Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Dari Memaknai Islam Hingga Nikmat ber-Islam

Dari Memaknai Islam Hingga Nikmat ber-Islam

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: A. Mumtaz Murtadha NB
Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS

Islam di Indonesia

Tentu semua orang di negara ini telah mengetahui apa itu islam? Apa lagi islam di Indonesia itu sendiri? Karena seperti yang telah dikenal bahwa Indonesia merupakan negara nomor satu yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tetapi biasanya sedikit sekali orang yang mengetahui makna Islam yang sebenarnya, karena itu biasanya judul ini sedikit sekali pula orang yang penasaran untuk membacanya. Sudah pasti sebabnya, karena masyarakat Indonesia sendiri tinggal di negara yang hampir setiap tempat sudah pasti ada orang Islam nya yaitu umat Muslim.

Kembali ke faktor sebelumnya, biasanya sedikit sekali orang yang mengetahui makna Islam yang sebenarnya, kenapa? Karena Islam itu sendiri tidaklah menjadi sebuah perioritas bagi setiap umat muslim yaitu sebagai tujuan dalam kehidupan nya, sebagai ilmu yang harus di perioritaskannya, sebagai solusi dari setiap masalahnya.

Maka dari itu islam tidaklah terbenak, tertanam sangat dalam bagi setiap individu umat muslim itu sendiri, karena mereka masih menjadikan islam hanyalah sebagai formalitas dalam beragama saja agar tidak dianggap komunis, hingga sebagai tren ahar tidak ketinggalan zaman atau bahkan untuk mendapatkan materi berbentuk uang ataupun perhatian dari orang-orang.

Sungguh islam yang seperti ini, bukanlah Islam yang sebenarnya, bukanlah ajaran Islam yg sesungguhnya. Islam yang sebenarnya dan sesungguhnya adalah islam yang dapat selalu dijadikan pedoman dalam kehidupan, apapun bentuk dan keadaannya.

Makna Islam(1): Tunduk dan Patuh

Bahkan kata dari Islam itu sendiri pun jika dalam makna bahasa, diambil dari kata aslama yuslimu islaaman yang mempunyai arti sifat yang Tunduk, Patuh. Orangnya disebut Muslim, yaitu jika orang yg telah berislam, maka orang itu harus Tunduk Patuh kepada ketentuan Allah SWT.

Jadi kalau kita telah menyatakan diri islam yaitu seorang muslim, tapi tidak tunduk tidak patuh kepada ketentuan Allah SWT, maka ada yang salah dalam keislaman nya, ada yang tidak tepat. Karena itu disaat Allah SWT menyebutkan tentang islam, Nabi menafsirkan tentang islam, maka disitulah berbentuk ujian-ujian kepatuhan kita kepada Allah SWT. Jadi kalau ada yang tidak mau patuh terhadap bentuk bentuk kepatuhan kepada Allah SWT, maka belum sempurna ke islaman nya.

Makna Islam(2): Kedamaian, Ketenangan, hingga Kenyamanan.

Arti islam menurut bahasa yang ke-2, yaitu islam dapat diartikan sesuatu yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, hingga kenyamanan. Jadi kalau ada muslim yang menyatakan dirinya beriman, berislam, tapi belum mendapatkan ketenangan, kedamaian hingga kenyamanan, maka belum sempurna keislamannya.

Lalu nanti ada kaitan nya dengan makna atau arti islam yang pertama, yaitu jika kita telah menyatakan diri ini islam, lalu tunduk dan patuh terhadap bentuk bentuk yang telah Nabi SAW ajarkan, maka akan menghadirkan kedamaian dalam urusan dunia, ketenangan dalam kegelisahan dunia, hingga kenyamanan dalam kepatuhan kepada Allah SWT dalam urusan dunia hingga urusan akhirat.

Jadi kalau kita belum bisa mendapatkan kedamaian, ketenangan, hingga kenyamanan,  maka kepatuhan kita kepada Allah SWT itulah yang kurang. Bukan karena kita umat Islam kurang hebat hingga untuk mencapai apa yang kita harapkan dalam urusan dunia. Bukan pula karena kita kurang tinggi usahanya didunia nyata, tapi karena kita kurang patuh, kurang tunduk kepada Allah SWT, kepada sang Pemilik Dunia itu sendiri, sang Pemilik Kehidupan, yang menghidupkan semua yg telah dihidupkan yaitu kita didunia saat ini. Yang mempunyai Rizeki kan Allah SWT, Yang mempunyai kemudahan juga Allah SWT, Yang punya ketenangan juga Allah SWT, agar kita tenang dalam mencapai nya.

Makna Islam(3): Ketentraman Berbahagia

Arti atau makna islam menurut bahasa yang ke-3, yaitu Islam bisa diambil dari kata Salam, yaitu ketentraman berbahagia tertinggi yang diraih, hingga jaminan kebahagiaan. Karena ada orang yang bahagia di dunia, tetapi sengsara dialam kubur, banyak contohnya, bahkan telah dipastikan keadaan nya, tidak perlu menunggu kita melihat nanti diakhirat, karena Nabi sendiri telah memberikan contoh yang biasa dikenal, yaitu Qorun, Fir’aun, mereka sangat bahagia di dunia, Qorun penuh dengan kekayaan didunia, tidak ada yang dapat menandingi kekayaan dimasanya, begitu pula Fir’aun yang penuh dengan martabat jabatan tertinggi nya, sangat hebat dalam bala tentaranya, tapi saat dialam kubur, Allah menyampaikan dalam Qur’an Surah ke-40 ayat ke-46-47 itu, yaitu inti Firman Allah SWT, Neraka yang ditampakkan dari pagi sampai petang, bayangkan disaat kita dialam kubur itu, tidak bisa bangun lagi, bangun nya saat dihari kiamat, maka selama dialam kubur itu ditampakkan neraka dari pagi sampai petang. Maka itulah orang yang jika bahagia di dunia dan sengsara dialam kuburnya.

