Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peluncuran Buku Jurnalisme Filantropi di Milad Lazismu, Revitalisasi Peran Media untuk Visi Kesejahteraan

Peluncuran Buku Jurnalisme Filantropi di Milad Lazismu, Revitalisasi Peran Media untuk Visi Kesejahteraan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH. ID, JAKARTA – Dalam respsi milad ke-24 Lazismu, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, 29 Juli 2026, Majalah Suara Muhammadiyah yang berkolaborasi dengan Lazismu meluncurkan buku berjudul, Jurnalisme Filantropi, Media dan Visi Kesejahteraan.

Penulis buku Roni Tobroni, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI Tirta Sutedjo, dan Peneliti Filantropi Islam Amelia Fauzia, membedah buku setebal 345 halaman, dengan mengupasnya dari sudut pandang masing-masing.

Penulis mendedahkan bahwa buku ini lahir dari dua kegelisahan intelektual, pertama jurnalisme yang terus mengalami guncangan disrupsi, kedua praktik kedermawanan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia tidak terhubung baik dengan dunia jurnalisme.

“Buku ini digagas untuk menjembatani dua kegelisahan itu. Tetapi diksi jurnalisme filantropi, menjadi sebuah kajian keilmuan baru yang interdisiplin dan melahirkan cara pandang, pendekatan dan konsep baru dalam bidang jurnalisme”, ujarnya.

Roni mengungkapkan bahwa jurnalisme filantropi tidak sebatas mengabarkan sesuatu. Tidak berhenti pada menuliskan informasi tentang kegiatan dan aksi sosial, atau hanya memberitakan sisi lain penderitaan orang, tetapi juga mengawal realitas dibalik problem sosial yang dihadapi, menggerakan kedermawanan, dan mendorong publik untuk aksi bersama memberikan Solusi dari permasalahan yang ada.

“Oleh karena itu, ukuran keberhasilan jurnalisme filantropi bukan pada banyaknya berita, bukan pada seberapa viral, tetapi pada seberapa besar dampak yang dihadirkan bagi kehidupan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Menanggapi isi buku baru tersebut, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin, mengatakan buku ini ingin menjembatani orang yang membutuhkan pertolongan dan masyarakat yang ingin membantu. Jurnalisme filantropi menjembatani dua hal itu.

“Karya Mas Roni ini akan sangat membantu. Buku ini berhasil merangkum, menceritakan tahap demi tahap dan juga bagaimana kemudian jurnalisme filantropi itu diterapkan,” paparnya.

Andi menjelaskan, jurnalisme filantropi itu berarti memberitakan, lalu menampilkan empati dan melakukan aksi. Intinya di sana. “Kondisi itu yang sedang dilakukan oleh media-media besar. Mereka sedang bergerak ke arah sana, tapi kita juga perlu berdiskusi lebih lanjut soal ini” ungkapnya.

Selebihnya, bagaimana jurnalisme bisa membangun kepercayaan publik. Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI, Tirta Sutedjo menilai bahwa konsep jurnalisme filantropi sangat menarik untuk membangun kepercayaan publik. Dengan konsep yang menarik itu, bisa menggerakan isu sosial dan kesejahteraan Masyarakat yang disertai dengan tawaran solusinya.

“Kita memiliki agenda besar tahun 2045, tepatnya 100 tahun Indonesia Merdeka. Harapannya, kita sudah menjadi negara maju. Artinya tidak ada kemiskinan lagi dan seluruh masyarakat Indonesia sudah sejahtera”, ungkapnya.

Tirta mengatakan jurnalisme filantropi tentu perlu mengambil peran lebih dalam lagi. Salah satunya bagaimana menghapus pelabelan negatif terhadap kelompok rentan yang masih dominan di Indonesia.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Baik pemerintah, masyarakat, jurnalis, dan media perlu bergandeng tangan sehingga agenda bersama ke depan bisa berjalan dengan baik dan lancar”, tuturnya.

Perspektif lain dikemukakan oleh Peneliti Filantropi Islam, Amelia Fauzia. Ia mengatakan bahwa di Indonesia sudah mengakar sangat kuat praktik filantropi. Baik tentang filantropi yang melahirkan jurnalisme ataupun jurnalisme yang melahirkan filantropi.

“Ada Republika yang melahirkan Dompet Dhuafa. Ada Muhammadiyah yang melahirkan koran ataupun Suara Muhammadiyah. Ini sebagian contoh saja. Mungkin di luar Indonesia lebih banyak lagi,” paparnya.

Amelia menyampaikan bahwa jurnalisme filantropi perlu memiliki kode etik. Sehingga memiliki standar yang jelas ketika hendak memberitakan, mengawal, bahkan mengadvokasi sebuah isu-isu sosial-kemasyarakatan yang ada.

