BeritaInspirasiJatim

PDNA LAMONGAN SUKSES ADAKAN LINA 1

KABARMUH.ID, Lamongan – Para perempuan muda berseragam kuning berdatangan dengan ransel besarnya menuju Gedung UMLA (Universitas Muhammadiyah Lamongan) Sabtu pagi kala itu, tempat diadakannya LINA (Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah) 1 PDNA Lamongan (20/9). Pelatihan Perkaderan Formal yang bertema “Membentuk Instruktur Progresif untuk Menguatkan Gerakan Kader Perempuan Muda Berkemajuan” berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad, 20-21 September 2025 dan diikuti oleh sebanyak 51 Kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai Cabang Se-Daerah Lamongan.

Hadir pada kegiatan LINA 1 yaitu Fathurrohim Syuhadi, M.Pd. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Ketua dan Sekretaris PDNA Lamongan, Arika Karim, S.H.I, S.Pd.I dan Yunia Zahrotin Nisa’ yang sekaligus didapuk sebagai Master of Traning (MoT), Indri Cahya Ningrum sebagai Imam Training, serta tentunya seluruh Panitia LINA 1 PDNA Lamongan.

Isni Lailatul Maghfiroh selaku Instruktur Acara menyampaikan bahwa Perkaderan di Nasyiatul Aisyiah seperti Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) tidak hanya diselenggarakan di Pimpinan daerah saja, tetapi juga Pimpinan Cabang.

“Harapan besar kami nanti ketika ada Perkaderan formal bisa dilaksanakan sesuai dengan standar yang sudah ada di sistem Perkaderan Nasyiatul Aisyiyah dan bisa disempurnakan lagi setelah ada kader-kader dari instruktur dari cabang dan daerah. Rencana tindak lanjutnya adalah lulusan LINA hari ini akan menggelar kegiatan Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) 2.” Paparnya.

Sementara Arika Karim, Ketua PDNA Lamongan, saat sambutan ia mengajak peserta yang hadir untuk bersama-sama bersyukur selain diridhai oleh Allah swt, juga karena izin suami.

“Jangan sekali-kali kita mensia-siakan ridha-nya suami kita, kemudian kita pulang hanya dengan otak kosong, mengoleh-e glethak (pulang tidak ada hasil), na’udzubillahi min dzalik.” UJarnya.

“Maka sebenarnya jenengan (Anda) itu ono sing budal (ada yang berangkat) gara-gara terpaksa, kuwi rugi (itu rugi). Semestinya ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang kemudian mau bersama-sama menuntaskan jenengan dalam perkaderan ini.” Lanjutnya.

Perempuan yang sejak 2010 mengikuti Nasyiatul Aisyiyah kemudian menuntaskan Dana 1, 2, hingga 3 serta LINA 1 dan 2 itu menuturkan bahwa kader sesungguhnya tidak hanya sekadar isi absensi kehadiran, tetapi harus sama-sama memberikan kualitas diri sehingga pantas menjadi kader Nasyiatul Aisyiyah. Dirinya berharap lulusan LINA 1 mampu menelurkan generasi-generasi yang akan datang, menjadikan generasi-generasi yang meneruskan perjuangan Nasyiatul Aisyiyah.

Sebelum membuka secara resmi LINA 1, Fathurrohim dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah Nasyiatul Aisyiyah dalam mencetak instruktur-instruktur muda yang akan membantu mengoptimalkan Perkaderan di tingkat Cabang.

“Kalian semua adalah kader terbaik di Kabupaten Lamongan. Calon instruktur itu bukan main-main, bukan sembarang orang. Instruktur adalah gurunya Perkaderan.” Ucap sapaan pak Rohim itu.

Dirinya menyampaikan beberapa prasyarat yang harus dimiliki seorang instruktur : Pertama, menerapkan 10 komitmen Kader Nasyiatul Aisyiyah; Kedua, memperbanyak latihan dan mengikuti kegiatan sesuai dengan bidang yang ditekuni; ketiga, kader yang mampu meluangkan waktu dan tenaganya untuk memikirkan keberlangsungan organisasi; Keempat, memegang prinsip fastabiqul khoirot yakni berlomba serta mengajak pada kebaikan; Kelima, memiliki kepekaan sosial dan suka menolong; Keenam, organisasi yang sehat harus memperbanyak kader; ketujuh, meningkatkan kemampuan literasi; Kedelapan, beradaptasi dengan perkembangan zaman; terakhir, semangat menuntut ilmu agar dapat memberikan teladan dan manfaat.

Penulis : Lyna Novianti
Editor : Farhan Shiddiq

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button