Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya, Gelar Aksi Damai

PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya, Gelar Aksi Damai

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Pekalongan –  Senin siang (8/9/2024), suasana di depan Kantor DPRD Kab. Pekalongan berubah dari biasanya. Jalanan yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan, mendadak dipenuhi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Pekalongan Raya. Dengan langkah tegap, spanduk, bendera dan poster di tangan, serta semangat yang menyala di dada, mereka hadir bukan untuk gaduh, melainkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat kecil dan menyampaikan kritik konstruktif terhadap kinerja pemerintah daerah.

Aksi damai ini diikuti oleh berbagai organisasi kemahasiswaan, Mulai dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di bawah teriknya matahari, mahasiswa bergantian menyampaikan orasi, mengingatkan pemerintah tentang pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat di sektor Peningkatan kesejahteraan Rakyat, Transparansi Anggaran, dan Penegakan Hukum yang adil di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Menurut keterangan salah satu koordinator aksi, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif tanpa mengganggu ketertiban umum. “Kami hadir di sini bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan untuk mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya.

Berbeda dengan stigma yang kerap melekat pada demonstrasi, aksi Cipayung Plus Pekalongan berjalan damai, tertib, dan penuh wibawa. Tidak ada bentrokan, tidak ada kericuhan. Yang ada hanyalah wajah-wajah muda penuh idealisme, berdiri rapi dengan spanduk bertuliskan tuntutan rakyat, dan suara lantang yang memancarkan keyakinan akan perubahan.

Mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian, menghindari kata-kata provokatif, dan lebih menekankan kritik yang membangun. Atmosfernya menyerupai kelas terbuka di jalanan: penuh gagasan, kritik, harapan, namun tetap santun dan beradab. Aksi ini membuktikan bahwa demonstrasi tidak selalu harus identik dengan kekerasan. Justru, mahasiswa Pekalongan ingin menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi secara damai jauh lebih kuat dan bermartabat.

Salah satu Mahasiswa yang Bernama Fachrurrazi Sebagai Perwakilan Dari Bidang Hikmah Politik dan Kebiajakan Publik PC IMM Pekalongan berdiri di depan massa, suaranya bergetar namun tegas.“Kami hadir di sini bukan untuk membuat kerusuhan. Kami datang dengan hati yang tulus, untuk mengingatkan pemerintah agar jangan menutup mata terhadap penderitaan rakyat kecil. Suara mahasiswa adalah suara rakyat, dan suara rakyat adalah kebenaran yang tak boleh dibungkam. Tidak hanya dari Perwakilan Bidang HPKP tapi juga Ketua Umum PC IMM Pekalongan Muhammad Haidar ikut Menyuarakan Orasi. “Sekalipun IMM tidak berpolitik, tetapi tetap selalu memiliki peran terhadap politik.

Lebih dari sekadar menyuarakan kritik, aksi ini juga membawa pesan moral penting. Mahasiswa mengingatkan bahwa mereka adalah garda terdepan dalam mengawal perubahan. Mereka hadir sebagai pengingat bagi pemerintah agar tidak lengah dalam menjalankan amanah rakyat. Harapan baru pun terbangun: bahwa suara mahasiswa dapat menjadi jembatan antara rakyat kecil dengan pemegang kebijakan. Bahwa demokrasi di Kabupaten Pekalongan masih hidup, masih ada yang berani bersuara ketika ketidakadilan terjadi.

Bagi mahasiswa Cipayung Plus Pekalongan, aksi damai ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah panjang perjuangan. Mereka berkomitmen untuk tetap hadir sebagai mitra kritis pemerintah, sebagai pengawal kebijakan publik, dan sebagai penjaga moral bangsa.

“Selama masih ada ketidakadilan, mahasiswa tidak boleh diam. Selama rakyat kecil masih tertindas, kami akan terus bersuara,” tegas salah seorang orator, disambut teriakan lantang penuh semangat dari massa aksi.

Ketika massa aksi bubar dengan tertib, tidak ada sisa kericuhan yang tertinggal. Yang tersisa hanyalah jejak perjuangan sebuah pesan jelas bahwa Pekalongan memiliki generasi muda yang peduli, berani, dan siap memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

Aksi damai Cipayung Pekalongan Raya adalah cermin bahwa mahasiswa tetap konsisten pada perannya: agen perubahan dan penjaga nurani bangsa. Di tengah tantangan zaman yang kerap menekan idealisme, mereka memilih untuk berdiri tegak, menyuarakan kebenaran, dan mengingatkan pemerintah agar tidak lalai.

