Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Postmodernisme: Echo Chambers dan Ilusi Kebenaran Digital

Postmodernisme: Echo Chambers dan Ilusi Kebenaran Digital

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Adram Qaisullah Tihurua

Jean-François Lyotard mendefinisikan postmodernisme sebagai “incredulity toward metanarratives“, yaitu ketidakpercayaan terhadap narasi-narasi besar yang selama berabad-abad menjadi fondasi peradaban manusia. Narasi tentang agama, kemajuan, sains, ideologi maupun sejarah tidak lagi diterima sebagai sumber kebenaran yang memiliki legitimasi universal. Postmodernisme dengan demikian tidak sekadar menghadirkan kritik terhadap modernitas, melainkan juga membongkar keyakinan bahwa manusia dapat mencapai suatu kebenaran yang bersifat objektif dan berlaku untuk semua orang.

Pada titik tertentu, skeptisisme tersebut memang membebaskan manusia dari berbagai bentuk dogmatisme. Namun, dalam perkembangan masyarakat digital, warisan postmodernisme justru melahirkan persoalan baru yang lebih kompleks. Ketika semua narasi dicurigai dan seluruh klaim kebenaran dianggap relatif, manusia kehilangan pijakan epistemologis yang dapat dijadikan standar kolektif. Akibatnya, kebenaran tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang harus ditemukan melalui proses pencarian yang rasional, melainkan sebagai sesuatu yang dapat diproduksi, dikonstruksi bahkan diperdagangkan.

Fenomena ini semakin terlihat dalam dunia digital yang didominasi oleh algoritma media sosial. Internet yang pada awalnya dipandang sebagai medium paling demokratis yang memungkinkan setiap orang mengakses informasi secara bebas. Akan tetapi, kebebasan tersebut secara perlahan berubah menjadi ruang gema yang dikenal sebagai echo chambers. Echo chambers adalah kondisi ketika seseorang hanya terpapar oleh informasi, opini dan pandangan yang sesuai dengan keyakinannya sendiri. Algoritma bekerja dengan menyajikan konten-konten yang disukai pengguna, sehingga seseorang semakin jarang berhadapan dengan pandangan yang berbeda.

Di dalam ruang gema tersebut, kebenaran tidak lagi diuji melalui perdebatan argumentatif. Sebaliknya, suatu gagasan dianggap benar karena terus-menerus diulang oleh kelompok yang memiliki keyakinan serupa. Semakin banyak orang yang mempercayainya, semakin besar pula kesan bahwa gagasan tersebut merupakan kenyataan yang tidak terbantahkan. Dalam kondisi seperti ini, popularitas perlahan menggantikan validitas. Jumlah pengikut lebih dihargai daripada kualitas argumen. Viralitas menjadi sebuah ukuran kebenaran yang baru.

Situasi ini mengingatkan pada kritik para filsuf yunani terhadap kaum sofis. Bagi Socrates dan Plato, kaum sofis adalah kelompok yang lebih mementingkan kemampuan meyakinkan orang lain daripada menemukan kebenaran itu sendiri. Kebenaran tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang objektif, melainkan sebagai hasil dari keterampilan retorika dan persuasi. Ironisnya, dunia digital hari ini justru menghidupkan kembali semangat sofisme tersebut dalam bentuk yang jauh lebih masif. Perbedaannya hanya terletak pada medium. Jika dahulu sofis berbicara di alun-alun kota, kini mereka berbicara melalui layar handphone, algoritma dan platform media sosial.

Akibat dari fenomena ini adalah munculnya ilusi kebenaran digital. Sebuah informasi dianggap benar bukan karena sesuai dengan fakta, melainkan karena sering muncul di lini masa. Psikologi modern menyebut gejala ini sebagai illusory truth effect, yaitu kecenderungan manusia untuk mempercayai suatu informasi hanya karena informasi tersebut terus diulang. Dengan kata lain, pengulangan menciptakan kesan kebenaran. Kebohongan yang disebarkan berkali-kali dapat tampak lebih meyakinkan daripada fakta yang jarang terdengar.

Dalam konteks sosial dan politik, kondisi ini sangat berbahaya. Masyarakat tidak lagi terbelah berdasarkan fakta yang berbeda, melainkan berdasarkan realitas yang berbeda. Setiap kelompok hidup dalam dunianya masing-masing, lengkap dengan narasi, tokoh, musuh dan kebenarannya sendiri. Dialog menjadi semakin sulit karena setiap pihak merasa telah memiliki legitimasi yang cukup untuk mempertahankan keyakinannya. Tidak ada lagi ruang bersama tempat fakta dapat diuji secara objektif.

