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah negara dalam mengembangkan AI melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendanaan, industri teknologi, dan tenaga kesehatan.

“Ke depan, pengembangan AI tidak bisa dilakukan sendiri oleh akademisi atau klinisi. Dibutuhkan kolaborasi multisektor antara universitas, industri, pemerintah, dan lembaga pendanaan agar inovasi yang dihasilkan dapat berkembang dan diterapkan secara nyata,” ujarnya.

Adam berharap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu berperan sebagai pengembang dan inovator di bidang tersebut. Menurutnya, langkah awal dapat dimulai dari penguatan budaya penelitian di kalangan klinisi melalui pengumpulan dan pengelolaan data kesehatan yang berkualitas.

“Harapannya, klinisi di Indonesia juga menjadi peneliti. Dengan data yang kuat dan kolaborasi yang baik, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga menjadi developer dan pengembang teknologi AI di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Terima Penghargaan Satria Education Award 2024 Kategori Kampus Moderasi Beragama

    UMS Terima Penghargaan Satria Education Award 2024 Kategori Kampus Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai kampus ‘Mencerahkan, Unggul, Mendunia” mendapatkan penghargaan Satria Education Award 2024 kategori Kampus Moderasi Beragama yang diterima secara langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Jumat malam (6/10) di Hotel Tentrem Semarang. Penghargaan ini diberikan oleh Suara Merdeka sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen UMS dalam menerapkan […]

  • The Ozwin Casino Ecosystem: What It Offers Gamers

    The Ozwin Casino Ecosystem: What It Offers Gamers

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    The Ozwin Casino is rapidly making its mark in the iGaming industry with a robust ecosystem designed specifically for gamers. Its rich offerings, combined with a user-friendly interface, make it a captivating choice for both new and seasoned players alike. This article delves into the core aspects of the Ozwin Casino ecosystem, highlighting what it […]

  • Pondok Shabran UMS Sukses Selenggarakan Shabran English Course

    Pondok Shabran UMS Sukses Selenggarakan Shabran English Course

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Shabran English Course (SEC) sebagai program peningkatan keterampilan berbahasa Inggris bagi mahasantri. Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai Senin (19/1/2026) hingga Rabu (28/1/2026). Shabran English Course dirancang untuk membekali mahasantri dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris, mencakup penguasaan kosakata, tata bahasa, serta […]

  • Azur Slot Casino: Spielauswahl und Vielfalt im Fokus

    Azur Slot Casino: Spielauswahl und Vielfalt im Fokus

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Das azurslot casino hebt sich in der Welt der Online-Casinos durch eine umfassende Spielauswahl und eine Vielzahl an Anreizen hervor. Diese Plattform richtet sich sowohl an neue als auch an erfahrene Spieler, die ein aufregendes und sicheres Spielerlebnis suchen. Hier wird ein großer Fokus auf die Qualität und Diversität der Spiele gelegt, was sie zu […]

  • Perdalam Tafsir Kontekstual Muhammadiyah, Pondok Shabran UMS Gelar Bedah Buku Tafsir At-Tanwir

    Perdalam Tafsir Kontekstual Muhammadiyah, Pondok Shabran UMS Gelar Bedah Buku Tafsir At-Tanwir

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum bertajuk “Tafsir At-Tanwir: Epistemologi, Metodologi, dan Relevansinya di Era Kontemporer” pada Minggu, (17/5) di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. sebagai pemateri utama. Acara dihadiri seluruh mahasantri dan para pembina Pondok […]

  • Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Oleh: Najib Maulana Alfikri Dengan melihat rentetan berita akhir-akhir ini, banyak dari kita telah menyaksikan teater tragedi yang diputar berulang-ulang. Jet tempur serta rudal selalu ada di langit malam dan warga sipil serta anak-anak tak berdosa menangis di atas puing-puing peradaban mereka sendiri. Di sisi lain, para pemimpin negara berbalut jas rapi sedang menandatangani kesepakatan […]

expand_less