Lebih jauh, aksi ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Bahwa suara rakyat, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya ketika ada yang berani menyuarakannya. Dan mahasiswa, sekali lagi, membuktikan diri sebagai suara itu.

Dengan aksi yang damai, tertib, dan penuh pesan moral, Cipayung Pekalongan Raya telah meninggalkan kesan kuat: bahwa demokrasi masih hidup di Pekalongan, dan bahwa masa depan daerah ini masih memiliki harapan selama ada yang berani bersuara demi rakyat kecil.

Kontributor: Fachrurrazi (Kabid HPKP PC IMM Pekalongan)

 

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusi Baru Budidaya Kepiting, Riset Dosen UMS Gagas ‘Crab House Vertikal’

    Solusi Baru Budidaya Kepiting, Riset Dosen UMS Gagas ‘Crab House Vertikal’

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi lahir dari keberanian untuk melihat peluang di balik keterbatasan. Hal itulah yang diwujudkan oleh Dr. Doan Perdana, M.T., dosen Prodi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang berhasil meraih Hibah Riset RIIM Kompetisi Gelombang 9 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riset yang didanai hingga Rp 1,419 miliar ini akan […]

  • Terima Kunjungan Hawasi UII, Ketua MPQ UMS: Kokohkan Ukhuwah dan Sinergi Dakwah

    Terima Kunjungan Hawasi UII, Ketua MPQ UMS: Kokohkan Ukhuwah dan Sinergi Dakwah

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Surakarta (MPQ UMS) menyambut kunjungan studi banding dari Himpunan Hafizh Hafizhah Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (Hawasi UII). Delegasi Hawasi UII diterima di Ruang Seminar, Gedung Induk Siti Walidah, UMS, Minggu (13/7). Sekretaris Departemen Media dan Komunikasi MPQ UMS Hade Qonita mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Mengokohkan Ukhuwah, […]

  • Tim PkM-KI UMS Gandeng PCIM Turki Dorong Diaspora Melek Keuangan Syariah dan Fintech

    Tim PkM-KI UMS Gandeng PCIM Turki Dorong Diaspora Melek Keuangan Syariah dan Fintech

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat – Kemitraan Internasional (PkM-KI) melaksanakan kegiatan bertajuk “Islamic Financial Literacy dan Workshop Pemanfaatan Financial Technology (Fintech) untuk Berinvestasi bagi Diaspora Indonesia di Turki.” Tim pengabdian ini diketuai oleh Dr. Aflit Nuryulia. P., S.Sos., SE, MM, CMA dengan anggota yaitu Rahmatdi, S.E., M.Acc., Ph.D., […]

  • Mahasiswa dan Kultur Ngopi: Antara Kafein, Idealisme, dan Spiritualitas yang Tak Boleh Ketinggalan

    Mahasiswa dan Kultur Ngopi: Antara Kafein, Idealisme, dan Spiritualitas yang Tak Boleh Ketinggalan

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Al Hafidz, S.Ag (Kader IMM Pondok Shabran UMS) Ngopi bagi mahasiswa bukan lagi sekadar menyeruput cairan pahit yang nendang di tenggorokan. Ini sudah jadi budaya. Gaya hidup. Ritual harian. Bahkan tempat pelarian. Entah dari tugas kuliah yang menumpuk, skripsi yang mandek, atau cuma pengen duduk sebentar tanpa mikirin apa-apa. Dari kafe estetik ber […]

  • Hadiri Milad ke-113 Muhammadiyah di Lampung, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Janjikan Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Revitalisasi Sekolah

    Hadiri Milad ke-113 Muhammadiyah di Lampung, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Janjikan Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Revitalisasi Sekolah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Wilayah Lampung berlangsung meriah di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, 30 November 2025. Acara puncak ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pidatonya yang bertajuk “Memajukan […]

  • Ilmu Tanpa Adab dan Syukur Hanya Akan Mengantarkan pada Kehancuran

    Ilmu Tanpa Adab dan Syukur Hanya Akan Mengantarkan pada Kehancuran

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ilmu menjadi dasar utama dalam membangun iman, karakter, dan peradaban. Tanpa ilmu, manusia tidak akan mengenal siapa Tuhannya, dan tidak akan mampu membedakan kebenaran dari kebatilan. Penegasan itu disampaikan oleh Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., dalam Kajian Tafsir Surat Al-Qalam ayat 17–28. Menurutnya, ilmu harus mengantarkan manusia pada pengakuan terhadap kekuasaan Allah […]

expand_less