“Bagaimana seorang jurnalis menjaga independensi jurnalistik. Paling tidak tetap saja jurnalisme filantropi harus ada kode etiknya. Bagaimana menyeimbangkan fungsi advokasi dengan prinsip-prinsip verifikasi, independensi, dan integritas,” tandasnya.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy’ari, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kehadiran pers (jurnalis) tidak sekadar mewartakan, tidak sekadar memberitakan, tapi juga hadir untuk mencerahkan, memperkaya informasi, dan memberdayakan masyarakat.

“Kita berharap buku yang ditulis Kang Roni Tabroni ini, peran pers ke depan tidak sekadar mengungkap fakta, tetapi mulai membangun empati, memberi inspirasi, dan mengkoordinasi potensi, dan mengkonsolidasi sumber daya, termasuk di lingkungan Lazismu,” jelasnya.

Hal demikian jika diintegrasikan dengan kekuatan jurnalisme, Deni optimis dapat memberikan dampak yang sangat dahsyat. Kehadirannya akan menguatkan dampak dalam mengkonsolidasikan potensi ekonomi, zakat, infak, dan sedekah.

“Kami berharap buku ini memberi pengaruh bahwa dunia pers tidak melulu soal berita, tapi ke depan, dunia pers bisa menginspirasi, membangun empati, dan mengkonsolidasikan potensi-potensi besar secara ekonomi dan juga memberikan solusi untuk membangun negeri ini,” tandasnya.

Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan gagasan kritis mengenai peran media dan jurnalisme dalam memperkuat gerakan filantropi serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kontributor: Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Soleh

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spektakuler! Meriahnya Pengajian Rutin Ahad Pon PCM Kalibening dan Pandanarum

    Spektakuler! Meriahnya Pengajian Rutin Ahad Pon PCM Kalibening dan Pandanarum

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarnegara – Pagi yang begitu cerah, Pimpinan Cabang Kalibening dan Pandanarum bersama Organisasi Otonom Muhammadiyah baik itu Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IPM, IMM, TS dan HW pada hari Ahad (08/09) menyelenggarakan Pengajian Ahad Pon di lingkungan SMA Muhammadiyah 4 Kalibening. Pengajian pagi ini dihadiri oleh Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, Camat Kalibening, Kapolsek Kalibening, […]

  • Kesulitan dan Musibah Hasil dari Dosa dan Maksiat

    Kesulitan dan Musibah Hasil dari Dosa dan Maksiat

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 4.664
    • 0Komentar

    Oleh: Sabilla Qurratu Aini* Ketika musibah dan bencana datang menghampiri, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya. Ketika kita terdzholimi oleh orang lain kadang yang jadi sasaran untuk disalahkan pertama adalah tingkah orang bahkan langsung mencela sikap dan sifatnya. […]

  • Delegasi UMS Sambangi Kemenag, Bahas Rencana Pendirian PPG PAI

    Delegasi UMS Sambangi Kemenag, Bahas Rencana Pendirian PPG PAI

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bertandang ke kantor Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (14/10). Kunjungan tersebut merupakan audiensi yang membahas rencana pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) UMS. Rombongan UMS dipimpin oleh Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., didampingi Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Dr. […]

  • Santri Bumiayu dan Wanasari Persembahkan Prestasi Gemilang CCI dan Tahfidz di MAPSI Brebes, Siap Melaju ke Provinsi 

    Santri Bumiayu dan Wanasari Persembahkan Prestasi Gemilang CCI dan Tahfidz di MAPSI Brebes, Siap Melaju ke Provinsi 

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Brebes || Suasana haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu dan MBS KH. Mas Mansur Wanasari. Pada Selasa (16/9/2025), lima santri mereka berhasil meraih gelar juara I dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SMP se-Kabupaten Brebes yang digelar di […]

  • SECUIL PENGABDIAN MAHASISWA UMM UNTUK MASYARAKAT INDUSTRI PASURUAN

    SECUIL PENGABDIAN MAHASISWA UMM UNTUK MASYARAKAT INDUSTRI PASURUAN

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Malang – Setiap kampus memiliki program agar mahasiswanya dapat berguna bagi masyarakat luas. PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) merupakan salah satu program yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang, program yang menjadi wadah bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah kepada masyarakat dengan harapan dapat bermanfaat bagi masyarakat. PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) yang berada […]

  • Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

    Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyuwangi — Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, menutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah & Nasyiatul Aisyiyah, setelah perjalanannya sejak 2022 hingga 2025 mendorong kolaborasi lintas iman yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Penutupan dilaksanakan di Balai Desa Gelagahagung, yang dihadiri 45 […]

expand_less