PC IMM Balikpapan Gelar Mimbar Kebangsaan, Soroti Ketimpangan dalam Implementasi Pancasila

KABARMUH.ID, Balikpapan – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Balikpapan menyelenggarakan kegiatan Mimbar Kebangsaan: Menafsir Ulang Pancasila secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (5/6/2026). Mengusung tema “Pancasila di Persimpangan: Antara Cita Keadilan Sosial dan Realitas Ketimpangan”, forum ini menghadirkan sejumlah pimpinan IMM dari berbagai daerah untuk mendiskusikan relevansi Pancasila dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan yang masih dihadapi Indonesia.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis bagi kader IMM untuk meninjau kembali implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah realitas sosial yang masih ditandai berbagai bentuk ketimpangan, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun akses terhadap kesejahteraan.
Ketua Umum PC IMM Barito Kuala, M. Aqiiba Zaiim, menyoroti belum terwujudnya cita-cita keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam sila kelima Pancasila.
“Orang-orang yg duduk dipemerintahan banyak sekali yang memikirkan dirinya sendiri, memikirkan keadilan hanya untuk kepentingan kelompoknya saja. Padahal sila kelima keadilan sosial itu untuk seluruh rakyat Indonesia, diliat sampai saat ini belum terlaksana,” ujarnya.
Menurutnya, keadilan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa Indonesia. Ia menilai berbagai kebijakan publik harus lebih berorientasi pada kepentingan rakyat secara menyeluruh, bukan hanya kelompok tertentu.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Jakarta Pusat, M. Nabil Al-Farizi, mengajak generasi muda untuk memaknai Pancasila sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan umat.
“Kita memaknai Pancasila bukan sekedar kerangka ideologis, tentunya Pancasila kita maknai juga dalam rangka pengkhidmatan kepada bangsa, umat,” jelasnya.
Menurut Nabil, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai konsep normatif, tetapi harus menjadi inspirasi dalam gerakan sosial dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai penyelenggara kegiatan, Ketua Umum PC IMM Balikpapan, Zufa Nadhif A, menegaskan bahwa Pancasila merupakan cita-cita kolektif bangsa yang hingga kini masih terus diperjuangkan.
“Pancasila itu bukan hanya dasar negara, tetapi Pancasila juga merupakan cita-cita kolektif bangsa Indonesia. Indonesia masih mengahadapi tidak hanya ketimpangan sosial, tapi juga ketimpangan ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya,” terangnya.
Ia menilai bahwa berbagai bentuk ketimpangan yang masih terjadi menunjukkan pentingnya menghadirkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Aufa Nu’man, Ketua PC IMM Sukoharjo Bidang Hikmah, menyampaikan pandangan historis mengenai perjalanan Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
“Mulai era soeharto, Pancasila menjadi konsep suatu yang sacral, sering kali dibacakan, dijadikan symbol dalam upacara, dalam agenda-agenda untuk mengenang Pancasila, disinilah terjadi yang dinamakan kemunduran. Meminjam paradigma dari kuntowijoyo, disinilah yg awalnya era soekarno menjadi iliai kehidupan, ero soeharto terjadi mistifikasi, Pancasila hanya sebagai symbol, tapi nilai-nilainya nihil dalam kehidupan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya mengembalikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dan membumi dalam praktik kehidupan masyarakat, bukan sekadar simbol yang diperingati dalam berbagai seremoni.
Melalui Mimbar Kebangsaan ini, PC IMM Balikpapan berharap lahir berbagai gagasan kritis dan konstruktif dari kalangan mahasiswa untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus mendorong terwujudnya keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan dalam Pancasila. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya IMM untuk terus menghadirkan ruang dialog intelektual yang relevan dengan dinamika dan tantangan bangsa Indonesia saat ini.
Pancasila harus terus ditafsirkan secara kontekstual agar tetap hidup sebagai pedoman dalam menjawab persoalan zaman dan mewujudkan Indonesia yang lebih adil bagi seluruh rakyatnya.



