Perkuat Fondasi Wirausaha, SUMU Kota Bekasi Gelar Kopdar Perdana dan Bedah Kurikulum Bisnis Naik Bisnis
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Bekasi menggelar Kopi Darat (Kopdar) perdana setelah terbentuknya kepengurusan Koordinator Daerah (Korda), Sabtu (31/10/26). Mengusung tema “Membangun Bisnis dari Nol Beserta Legalitasnya”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas para pelaku usaha Muhammadiyah agar mampu mengembangkan bisnis secara terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dihadiri 25 peserta tersebut melibatkan jajaran pengurus, mitra strategis, serta anggota SUMU Kota Bekasi. Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah Sang Surya, kemudian dilanjutkan dengan Mars SUMU. Suasana keakraban terbangun melalui sesi perkenalan dan berbagi pengalaman mengenai latar belakang serta sektor usaha masing-masing peserta.
Koordinator Daerah SUMU Kota Bekasi, Hery Priyabudi, mengatakan Kopdar perdana ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan langkah awal membangun ekosistem kewirausahaan yang saling mendukung dan menguatkan.
“Melalui pertemuan ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha di lingkungan Muhammadiyah. Harapannya, setiap anggota tidak hanya berjalan sendiri dalam mengembangkan bisnis, tetapi dapat saling belajar, berbagi pengalaman, membangun jaringan, dan tumbuh bersama,” ujarnya.
Menurut Hery, penguatan kapasitas wirausaha perlu dimulai dari fondasi yang tepat. Karena itu, SUMU Kota Bekasi memperkenalkan Kurikulum Pengusaha Level 0, Level 1, dan Level 2 sebagai panduan bagi anggota untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
Pada Level 0, peserta diperkenalkan dengan tahapan perintisan usaha, mulai dari membangun pola pikir kewirausahaan, memvalidasi ide bisnis, menentukan target pasar melalui Business Model Canvas (BMC), membuat purwarupa produk, hingga melakukan penjualan perdana.
Selanjutnya, Level 1 berfokus pada pemantapan pasar dan pembangunan sistem dasar usaha. Materinya meliputi analisis pasar, strategi pemasaran 7P, pengelolaan hubungan pelanggan melalui Customer Relationship Management (CRM) dan program rujukan, pengurusan legalitas, serta pembukuan keuangan sederhana.
Sementara itu, Level 2 diarahkan pada pengembangan skala usaha dan kepemimpinan. Peserta akan mempelajari penyusunan visi bersama, standardisasi prosedur operasional (SOP), pembagian divisi kerja, penguatan kepemimpinan, hingga manajemen keuangan tingkat manajerial.
Selain pengembangan kapasitas bisnis, kegiatan ini juga membahas pentingnya legalitas sebagai fondasi keberlanjutan usaha. Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), pendaftaran merek, sertifikasi halal, serta P-IRT menjadi aspek penting untuk meningkatkan kredibilitas sekaligus memperluas akses pasar.
“Legalitas bukan sekadar persyaratan administratif. Pelaku usaha perlu memahami bahwa legalitas merupakan bentuk perlindungan terhadap bisnis sekaligus modal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” jelas Hery.
Sebagai tindak lanjut, SUMU Kota Bekasi meluncurkan penawaran program Inkubator Start-Up Level 0, 1, dan 2. Program pendampingan intensif ini direncanakan mulai berjalan pada Januari 2027 untuk mengawal pelaku usaha dari tahap perintisan hingga pengembangan bisnis yang lebih mandiri.
Melalui program tersebut, SUMU Kota Bekasi berharap semakin banyak saudagar Muhammadiyah yang tumbuh tangguh, profesional, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi umat dan masyarakat di Kota Bekasi.
[Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh]
Editor: Gissya Titania
- Penulis: Kabar Muhammadiyah
- Editor: Gissya Titania
