Penutupan DAD PK IMM Shabran 2025: Refleksikan Semangat Perjuangan di Museum Benteng Vredeburg

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Dalam rangka refresing dan penyegaran seusai Darul Arqom Dasar (DAD), Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran, melangsungkan kunjungan edukatif dan rekreatif ke Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta pada Rabu, (12/11).
Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi para peserta untuk mengenal lebih dalam sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Di museum bersejarah peninggalan kolonial Belanda itu, para kader diajak menyusuri diorama perjuangan bangsa dan menelusuri nilai-nilai perjuangan yang sejalan dengan semangat keislaman, keindonesiaan dan IMM.

Ketua panitia, Muhammad Perdama, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para kader dapat melakukan refreshing dan healing setelah empat hari penuh mengikuti perkaderan DAD.
“Melalui kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg, kami para panitia dan pimpinan IMM berharap agar para kader dapat belajar dari sejarah perjuangan bangsa, serta bisa menyelami lebih dalam tentang sejarah Yogyakarta dan masa kolonialisme,” ujar Dama, Kamis (13/11).
Antusiasme para peserta terlihat sejak sebelum keberangkatan menuju museum, saat rombongan tiba di kawasan Malioboro menuju Museum Benteng Vredeburg. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti penjelasan pemandu museum, mencatat hal-hal penting, dan berfoto bersama di beberapa spot bersejarah. Suasana keakraban dan keceriaan tampak menghiasi kegiatan tersebut, menambah makna kebersamaan setelah proses perkaderan yang intens.
Salah satu diorama yang menarik perhatian para kader adalah diorama musyawarah pembentukan Muhammadiyah yang menggambarkan suasana awal berdirinya organisasi muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan bersama para tokoh masyarakat Yogyakarta.

Diorama ini menghadirkan semangat keikhlasan dan tekad para pendiri Muhammadiyah dalam memperjuangkan pembaruan Islam melalui pendidikan, sosial, dan dakwah, sekaligus menjadi pengingat bagi para kader IMM untuk meneruskan nilai perjuangan itu di masa kini.
Salah satu peserta DAD PK IMM Shabran 2025, Septi Widya Nengtias, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momen yang berharga setelah rangkaian perkaderan yang padat.
“Melalui kegiatan ini, kami merasa sangat terbantu untuk menyegarkan kembali pikiran setelah empat hari penuh, mengikuti rangkaian perkaderan DAD. Suasananya menyenangkan dan memberikan energi baru untuk berkontribusi dalam gerakan IMM,” pungkasnya.
Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama di depan benteng, menandai berakhirnya DAD PK IMM Shabran 2025, dengan penuh kebersamaan dan semangat baru dalam berkeilmuan dan mempunyai dasar pemikiran ideologi Muhammadiyah.
Kontributor: Muhammad Farhan
Editor: Hammam Alghazy