Lebih jauh lagi, situasi tersebut membuka jalan bagi lahirnya totalitarianisme mayoritas. Ketika kebenaran ditentukan oleh jumlah orang yang mempercayainya, maka mayoritas memperoleh posisi yang sangat dominan. Mereka tidak hanya menentukan apa yang dianggap benar tetapi juga menentukan apa yang boleh dikatakan dan apa yang harus disingkirkan. Kebenaran akhirnya berubah menjadi produk konsensus sosial semata. Mereka yang berbeda pandangan tidak lagi dibantah melalui argumen, melainkan dibungkam melalui tekanan massa, persekusi digital atau bahkan pengucilan sosial.

Pada akhirnya, tantangan terbesar masyarakat digital bukanlah kekurangan informasi, melainkan hilangnya kemampuan untuk membedakan antara kebenaran dan popularitas. Postmodernisme mengajarkan manusia untuk mencurigai narasi besar tetapi era digital telah membawa kecurigaan tersebut ke titik yang lebih ekstrim: kecurigaan terhadap kemungkinan adanya kebenaran itu sendiri. Ketika semua hal dianggap relatif, manusia tidak menjadi lebih bebas, melainkan semakin mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang terus berubah.

Oleh karena itu, persoalan utama di zaman ini bukan lagi bagaimana memperoleh informasi sebanyak mungkin, melainkan bagaimana membangun kembali standar kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab tanpa pondasi epistemologis yang kokoh, masyarakat akan terus hidup dalam ruang gema yang memproduksi ilusi demi ilusi. Dan ketika ilusi telah diterima sebagai kenyataan, maka yang tersisa bukanlah kebijaksanaan, melainkan sekadar keramaian yang mengaku sebagai kebenaran.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Pengetahuan Karst yang Berkeadilan, Diskusi Lintas Ilmu Digelar di Yogyakarta

    Membangun Pengetahuan Karst yang Berkeadilan, Diskusi Lintas Ilmu Digelar di Yogyakarta

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Sejumlah akademisi, pegiat lingkungan, hingga tokoh lintas iman berkumpul dalam sebuah diskusi terfokus bertajuk “Mencari Jalan Konstruksi Pengetahuan Lokal tentang Karst” di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (18/6/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, ini digelar secara hybrid dengan tujuan membangun fondasi ilmu […]

  • UMS Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Siap Berkontribusi Tingkatkan Derajat Kesehatan Nasional

    UMS Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Siap Berkontribusi Tingkatkan Derajat Kesehatan Nasional

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABAR.MUH, SURAKARTA – Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Rumah Sakit AR Fachruddin UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., dalam pembahasannya mengenai kondisi kesehatan nasional dan peran perguruan tinggi dalam menjawab […]

  • 1X Bet Casino – Mobile Platform and App Experience

    1X Bet Casino – Mobile Platform and App Experience

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 31
    • 0Komentar

    1X Bet Casino – Mobile Platform and App Experience ▶️ PLAY Содержимое Touch‑Optimized User Interface for Play‑First Devices Gesture‑Based Navigation Responsive Rendering Low‑Latency Live Casino Streaming on Mobile Network Optimization Tips Fast & Secure Mobile Wallet Integration How Fast It Works Security Features 1xbet delivers a mobile package that feels native on both iOS and […]

  • Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

    Belajar, Berkarya, Berdaya: Jalan Dakwah Syofatun Nadifah Membangun Kemandirian Finansial melalui Eco Crafting ID

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Di tengah arus perubahan yang bergerak begitu cepat, tidak sedikit generasi muda yang memilih mencari peluang di kota-kota besar atau bahkan di luar negeri. Namun, bagi Syofatun Nadifah, potensi terbesar justru berada di tempat ia tumbuh. Dari hamparan batu alam Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, lahirlah sebuah ikhtiar yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan […]

  • Calon Alumni FEB UMS Periode II 2025–2026 Ikuti Pelepasan Perdana di Gedung Baru

    Calon Alumni FEB UMS Periode II 2025–2026 Ikuti Pelepasan Perdana di Gedung Baru

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan pelepasan calon alumni Periode II Tahun Akademik 2025–2026 yang menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di gedung baru Ahmad Syafii Maarif FEB UMS. Kegiatan ini diikuti oleh 102 calon wisudawan dan wisudawati yang akan mengikuti wisuda resmi pada 20 […]

  • Kasyno Frumzi to przyszłością gier online w Polsce

    Kasyno Frumzi to przyszłością gier online w Polsce

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Zbadajmy, jak kasyno Frumzi kładzie fundamenty pod rewolucję w grach online w Polsce. Widzieliśmy strategiczne zogniskowanie na przełomowych innowacjach, takich jak rozszerzona rzeczywistość, które ulepszają nasze przeżycia z grami. Ich bogata biblioteka gier spełnia lokalnym upodobaniom, prezentując zachęcające wskaźniki utrzymania i interakcji użytkowników. Należy także zauważyć na solidne zabezpieczenia platformy i płynną łączenie między urządzeniami. […]

expand_less