Kaltim

PWM Kaltim Tegaskan Komitmen Membangun Wirausaha Berdaya dan Beretika

Kader dan pelaku UMKM binaan Muhammadiyah memenuhi Aula Gedung E UMKT untuk mengikuti seminar yang meneguhkan visi ekonomi berkemajuan.

Gerakan pemberdayaan ekonomi kembali menguat seiring terselenggaranya seminar nasional kewirausahaan yang menghadirkan tokoh Muhammadiyah Kaltim.

Semangat dakwah Muhammadiyah dalam membangun ekonomi umat kembali terasa kuat pada Seminar Nasional Kewirausahaan “Start Up With Purpose” yang diselenggarakan pada Kamis, 4 Desember 2025, di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Acara ini menjadi ruang besar bagi kader persyarikatan, pelaku UMKM binaan, serta anggota Nasyiatul Aisyiyah untuk menguatkan kompetensi bisnis sebagai bagian dari misi tajdid dan pemberdayaan umat.

PWM Kaltim: Ekonomi Berkemajuan adalah Bagian dari Dakwah

Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, dalam sambutan pembuka, menyampaikan bahwa ilmu kewirausahaan yang berorientasi pada kemanfaatan merupakan bagian dari dakwah.

“Kita ingin umat ini kuat. Dan kekuatan itu salah satunya terletak pada kemampuan mengelola ekonomi secara jujur, profesional, dan berkeadaban,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kerja bersama LP UMKM Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IMM, dan UMKT dalam menghadirkan agenda besar yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

LP UMKM Kaltim Hadirkan Materi yang Membumikan Bisnis Beretika

Materi inti disampaikan oleh H.A. Sobyan Herman, S.E., M.M., Wakil Ketua PWM Kaltim yang membidangi MEBP, MPM, LP UMKM, dan LPH & KHT. Ia menegaskan bahwa UMKM Muhammadiyah harus menjadi teladan dalam menjunjung perlindungan konsumen.

“Konsep ekonomi Islam itu menuntun kita untuk menghormati hak konsumen. Hal itu bukan hanya aturan, tapi bagian dari ibadah,” tuturnya.

Sobyan mengajak pelaku UMKM binaan Muhammadiyah untuk membangun bisnis yang memiliki tujuan kemanusiaan, bukan semata-mata mencari laba.

Kader Perempuan sebagai Pilar Ekonomi Umat

Peran perempuan dalam Muhammadiyah kembali mengemuka melalui kehadiran Rini Astuti, Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Kaltim. Ia memaparkan pengalaman pendampingan UMKM perempuan dan menegaskan pentingnya literasi bisnis.

“Perempuan adalah pilar ekonomi keluarga. Nasyiatul Aisyiyah berkomitmen membina mereka agar lebih mandiri dan kuat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Rini mengajak kader dan pelaku UMKM perempuan untuk berani naik kelas dan mengembangkan usaha ke level yang lebih profesional.

Psikologi Bisnis: Menata Niat dan Tujuan Usaha

Windie Karina Farmawati, Ketua LP UMKM Muhammadiyah sekaligus mentor BRM, mengajak peserta merumuskan purpose bisnis sebelum menentukan strategi teknis.

“Bisnis yang kokoh itu berawal dari niat yang benar dan tujuan yang lurus,” tegasnya.

Ia kemudian memberikan latihan penyusunan peta jalan usaha agar peserta mampu melihat langkah jangka panjang secara sistematis.

Muhammadiyah dan Dakwah Ekonomi Masa Depan

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah Kaltim tidak hanya bergerak di bidang keagamaan dan pendidikan, tetapi juga konsisten mendorong perkembangan ekonomi umat.

Sinergi UMKT, Bank Indonesia, IMM, dan jaringan Aisyiyah menunjukkan bahwa dakwah ekonomi dapat menjadi gerakan besar jika dijalankan bersama-sama.

“Seminar ini bukan sekadar acara, tetapi bagian dari ikhtiar panjang membangun kemandirian umat,” ujar Windie menutup sesi.

Acara ditutup dengan komitmen untuk memperluas program pendampingan UMKM Muhammadiyah agar semakin banyak warga mendapat manfaat dari dakwah ekonomi yang mencerahkan.(ay.1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button