Ada juga tipe yang kedua, selama didunia nya seakan-akan sengsara, fakir dia, tetapi selama akhiratnya bahagia. Maka kita pilih yang mana? Bahagia dunia sengsara akhirat atau sengsara dunia bahagia diakhirat? Tidak ada pilihan yang ketiga.

Nikmatnya Ber-Islam

Maka kita tidak ingin memilih diantara keduanya, karena kedua pilihan itu tidak diberikan oleh Allah SWT. Pilihannya didalam Al-Qur’an, hanya ada 1, yaitu di Qur’an surah ke-2 Al-Baqarah, ayat ke 201. Sangking pinginnya pilihan ini, bahkan kita pun pasti hafal doanya, bahkan orang kita Indonesia punya istilah doa itu sendiri yang jika didengar kepada orang Indonesia, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka”

  1. Al-Baqarah[2]:201

Apa nama doa itu? Ya doa sapu jagad, yang orang Arab sendiri pun tidak mengenali istilah nama doa tersebut.

Jadi capaian kebahagiaan ukurannya dalam Islam itu bukan cuman sekedar dunia, tapi alam kuburnya nikmat akhiratnya pun bahagia itulah Islam. Maka persoalannya, kita ke alam kubur aja belum, kemudian dunia juga belum bahagia, sementara itu kita mengaku muslim dengan  berIslam, apa yang salah dalam keislaman kita, sehingga kebahagiaan itu belum diraih?

Bahagia itu bisa relatif, sesuai dengan keadaan masing-masing, ada bahagia dengan kekuatan tenaga ketika bisa bangun tahajud, ada bahagia ukurannya harta ketika mencapai batas tertentu, ada bahagianya itu ukuran yang kedudukan ketika mencapai level tertentu. Tapi dari semua yang relatif itu, semua kebahagiaan itu sudah pasti dan seharusnya mendekatkan pelakunya dekat dengan Allah SWT. Jadi kalau kita menjadi orang kaya, mohon maaf, jika kekayaan kita itu belum bisa mendekatkan diri dengan Allah SWT, maka dalam pandangan Islam, orang tersebut belum disebut berbahagia nikmatnya dalam berislam.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UMSIDA Raih Juara 3 PKM-RSH pada PIMTANAS PTMA 2025

    Mahasiswa UMSIDA Raih Juara 3 PKM-RSH pada PIMTANAS PTMA 2025

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Juara 3 kategori Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PIMTANAS PTMA) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti […]

  • Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

    Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Tausiah Ustadz Arifin Suparman dalam pengajian bulanan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Ahad (3/5/2026), menghadirkan refleksi mendalam tentang seperti apa sesungguhnya profil ideal seorang pimpinan, mubaligh, dan jamaah Muhammadiyah. Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Profile Pimpinan, Mubaligh dan Jamaah Muhammadiyah & Aisyiyah”, Ustadz Arifin […]

  • Iman dan Amal Saleh, Pilar Utama dalam Pemanfaatan Waktu

    Iman dan Amal Saleh, Pilar Utama dalam Pemanfaatan Waktu

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 256
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – KH Ahmad Dahlan pernah mengajarkan surah Al-Ashr kepada murid-muridnya selama delapan bulan. Meskipun pada awalnya mendapat protes karena dianggap terlalu lama untuk mempelajari surat yang hanya terdiri atas tiga ayat, para murid akhirnya memahami kedalaman makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara Peresmian Gedung […]

  • Perkuat Dakwah dan Pendidikan, Keluarga Cik Ali Salim Wakafkan Ponpes Alu Salim kepada Muhammadiyah

    Perkuat Dakwah dan Pendidikan, Keluarga Cik Ali Salim Wakafkan Ponpes Alu Salim kepada Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 114
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menerima amanah besar berupa penyerahan aset wakaf yang bernilai strategis bagi pengembangan umat. Aset berupa sebidang tanah seluas 9.900 meter persegi beserta bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Alu Salim tersebut secara resmi diserahkan oleh pemilik sekaligus pimpinan pondok pesantren, Cik Ali Salim, S.H., kepada persyarikatan Muhammadiyah. […]

  • Komitmen Cegah Hoaks dan Judi Online, TIM P2AD UMS Gelar FGD Pembentukan Satgas Literasi Digital di PKBM Cakra Purbalingga

    Komitmen Cegah Hoaks dan Judi Online, TIM P2AD UMS Gelar FGD Pembentukan Satgas Literasi Digital di PKBM Cakra Purbalingga

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Upaya pencegahan penyebaran hoaks dan praktik judi online di kalangan remaja dan masyarakat terus diperkuat melalui pendekatan literasi digital berbasis komunitas. Hal ini tercermin dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Satgas Literasi Digital (Hoaks & Judi Online) yang diselenggarakan di Gedung PKBM Cakra, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini merupakan […]

  • Merawat Literasi di Tengah Arus Transformasi

    Merawat Literasi di Tengah Arus Transformasi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Anqiya Zaki Mushoddiq
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Oleh: Anqiya Zaki Mushoddiq (Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026) Literasi yang Mulai Dikesampingkan Mengetahui kabar tentang perpustakaan sekolah yang dirobohkan untuk pembangunan koperasi, lalu disusul dengan berita pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional yang berdampak pada terhentinya distribusi buku ke berbagai daerah, membuat saya merenung. Mungkin kedua peristiwa tersebut lahir dari […]

expand_less